Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 135 BSWW


__ADS_3

Ratna, Hany, dan juga Anny muncul di depan pintu kamar perawatan Jack Andrian saat Beby Alesha dan juga Eka sedang bersiap untuk pulang.


"Pada mau kemana kalian?" tanya Ratna ketika mereka semua bertemu di depan pintu.


"Mau pulang tapi tidak jadi," jawab Beby Alesha dan kembali masuk ke kamar perawatan Jack Andrian. Ketiga anggota Rangers Dewaani yang sudah menikah itu ikut masuk diikuti oleh para suami mereka.


"Pa kabar Jack?" tanya Yudhistira sembari menghampiri ranjang tempat pasien itu berbaring.


"Alhamdulillah sudah baikan."


"Ngapain kamu nabrak pohon? bukannya nabrak itu aja," timpal Royco sembari melirik Eka yang sedang dikerubuti oleh para istri kece badai itu.


"Maunya sih begitu tapi kondisiku sedang tidak memungkinkan," jawab Jack sembari menarik nafas berat. Ia masih sangat kesal dengan Eka yang lebih memilih mundur karena kasihan pada bayi Jihan.


"Terimakasih ya kalian semua sudah datang menjenguk putra ibu yang bandel ini," ujar Kartika pada semua orang yang hadir di kamar itu.


"Iya ibu. Emang bandel sih, suka cari penyakit jadinya ya gini. Harus nabrak pohon baru deh dapat maaf," sindir Fadhil Akifah dengan senyum diwajahnya.


"Suka bermain dengan api nah sekarang terbakar kan?" lanjut Fadhil lagi. Pasien itu semakin jengkel dibuatnya.


"Kalian kesini mau jenguk atau malah menambah penyakitku sih," ujar Jack kesal.


"Ih, sensi pantas aja ditinggalin sama Eka,," timpal Yudhistira sembari tersenyum penuh kemenangan. Ia paling suka membuat pria itu kesal.


"Ibu tinggal dulu ya, mau jenguk cucu ibu," pamit Kartika yang langsung membuat semua orang Melongo.


"Jihan sudah melahirkan Bu?" tanya Ratna ikut nimbrung.


"Iya. Alhamdulillah Jihan dan bayinya sehat dan selamat lewat Caesar."


"Selamat Jack udah jadi ayah," timpal Yudhistira sembari menyodorkan tangannya pada pasien yang sedari tadi tampak bermuka datar itu.


"Kok gak seneng sih?" tanya Yudistira lagi yang didukung oleh senyum jahat Royco.


"Lebih duluan dipanggil ayah dari pada bos Erick nih," timpal yang lain mengompori.


Mereka semua sengaja meledek pria itu karena sudah tahu permasalahan yang sebenarnya kalau anak di kandungan Jihan bukanlah benih dari pria itu.

__ADS_1


"Bisa diam gak sih kalian?" tanya Jack dengan wajah semakin masam. Apalagi tatapan sedih Eka padanya saat ini membuatnya ingin mengamuk. Ia paling tidak rela melihat tatapan sedih gadis itu.


"Hahaha," semua pria itu tertawa diatas penderitaan pria itu.


"Aku juga sekarang jadi calon ayah, ayo semuanya kasih aku selamat," ujar Fadhil Akifah saat suasana kamar itu jadi berubah sepi.


"Wahhh selamat Ann!" seketika kamar itu kembali heboh. Para Rangers memeluk Anny dengan ucapan selamat dan juga doa semoga bayinya sehat dan mamanya juga sehat.


"Semoga kalian menyusul," ujar Erick yang tiba-tiba saja sudah bergabung dengan mereka semua. Semua pandangan mengarah ke pria itu.


"Hey kenapa? aku benar kan? supaya mereka tidak usah ada yang ke kantor. bikin aja play group," lanjut Erick dengan senyum diwajahnya.


"Setuju sih mas, trus Jack sama Eka, tugasnya apa?" tanya Beby Alesha berusaha bercanda agar dua orang itu tidak saling ngotot-ngototan.


"Mereka jadi penonton aja," jawab Erick Bramantyo yang langsung membuat mereka semua kembali tertawa.


Sementara itu di tempat lain di Rumah Sakit itu.


