
Ratna memandang layar handphonenya dengan perasaan tak sabar.
Gadis itu sudah lama menunggu seseorang yang katanya ingin berjumpa dengannya di Restoran itu tetapi sudah hampir 2 jam berlalu, orang itu tidak datang juga.
Sudah beberapa chat permohonan maaf orang itu kalau ia sedang terjebak macet dan memintanya untuk menunggu lagi dan lagi.
Dengan menarik nafas panjang ia segera berdiri dari duduknya dan meninggalkan 3 gelas jus buah yang sudah ia habiskan karena lama menunggu. Kesabarannya sudah habis. Dan ia berniat untuk pulang.
"Kamu yang namanya Ratna?" tanya seorang perempuan cantik yang baru datang dengan terburu-buru ke dalam restoran itu. Mereka bertemu pas di depan pintu.
"Iya mbak, anda siapa?" tanya Ratna dengan wajah penasaran.
"Aku Sasa yang menghubungi kamu dan membuat janji ketemu," jawab perempuan cantik yang bernama Sasa itu.
Ratna memindai sosok di depannya dengan wajah takjub. Perempuan itu sangat cantik seperti model-model yang biasa ia lihat di layar kaca.
"Ah ya, padahal aku sudah mau pulang lho mbak, habisnya aku sudah hampir lumutan menunggu," canda Ratna yang disenyumin oleh perempuan cantik itu.
"Maafkan aku ya, suer deh macet di kota ini bikin aku mual." jawab Sasa dengan senyum diwajahnya yang tampak masih sangat cantik meskipun telah terjebak macet lama di jalan.
"Nah sekarang kita masuk lagi karena aku ingin menyampaikan hal penting sama kamu." ajak perempuan itu dan Ratna pun menurut.
Gadis itu sendiri tidak tahu darimana perempuan ini mendapatkan nomor handphonenya hingga mereka berdua bisa janjian seperti ini.
"Jadi kamu calon istri mas Roy?" tanya Sasa langsung pada inti pembicaraan yang ia inginkan. Ratna tersenyum kemudian mengangguk.
"Iya Mbak. Kalau mbak Sasa sendiri keluarga atau kenalan Mas Roy ya?"
"Aku mantan istrinya." jawab Sasa singkat tetapi langsung membuat hati gadis itu tidak nyaman. Ia jadi heran untuk apa perempuan itu membuat janji bertemu dengannya.
"Aku ingin kembali pada mas Roy, aku baru menyadari kalau cintanya padaku sebenarnya sangat tulus dan aku menyesal karena selama ini sudah mengabaikannya."
Deg
__ADS_1
Ratna merasakan langit sedang runtuh di hadapannya. Semua rencana indah yang sudah ia bayangkan sepertinya akan sia-sia saja. Perhatian pria itu padanya rupanya hanya pelarian saja karena kekecewaan pada mantan istrinya itu.
"Kamu mau kan menyerahkannya kembali padaku?" tanya Sasa dengan wajah memohon. Sedangkan Ratna hanya diam saja. Ia masih belum percaya akan apa yang terjadi di depan matanya saat ini.
"Percuma juga menjalin hubungan kalau nanti mas Roy masih akan terus memikirkan aku. Karena akulah cinta pertamanya. jadi, plis kamu mundur dan serahkan kembali mantan suamiku padaku."
"Kamu hanya pelarian saja, ingat itu." Sasa semakin di atas angin.
"Maafkan aku mbak, tapi mas Roy bukanlah barang yang bisa dilepaskan begitu saja kemudian ditarik lagi kalau mbak Sasa mau." jawab Ratna berusaha tegas meskipun hatinya sangat kecewa.
Gadis itu tak mau tampak kalah dan menyedihkan di depan perempuan cantik itu.
Sasa menatap Ratna dari atas sampai ke bawah dengan pandangan mencemooh.
"Heh kamu ngaca gak sih? seberapa jauhnya selera mas Roy dari dirimu itu. Kamu tidak buta kan?" ejek perempuan itu dengan bibir mencibir.
