Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Mama salah menilaimu


__ADS_3

Kediaman tante Monic.


Plak....


Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi kanan Lisa. Ia terlihat begitu terkejut mendapatkan tamparan itu secara tiba-tiba, lebih terkejut lagi yang menamparnya adalah ibu kandungnya sendiri.


"Mama! Kenapa tiba-tiba nampar, aku?" Seru Lisa sambil memegang pipi kanannya yang terasa berdenyut akibat tamparan yang di layangkan oleh mamanya barusan.


Tante nampak menahan amarahnya, ia menatap putrinya dengan begitu tajam membuat Lisa sedikit mengerutkan keningnya bingung dan bertanya-tanya dalam hatinya. "Ada apa dengan mama, kenapa dia tiba-tiba menamparku? Dia tidak mungkin mengetahui kebohonganku, bukan?" Batin Lisa gelisah.

__ADS_1


"Lisa! Mama benar-benar tidak menyangka, ternyata kamu adalah selingkuhan suami sahabatmu sendiri, Mentari. Kenapa kamu tega melakukan itu, Lisa? Dimana hati nuranimu sebagai seorang perempuan?" Ujar tante Monic dengan nada suara yang bergetar menahan amarah yang ada dalam dirinya.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh tante Monic barusan, membuat Lisa begitu terkejut, ternyata sang mama memang sudah mengetahui hal yang sebenarnya. Namun bukan Lisa namanya, jika ia harus langsung mengakui apa yang di ucapkan oleh mamanya barusan.


"Maksud mama apa? Apakah mama sudah salah paham denganku?" Tanya Lisa sambil berusaha untuk bersikap tenang. "Mah aku tidak mungkin melakukan hal menjijikkan seperti itu, apalagi sama suami sahabatku sendiri, itu sangat tidak mungkin, mah."


"Karena mama sudah mengetahui semuanya, jadi aku tidak perlu menyembunyikannya lagi dari mama. Ya, aku memang selingkuhannya Alex." Seru Lisa yang tidak dapat lagi mempertahankan aktingnya yang luar biasa itu. "Aku sangat membenci dia, aku tidak ingin dia bahagia, semua yang dia punya harus menjadi milikku termasuk Alex." Teriak Lisa begitu menggema.


"Kenapa dia selalu memiliki kehidupan yang jauh lebih baik daripada aku? Kenapa dia selalu di sukai oleh semua orang, sementara aku tidak? Dulu dia menjadi primadona sekolah, semua orang menyukainya, bahkan laki-laki yang aku cintai pun menyukainya. Sungguh konyol." Lisa kembali berteriak kali ini teriakkannya lebih rendah dari sebelumnya.

__ADS_1


"Seberapa pun aku berusaha untuk jauh lebih baik dari dia, tetap saja semua orang tidak mau melihat ke arahku, seakan-akan di dunia ini hanya ada dia seorang hingga membuatku sangat muak."


"Jadi karena itu kamu ingin menghancurkan kebahagiaan sahabatmu sendiri, Lisa? Mama benar-benar kecewa sama kamu, mama selalu berpikir jika kamu adalah anak yang baik, tapi ternyata mama salah menilaimu." Ucap tante Monic terlihat begitu kecewa dengan apa yang di lakukan oleh putri satu-satunya itu.


"Kamu harus meminta maaf sama Mentari, Lisa. Ka... " Ucapan tante Monic tercekat saat Lisa menyela ucapannya.


"Tidak akan pernah. Aku tidak melakukan kesalahan apapun. Suaminya berselingkuh denganku karena dia tidak becus menjadi istri yang baik, dan itu adalah balasan untuk dia karena dulu dia selalu menjadi penghalang bagiku untuk berdekatan dengan laki-laki yang aku sukai." Setelah mengatakan hal itu, Lisa pun langsung melangkahkan kakinya meninggalkan tante Monic yang terlihat semakin kecewa dan juga marah atas apa yang di lakukan oleh putrinya itu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2