
"Kamu kok tidak bilang kalau pulang hari ini?" tanya Ibrahim pada Erick sang menantu. Pria itu hanya tersenyum kemudian memandang Papa mertuanya.
"Mau buat kejutan Pa, tapi ternyata aku yang terkejut lihat Beby udah ada di dalam ruanganku."
"Hahahaha, kamu tahu anak itu sepertinya sedang bersemangat ingin bekerja sesuai identitas aslinya, jadi kamu harus berhati-hati," ujar Ibrahim sembari tertawa terbahak-bahak.
"Iya Pa, putrimu itu sampai sekarang belum bisa aku mengerti apa yang ia mau," jawab Erick sembari tersenyum meringis.
"Perempuan memang seperti itu, sebuah misteri. Bilang tidak padahal iya dan kadang bilang iya padahal tidak. Mereka dilahirkan sebagai misteri bagi laki-laki, hahahaha," sekali lagi Ibrahim menertawai menantunya itu.
"Tapi ngomong-ngomong kapan kamu memberi aku cucu, Erick?!" Ibrahim tiba-tiba menatap sang menantu dengan wajah serius.
Erick Bramantyo langsung menarik nafasnya berat kemudian menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Untuk pertanyaan itu, ia benar-benar tak tahu jawabannya.
Ibrahim tersenyum kemudian melanjutkan,
"Aku minta maaf padamu Erick atas nama putriku, anak itu memang sangat keras kepala, tetapi bersabarlah karena saat ia sudah jatuh cinta padamu maka ia akan memberimu cinta yang banyak dan meluap," Erick Bramantyo hanya bisa tersenyum tipis.
Nasehat itu juga selalu dikatakan ibunya padanya. Bersabar. Yah, ia akan bersabar sampai ia tua dan tak bisa melakukan apapun.
"Erick, kamu dengar aku kan?"
"Iya Pa, aku dengar. Aku akan selalu bersabar untuk putrimu sampai kapanpun,"
"Hahaha itu bagus, dan sekarang kamu harus mengikuti Beby Alesha yang akan menghadiri ulang tahun Taro sepupunya,"
"Bisa tidak kali ini aku tidak ikut Pa, aku ada klien yang harus aku temui di suatu tempat." Ibrahim nampak kecewa tetapi ia berusaha merubah mimik wajahnya.
__ADS_1
"Ya tidak apa, aku dan Mama Hanna juga akan menghadiri pesta itu jadi kamu bebas melakukan kegiatanmu sendiri,"
"Iya Pa, maafkan aku," Erick kemudian pamit dari hadapan Papa mertuanya dan segera menuju ke kantornya di EB & Partners.
🍁
Royco tersenyum lebar saat Erick Bramantyo sudah menginjakkan kakinya di kantornya.
"Ada apa kamu kemari? memangnya kamu tidak kerja?" tanya Erick sambil terus melangkah ke dalam ruangannya. Sedangkan Royco mengikutinya dari belakang.
"Aku ingin kamu membantuku melamar Ratna," ujar pria itu yang langsung membuat Erick berbalik.
"Melamar?" tanya Erick tak percaya dengan pendengarannya. Royco tersenyum lebar.
"Iya, aku ingin menikah lagi dan berharap pernikahan ini bahagia Rick, aku lihat gadis itu baik tidak seperti Sasa yang samasekali tidak menghargai aku sebagai suaminya." jelas Royco berusaha mencari alasan dengan membandingkan mantan istrinya dengan gadis bernama Ratna itu.
"Baiklah, aku akan membantumu tapi ingat, kamu harus melupakan mantanmu itu seutuhnya, okey?"
"Gimana hubunganmu dengan Beby?" tanya Royco karena melihat wajah sahabatnya itu tampak tidak bersemangat.
"Tak ada kemajuan, ia sepertinya semakin membenciku saja," jawab Erick sembari meraup wajahnya kasar.
Royco hanya bisa menarik nafas berat. Ia yakin sahabatnya itu pun belum mendapatkan apa yang diinginkan oleh seorang suami dari istrinya.
"Ambil hatinya dulu Rick, baru setelah ambil yang lain dari dirinya," ujar Royco berusaha memberi kalimat motivasi.
"Aku sudah berusaha Co, semuanya sudah aku berikan padanya, aku sudah cukup bersabar tapi tetap saja ia tak pernah melihatku," Royco menepuk bahu Erick pelan.
__ADS_1
Ia tahu bagaimana rasanya hidup bersama pasangan yang justru tak saling memberikan kehangatan.
Ia pernah merasakannya bersama dengan Sasa. Hanya ia yang mencinta sedangkan istrinya selalu menganggapnya salah dan akhirnya berakhir sangat buruk.
"Aku harus bilang apa Rick?" Royco pasrah, ia pernah gagal dan tak tahu mau memberi nasehat apa. Sahabatnya ini yang biasa memberi nasehat pada orang lain justru sekarang lagi butuh juga nasehat.
"Terkadang aku ingin mundur saja Co, tapi kalau aku ingat bagaimana baiknya Pak Ibra padaku selama ini, aku jadi mengurungkan niatku,"
"Jangan Rick, jangan sampai itu terjadi. Beby Alesha itu perempuan yang baik."
"Dia baik sama semua orang tapi tidak padaku, aku seperti anak tiri," gerutu Erick dengan wajah menyedihkan.
"Hahahaha, mungkin karena kamu mempunyai pesona sendiri Rick," Royco tertawa terbahak-bahak sampai mengeluarkan air disudut matanya.
"Heh, jangan tertawa brengsek, keluar kamu dari ruanganku, aku ada janji dengan klien 30 menit lagi." ujar Erick ketus. Ia lantas mendorong tubuh Royco keluar dari ruangannya.
"Jangan kejam begitu padaku Rick, atau kamu akan jadi perjaka Ting Ting seumur hidupmu!" seru Royco dengan suara agak keras. Hampir semua karyawan yang sedang berada di sekitar ruangan pimpinan EB & Partners mendengar perkataan Royco. Mereka menatap wajah sang pimpinan yang sangat maskulin dan super tampan itu dengan pandangan yang berbeda. Ada yang memandang sedih dan sangat menyayangkan itu terjadi, dan ada juga yang memandang dengan wajah gembira. Siapa lagi kalau bukan Fanta Ricola.
"Erick Bramantyo pura-pura tidak memperhatikan reaksi semua orang. Ia lantas melangkah keluar dari lokasi kantornya dan dengan segera menuju ke sebuah Hotel berbintang untuk menemui klien barunya.
Aku yang akan membuka keperjakaanmu Erick Bramantyo!
Tekad Fanta Ricola dengan seringaian diwajahnya.
Perempuan seksih itu yakin pria yang kecewa dengan istrinya itu akan menerima dirinya jika ia memberikan apa yang istrinya tidak berikan.
*Tobe continued
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, Okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