Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 117 BSWW


__ADS_3

Jack Andrian membuka pintu rumahnya setelah benda yang terbuat dari kayu jati pilihan itu diketuk beberapa kali dari luar.


Pria itu nampak sangat kaget ketika mendapati Erick Bramantyo, pimpinannya di tempat ia bekerja berdiri di depan pintu dengan wajah tak terbaca.


"Silahkan masuk pak Erick," ucap Jack Andrian dengan berusaha menutupi rasa terkejutnya. Erick Bramantyo hanya tersenyum sinis kemudian masuk ke rumah mewah itu tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Kak Jack, siapa yang datang?" tanya seorang perempuan muda yang tampak berisi dibagian perutnya.


"Pak Erick, ini istri saya dan Jihan ini pimpinan aku di Kantor," jawab Jack dengan langsung memperkenalkan keduanya.


"Oh, Pak Erick Bramantyo ya, aku tahu pastinya kita kan tetanggaan, iyya kan Pak?" timpal Jihan dengan senyum manisnya.


"Ah iya, kita bertetangga tetapi belum pernah bertemu sebelumnya," jawab Erick dengan pandangan mata tajam ke arah Jack Andrian.


"Maklumlah kan Pak Erick sibuk banget kan ya, dan aku dengar udah jarang tinggal di kompleks sini kan sejak menikah," Jihan sepertinya tahu betul tentang keseharian Erick Bramantyo.


"Ya kamu betul, aku sekarang tinggal di rumah mertua."


"Silahkan mengobrol Pak dengan Kak Jack, aku ke dalam dulu. Santai saja ya Pak?" ujar Jihan kemudian meninggalkan kedua orang itu untuk meminta pelayan agar membuat minuman.


"Ada yang ingin kamu jelaskan Jack?" tanya Erick sembari menatap wajah Jack Andrian yang sejak tadi menunduk.


"Tidak Pak, aku hanya ingin resign dari perusahaan bapak," Jack Andrian masih sibuk menjalin jari-jarinya dan tidak mau menatap bosnya itu.


"Cih, pecundang! kamu pikir kamu bisa resign begitu saja hah?!" Erick tersenyum sinis. Andai sekarang mereka berdua ada di daerah kekuasaannya, rasanya ingin sekali ia memberikan satu pelajaran berharga pada pria yang selama ini loyal padanya.


"Kamu terikat kontrak kerja denganku brengsek, dan itu sampai kamu jadi kakek-kakek!" tegas Erick dengan nada emosi.


"Kalau begitu pindahkan aku ke luar kota tempat perusahaan bapak yang lain,"

__ADS_1


"Kenapa?" karena kamu tidak ingin bertemu dengan gadis yang sudah kamu sakiti? iya?!" Jack Andrian merasakan dirinya membeku seketika. Air mata Eka yang menggenang saat bertemu di Mall beberapa hari yang lalu membuatnya frustasi sendiri. Ia menjadi orang yang paling jahat dalam hal ini.


"Kamu bahkan tidak datang saat ibunya meninggal, aku tidak pernah melihat ada pria sejahat itu selain dirimu." Jack Andrian terdiam. Ia tidak ingin memandang wajah Erick Bramantyo dan memperlihatkan betapa menyedihkannya dirinya.


"Aku tunggu kamu di Perusahaan besok pagi, atau aku akan menuntutmu karena lari dari kontrak kerja kita!" Erick Bramantyo berdiri dari duduknya dan bersiap untuk meninggalkan rumah mewah itu.


"Eh Pak Erick, kok buru-buru amat, minumnya baru datang lho pak, silahkan diminum dulu." Jihan memaksa Erick untuk mencicipi kue yang sudah dibuatnya bersama asisten rumah tangganya tadi. Dengan terpaksa Erick duduk kembali demi menghormati sang tuan rumah.


