Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 56 BSWW


__ADS_3

"Ngomong apa kamu Lin? jaga mulutmu kalau bicara!" seru Ibrahim yang sempat mendengar kalimat sarkas dari adiknya itu.


"Lho kok marah sih kak, aku kan bicara apa adanya, jadi aku tidak salah kan?" timpal Linda, adik bungsu dari Ibrahim itu.


"Beb, bawa suamimu untuk beristirahat di kamar ya sayang," ujar Hanna segera sebelum suasana tidak menyenangkan akan semakin berlarut-larut di depan menantu barunya itu.


Untungnya Beby Alesha segera paham maksud dari sang mama. Ia lantas menarik tangan suaminya itu untuk segera meninggalkan tempat itu.


"Ayok!" ajak Beby Alesha tanpa mau berbasa-basi dengan perempuan cantik tapi berlidah setajam silet itu.


Erick hanya bisa mengangguk pelan kepada Ibrahim dan Hanna kemudian mengikuti langkah istrinya.


Erick Bramantyo tak menyangka kalau istrinya itu mau menyentuh tangannya seperti itu.


Dengan hati yang berdendang bahagia ia lantas balik menggenggam tangan Beby Alesha sang kekasih hati.


"Eh, jangan ngelunjak ya Pak Erick!" seru Beby Alesha dan menghentakkan tangannya hingga terlepas dari genggaman tangan suaminya.


"Aku sudah bilang kan jangan menyentuhku," kesal Beby Alesha dengan wajah marah.


"Maaf, aku tadi tidak sengaja." ujar Erick Bramantyo dengan wajah tanpa ekspresi.

__ADS_1


Ada rasa kecewa dalam hatinya tetapi ia berhasil menutupinya dengan cepat.


Mereka berdua pun masuk ke kamar yang sangat luas dan juga bersih itu.


"Mulai hari ini kita sekamar tapi tidak seranjang, Pak Erick Bramantyo yang terhormat. Perjanjian kita masih berlaku." Erick hanya bisa membalas dengan senyum samar.


Pria itu akan melakukan apa saja kemauan Beby Alesha, istrinya. Karena itulah sebenarnya perjanjiannya.


"Ranjang ini hanya milikku, dan kamu hanya punya sofa itu,"


"Iya nyonya." jawab Erick pasrah dan langsung mendapat pelototan lagi dari istrinya yang cantik.


"Kalau kamar mandi kita bisa berbagi gak?" tanya Erick setelah semua pakaian yang ia bawa berhasil ia susun di dalam lemari pakaian milik istrinya.


"Ya bisa saja kan, aku tidak boleh memakainya juga." Beby tidak menjawab. Ia hanya mendengus dan menuju kamar mandi untuk mandi.


Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Mereka berdua sudah makan bersama di ruang makan keluarga.


"Cepat banget masuk kamarnya Beb?" tanya Hanna ketika putrinya itu pamit dan melangkah kedalam kamarnya meninggalkan semua orang yang masih betah mengobrol.


"Maaf Ma, aku capek banget, aku mau istirahat." jawab Beby Alesha dengan wajah loyo.

__ADS_1


Gadis itu sekarang butuh tidur agar staminanya kembali kuat. Besok hari senin, ia akan berangkat bekerja pagi-pagi sekali.


"Selamat malam Ma, Pa," ujar Beby Alesha kemudian benar-benar menghilang dari pandangan semua orang.


"Nak Erick, sana kamu juga istirahat. Besok kan kamu masuk kerja," seru Ibrahim dengan senyum diwajahnya.


"Iya Pa, aku ke kamar dulu ya,"


"Iya, eh kenapa sih gak ngajukan cuti, kan kamu bisa bawa Beby bulan madu," timpal Hanna ketika Erick sudah berdiri dari duduknya.


"Bebynya gak mau Ma, gak Papa, nanti juga minta diajak honeymoon." senyum Erick. Ibrahim dan Hanna saling berpandangan kemudian tersenyum lebar.


"Santai saja ya, kami tahu Beby belum bisa menerimamu tetapi kamu harus selalu mendampingi dan menjaganya," ujar Ibrahim sembari menepuk bahu sang menantu.


"Iya Pa, baik aku masuk ke kamar dulu, takutnya aku gak bisa lagi masuk kalau udah terlambat, hehhe," Erick tersenyum cengengesan.


"Ya, selamat berpuasa ya Rick, pandang aja dulu udah halal kok," tawa Ibrahim menggema di dalam ruang itu dan membuat Erick semakin merasa takdir sedang mengerjainya.


"Okey, aku akan memandang sampai puas, karena sudah halal, nyentuhnya lain kali kalau yang punya mengizinkan." ujar Erick untuk memberi semangat pada dirinya sendiri.


*Tobe continued

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat update nya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2