Balas Dendam Atas Lukaku

Balas Dendam Atas Lukaku
Mulai bekerja


__ADS_3

Mengtari menarik nafasnya dalam, lalu membuangnya secara perlahan, ia mulai mengetik pesan balasan untuk Jhon.


*Hmm sepertinya tidak bisa, besok aku harus mulai bekerja.*


Mentari langsung mengirimkan pesan itu kepada Jhon, besok memang hari pertamanya ia bekerja di perusahaan ayahnya. Karena bagaimanapun juga, kelak perusahaan itu akan di wariskan kepada dirinya, jadi mau tidak mau Mentari harus belajar mengelola perusahaan papanya itu.


Setelah selesai mengirimkan pesan itu, Mentari menaruh ponselnya di atas nakas, kemudian ia pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Mentari mulai memejamkan matanya secara perlahan, hingga akhirnya ia pun benar-benar tertidur dengan pulas.


Sementara itu di tempat lain, terlihat seorang laki-laki mendesah pelan setelah ia selesai membaca pesan balasan yang di kirimkan oleh pujaan hatinya. laki-laki itu adalah Jhon, laki-laki yang selama ini hanya mencintai satu perempuan yaitu, Mentari.


"Hah! Katanya setelah dia berpisah aku boleh menemuinya kapan pun yang aku mau, tapi sekarang dia malah menolak untuk bertemu denganku. Aish dasar perempuan." Gerutu Jhon sambil mengusap wajahnya kasar.


"Tapi dia bilang, besok adalah hari pertamanya bekerja. Apakah dia bekerja di perusahaan papanya? Hmm kenapa Egi tidak pernah memberitahuku kalau Mentari akan bekerja besok? Bukankah aku sudah menyuruhnya untuk mencari tahu apa pun tentang calon istriku? Ish awas aja lo Egi." Ucap Jhon sembari mendengus kesal karena asistennya itu tidak memberitahu tentang Mentari secara detail.

__ADS_1


"Ah sudahlah, sebaiknya gue menanyakannya langsun, besok." Ucapnya sembari menaruh kembali ponselnya di atas nakas. Setelah itu, Jhon pun mulai Membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia mulai menutup kedua bola matanya secara perlahan.


***


Waktu menunjukkan pukul 05.30 pagi. Mentari sudah terbangun dari tidurnya, ia segera pergi menuju kamar mandi dan melakukan aktifitas mandi paginya.


Setelah dua puluh menit, akhirnya Mentari pun keluar dari dalam kamar mandi tersebut. Ia berjalan menuju lemari pakaiannya, dan mengambil tiga potong pakaian yang akan ia kenakan hari ini untuk pergi ke perusahaan papanya.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Mentari pun langsung memakai pakaian itu, setelah ia selesai mengenakan pakaiannya, ia pun berjalan menuju meja rias dan duduk di kursinya. Mentari mulai mengaplikasikan make up natural di wajahnya, tak lupa ia juga menata rambutnya yang indah itu.


***


Mentari sudah duduk di kursi meja makannya, begitupun juga dengan kedua orangtuanya. Keluarga itu nampak asik menikmati sarapannya masing-masing sambil sesekali menyelipkan obrolan kecil seperti biasanya.

__ADS_1


"Sayang, apakah kamu sudah siap?" Tanya pak Geri setelah ia menyelesaikan sarapannya.


"Tentu saja aku sudah siap, papa tidak lihat kalau aku sudah dandan cantik seperti ini hmmm." jawab Mentari membuat mam Natalia dan juga pak Geri terkekeh pelan.


"Iya papa tahu, putri papa memang cantik. Yasudah kalau begitu kita berangkat sekarang." Ucap pak Geri sembari merapikan jasnya.


Mentari menganggukkan kepalanya pelan, lalu setelah itu ia pun bangkit dari kursinya, kemudian berjalan menghampiri sang mama. "Mah, aku berangkat dulu, ya." Pamitnya sembari mencium pipi kanan dan pipi kiri sang mama.


"Iya, sayang." Jawab sang mama sembari mengusap punggung putrinya itu.


"Papa juga berangkat dulu, mah." pak Geri menghampiri sang istri, lalu ia mencium kening sang istri seperti biasanya. "Mama baik-baik di rumah, ya." Ucap pak Geri sembari mengusap pucuk kepala sang istri.


"Iya, pah. Jangan khawatir, mama tidak akan kemana-mana, kok." Jawab mam Natalia di iringi dengan senyumannya. "Yasudah kalian berangkat, gih. Nanti kesiangan lagi."

__ADS_1


Pak Geri dan juga Mentari mengangguk bersamaan, lalu setelah itu keduanya pun mulai melangkahkan kakinya meninggalkan mama Natalia sendirian.


Bersambung.


__ADS_2