"Mohon maaf lho pak, karena Kak Jack tidak masuk kantor beberapa hari ini, maklumlah masih suasana pengantar baru." ujar Jihan berbasa-basi.


"Oh iya, selamat ya, aku kan tidak diundang jadi tidak tahu," jawab Erick dengan tak sadar melihat tubuh Jihan yang nampak sudah berbadan dua.


Beby saja yang lebih dulu hamil perutnya belum sebesar itu, apa jangan-jangan Jack ambil DP duluan ya? ujarnya membatin.


Setelah meminum habis minumannya akhirnya Erick berpamitan untuk yang kedua kalinya.


"Kak Jack kok gitu amat sama tamu, apalagi sama Bos sendiri, gak sopan tahu," kesal Jihan dengan menghentakkan kakinya.


"Kamu yang terlalu banyak bicara, pecicilan!" jawab Jack kemudian meninggalkan Jihan yang berubah bengong.


"Pecicilan gimana maksudnya kak? aku kan cuma mau menghormati tamu?" kejar Jihan sembari mengikuti langkah Jack ke dalam kamarnya.


Bugh


Pintu kamar dibanting oleh pria itu pas di depan hidung Jihan.


"Aaaa, untung tidak kena hidung aku, dasar pria tidak berperasaan!" teriak Jihan dengan suara melengking tinggi. Jack Andrian tidak perduli, yang ia tahu adalah ia ingin sendiri untuk saat ini.


🍁

__ADS_1


Pesta pernikahan Hany Khumaira dengan Yudhistira akhirnya digelar juga hari ini dengan konsep garden party. Kedua pasangan yang telah halal dan tercatat sebagai suami istri Dimata agama dan negara itu tampak sangat bahagia.


"Selamat ya Han, kamu cantik banget," ujar Beby Alesha dengan senyum diwajahnya. Eka, Ratna, dan juga Anny ikut menyelamati pengantin baru itu dengan wajah yang nampak sangat bahagia.


"Yang masih jomblo semoga segera nyusul ya," ujar Firly Ramli sang mama mertua menggantikan Hany membalas ucapan selamat dari sahabat-sahabatnya.


"Aamiin," jawab Anny segera. Firly Ramli yang tahu kalau gadis itu adalah calon menantu dari Rahmah Salam sang sahabat sekaligus saingannya di dunia sosialita langsung menimpali.


"Eh, beri tahu calon mertuamu ya, agar kalian segera dinikahkan supaya bisa saingan bikin cucu sama Hany," para anggota Ranggers langsung menutup mulutnya karena ingin tertawa dengan ucapan mertua Hany yang sangat blak-blakan itu. Pasalnya mereka semua sudah tahu kalau Anny dan Fadhil sudah menikah dan juga sudah ehem-ehem.


"Iya tante, Minggu depan kok acara resepsi kami, datang ya tante, berikan doa terbaik untuk kami," jawab Anny dengan wajah gembira.


"Hah? cepat amat persiapannya, dasar itu si Rahmah suka bikin kejutan sama aku, untungnya aku lebih dulu punya mantu," ujar Firly Ramli semakin terdepan dan tidak mau kalah.


"Mama, udah dong, nanti didengar oleh para tamu, kan malu kayak lomba-lomba an aja," tegur Yudhistira yang risih sendiri dengan tingkah mamanya.


"Kalau nak Eka, semoga cepat nyusul ya sayang," ujar Firly Ramli segera mengganti topik pembicaraan karena melihat salah satu sahabat menantunya itu sejak tadi diam saja.


"Aamiin Tante," jawab Eka dengan wajah sendu.


Gadis itu juga segera turun dari Pelaminan karena ia melihat Jack bersama perempuan yang mengaku sebagai istri dari pria itu tenyata hadir juga di pesta itu.


Beby Alesha dan juga kedua sahabatnya segera menyusul turun. Mereka tidak ada yang mau bertemu muka dengan Jack Andrian yang sudah sangat kejam menyakiti hati sahabatnya.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2