Randy sudah mengantongi bukti kuat kalau bayi yang dilahirkan oleh Jihan adalah benar-benar putranya. Sampel darah bayi itu dengan darahnya sudah dites dan ternyata hasil uji genetiknya memang 100% sama.


3 orang perempuan yang ada di dalam kamar perawatan itu tampak kaget dengan kehadiran Randy. Pria yang telah menolong proses operasi pada Jihan.


Otaknya memaksa ingatannya untuk memutar kembali kejadian malam kelam itu yang berakhir mereka berdua melakukan sesuatu yang terlarang.


Meskipun ia merasakan pengaruh obat perangsang tetapi wajah pria itu ternyata masih aman di dalam otak bawah sadarnya.


Wajah yang ia ingin lupakan karena telah memberinya kenikmatan sesaat dan berakhir membuatnya memberi aib yang sangat memalukan pada keluarganya. Tetapi ia bersyukur karena dengan itu ia menikah dengan Jack Andrian yang selama ini ia cintai.


"Nak Randy?" sapa Sinta, sang ibu dan langsung membuat Jihan kembali ke dunia nyata.


"Iya ibu, maaf aku baru datang," jawab Randy sembari mencium punggung tangan perempuan paruh baya itu kemudian berpindah ke Kartika.


"Ibu pasti belum makan. Ini aku bawakan makanan." ujar Randy sembari mengatur berbagai macam makanan di atas meja. Pria itu memandang Jihan yang juga sedang memandangnya.


"Hai Jihan, kamu pasti belum makan juga kan?" tanya Randy sembari melangkahkan kakinya mendekat ranjang tempat Jihan duduk menyusui putranya. Jihan tidak menjawab. Tetapi dadanya berdebar sangat kencang.


"Kalau baby boynya udah kenyang. Kamu makan dulu untuk ngisi energi," ujar Randy sembari tersenyum. Pria itu bertingkah seolah-olah adalah suami dari perempuan itu.

__ADS_1


Jihan tidak mengucapkan satu katapun. Lidahnya terasa kelu. Ia tidak tahu harus mengatakan apa. Kejadian masa lalu itu bukanlah salah pria itu hingga ia menyerahkan mahkotanya dengan suka rela.


"Sini, aku yang simpan baby boynya. Kamu makan aja dulu." ujar Randy saat melihat bayinya sudah tertidur pulas dan melepaskan pu*ting Jihan.


"Ada yang ingin kamu jelaskan pada kami nak Randy?" tanya Sinta pada pria muda itu. Pria asing yang sangat mencurigakan karena terlalu baik pada mereka semua.


"Jangan membuat kami menerka yang tidak-tidak nak," timpal Kartika dengan wajah penasaran.


"Aku minta maaf ibu, karena akulah ayah dari baby boy tampan ini," ujar Randy sembari memandang anak yang sedang terlelap dalam gendongannya.


"Jihan, katakan nak apa kata-katanya benar?" tanya Sinta pada Jihan yang hanya diam saja.


"Jihan! katakan nak," seru Kartika dengan tak sabar. Jihan masih diam. Perempuan itu dilema, ia ingin mengakuinya tetapi takut pria itu mengambil anaknya sedangkan hanya karena anak itu ia bisa menekan Jack Andrian sepupunya agar mau tetap bersamanya merawat anak itu.


"Jihan?" Randy memanggil perempuan cantik itu dan menatapnya dalam.


"Aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahimu agar anakku ini mempunyai keluarga yang utuh."


"Tidak! aku maunya Jack Andrian yang menjadi suamiku." jawab Jihan sembari menutup wajahnya. Ia belum mau mundur untuk mendapatkan hati Jack.


"Apa kamu mau hidup dengan orang yang tidak menginginkanmu?" tanya Randy yang tahu betul kalau Eka yang ia cintai ternyata mencintai orang lain. Begitupun sebaliknya.


"Dan kamu? kamu hanya menginginkan anak ini kan? kamu pasti tidak menginginkan aku," ujar Jihan dengan tangis diwajahnya.


"Aku menginginkanmu Jihan, aku ingin kamu menjadi istriku." ujar Randy dengan wajah serius.


"Tapi aku tidak mencintaimu."


"Aku juga tidak."


"Kita menikah karena anak kita. Untuk menebus kesalahan kita di masa lalu."


*Tobe continued


.Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess.


Like dan komentarnya aja dong. Pasti aku senang.

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2