"Lihat aku, hanya perempuan seperti aku yang diinginkan mas Roy, karena aku selalu bisa memuaskan hasratnya. Dan kamu? apa yang kamu punya, dada rata begitu aja belagu!" Ratna merasakan kupingnya panas. Tangannya mengepal dibawah meja mencari lawan. Tetapi ia berusaha tetap waras. Ia adalah gadis berpendidikan meskipun miskin. Ia tahu cara berperilaku sopan kepada orang lain.
"Iya mbak, aku memang jauh dari kata menarik apalagi jika disandingkan dengan mbak Sasa maka akan serasa seperti langit dan bumi jauhnya." ujar Ratna dengan tegas. Ia tak mau diintimidasi dan ia ingin menunjukkan kalau ia adalah wanita kuat. Sasa tersenyum sembari mencebikkan bibirnya.
"Ada lagi yang ingin mbak Sasa sampaikan?"
"Oh tidak, itu sudah sangat cukup. Yang terpenting adalah batalkan pernikahan kalian. Mengenai kerugian materi yang kamu alami, aku yang akan membayar ganti ruginya."
"Hem, baiklah aku akan memikirkan tawaran mbak Sasa dan mengenai ganti rugi itu akan kalkulasi dengan benar terlebih dahulu, permisi." tegas Ratna kemudian berlalu dari tempat itu. Hatinya sangat sakit saat ini. Rasanya ia ingin sekali melampiaskan kemarahannya pada sesuatu.
Ratna menghapus lelehan air mata yang terus menerus mengalir dari pelupuk matanya. Pandangannya ia arahkan ke sepanjang jalan yang ia lewati siang itu. Ia menyesal kenapa mau bertemu dengan perempuan yang tidak ia kenali itu dan akhirnya berakhir menyakiti hatinya.
Drrrt
Drrrt
Gadis itu menatap layar handphonenya. Sudah hampir ratusan panggilan yang masuk dibenda pipih itu ia abaikan. Mulai dari panggilan sahabatnya dan juga dari Royco calon suaminya.
__ADS_1
Na, kamu dimana? jangan bikin aku khawatir.
Na, share lokasimu aku akan jemput.
Rat, kamu dimana sih katanya mau healing-healing sebelum akad kok kamu gak muncul di markas sih?
Kamu gak berantem dengan security itu kan?
Atau kamu kena semprot Bu Fanta Ricola?
Na, pils angkat telponmu sayang.
Ratna hanya membaca pesan-pesan itu dengan hati bagai diremas-remas. Ia sedang tak ingin bertemu dengan siapapun saat ini. kata-kata dari perempuan cantik itu rupanya sangat mempengaruhi perasaannya.
Tangannya tiba-tiba meraba dadanya yang kata Sasa mantan istri Royco itu datar dan tak menarik. Lalu ia ingat bagaimana penampakan perempuan cantik itu yang sangat berbeda jauh dari dirinya.
Sasa yang sangat cantik dan juga mempunyai tubuh yang sangat seksih dan menarik. Ia menjadi rendah diri.
Apa aku lepaskan saja mas Roy sebelum kami resmi menikah dan membuat aku terluka semakin dalam?
Ah mungkin itu saja jalan yang terbaik sebelum hatiku terpaut jauh bersama pria itu.
Ia membatin kemudian segera meraih kembali handphonenya dan menghubungi Royco calon suaminya untuk bicara secara pribadi.
Undangan yang sudah tersebar tak mengapa dibatalkan. Bukankah perempuan itu mau mengganti segala kerugiannya?
"Halo mas Roy, aku sedang ada di jalan X nanti kita ketemu di sana ya, bye." ujar Ratna melalui sambungan telepon. Dan kembali ia menghapus air matanya. Ia harus kuat merelakan.
"Pak berhenti di depan Cafe itu saja ya," ujarnya pada sopir Taksi yang sedang dikendarainya. Gadis itu pun turun dengan tekad bulat. Ia akan mundur dan menyerahkan Royco pada cinta sejatinya.
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