
Setelah acara sesi foto bersama selesai, beberapa pasangan yang nampak sangat serasi itu mulai melangkah turun dari panggung pelaminan satu persatu.
Erick Bramantyo menahan tangan istrinya untuk tidak ikut turun dari panggung pelaminan itu. Ia masih ingin mengobrol dengan pasangan mempelai yang nampak sangat berbahagia itu.
Kedua pasangan pengantin adalah sahabat rasa keluarga bagi mereka berdua.
"Selamat berbahagia Roy Ratna." ucap Erick dengan perasaan tulus. Ekspresi tampak sekali di wajahnya. Mengingat bagaimana penderitaan yang dialami oleh mantan duda ini selama menikah dengan Sasa.
"Terimakasih bro, karenamu aku menemukan istri yang sangat cantik dan baik hati seperti ini," jawab Roy balas menjabat tangan sahabatnya itu.
"Doakan semoga keluarga kami seperti kalian," lanjutnya sembari tersenyum kemudian melepaskan tautan tangan mereka. Ia merengkuh pinggang sang istri dengan sangat posesif.
"Eh, jangan sampai kayak kami, Roy," timpal Erick cepat sembari tangannya ikut merengkuh pinggang Beby Alesha, sang istri. Ia bahkan tak malu mencium pipi istrinya lembut di depan pasangan pengantin baru itu.
"Eh kenapa?" tanya Roy dengan wajah bingung. Ia menatap wajah Ratna yang juga menampakkan ekspresi yang sama.
"Lama unboxingnya, hehehehe," jawab Erick sembari tertawa cengengesan.
Kedua pasangan itu langsung tersenyum lebar. Mereka ingin tertawa tetapi takut melihat wajah istri sang pimpinan perusahaan itu yang tiba-tiba berubah warna.
"Mas, awas lho," Beby langsung mencubit pinggang suaminya karena malu.
"Aaaaaa, sakit sayang," ujar Erick berpura-pura kesakitan. Beby Alesha kembali mencubit lagi karena bertambah malu.
"Gak apa-apa lama unboxingnya yang penting berkualitas," jawab Royco dengan senyum samar diwajahnya.
Pria itu tiba-tiba menyadari bahwa pernikahannya dengan Sasa yang bertahun-tahun sepertinya kurang berkualitas. Karena sampai mereka berdua berpisah, mereka bahkan belum dikaruniai seorang anakpun.
"Eh berkualitas bagaimana maksudnya Roy?" tanya Erick penasaran. Kualitas kan bisa beda-beda cara menanggapinya, begitu pikir pria itu.
"Ya masak kamu tidak mengerti sih bro," ujar Royco kemudian mengedipkan matanya sebelah yang langsung dipahami oleh Erick sebagai tanda khusus.
Beby Alesha dan Ratna saling berpandangan melihat dua pria itu. Kedua perempuan itu kemudian tersenyum malu.
Pikiran mereka berdua sepertinya dalam dimensi yang sama.
"Ratna selamat ya sayang, semoga pernikahan kalian bahagia hingga surga." giliran Beby Alesha yang memberi selamat untuk yang kesekian kalinya sembari memeluk dan mencium pipi sahabatnya itu.
"Makasih banyak Beb," jawab Ratna dengan rasa haru yang menyeruak dari dalam hatinya. Karena sahabatnya ini ia jadi bertemu dengan pria seperti Royco. Pria yang begitu baik padanya.
__ADS_1
"Selamat bermalam pertama ya Rat," bisik Beby ditelinga pengantin perempuan itu.
"Ish," wajah Ratna ia rasakan menghangat. Dan tiba-tiba merasa horor sendiri dengan membayangkan hal itu.
"Udah ya maaf kami pamit duluan, kepalaku tiba-tiba pusing," ujar Beby Alesha lagi sembari melepaskan pelukannya pada sahabatnya.
"Kamu belum makan kali, Beb, " ujar Ratna dengan wajah khawatir. Beby mengangguk. Selama berada di pesta ini, ia memang belum makan sesuatu pun. Indra penciumannya sangat tidak bersahabat dengan aroma makanan yang ada di sana.
"Pantas saja kamu pusing. Ingat lho asam lambung kamu,"
"Iya nyonya Roy, aku tahu,"
"Kamu jangan pulang kalau gak makan. Ayok makan dulu gih nanti masuk angin lho." ujar Ratna khawatir tetapi Beby Alesha hanya mengangkat tangan kanannya tanda tak berselera.
"Mas kita pulang ya," ujar Beby pada suaminya yang juga tampak khawatir setelah mendengar kalau istrinya itu belum makan samasekali.
"Kamu beneran belum makan?" tanya Erick dengan perasan bersalah dihatinya. Ia terlalu sibuk menjamu tamu-tamu VVIP hingga ia tak memperdulikan istrinya apakah sudah makan atau tidak.
"Iya mas, gak berselera, ueeeek," jawab Beby Alesha yang kemudian merasakan perutnya mual sampai ingin muntah di panggung pelaminan itu.
"Rick, bawa cepat ke sofa yang disana itu. Kasihan istrimu," seru Royco dengan wajah panik.
Erick Bramantyo langsung menggendong istrinya ala bridal style ke bawah panggung karena tubuh Beby melemas dengan wajah pucat.
Royco dan juga Ratna ikut turun dari panggung pelaminan dengan wajah panik. Semua tamu dan keluarga yang masih ada di tempat acara langsung mengerubungi mereka berdua.
"Pak, Beby kenapa?" tanya Eka saat sudah berada disamping perempuan cantik yang sedang tak sadarkan diri itu.
"Aku tidak tahu, tiba-tiba aja pingsan begini." Jawab Erick Bramantyo dengan tangan terus menepuk pelan wajah istrinya yang semakin memucat.
"Ada yang punya minyak kayu putih atau aromaterapi gitu gak?" tanya Eka pada semua orang yang berkerumun itu.
"Ini mbak Eka," ujar seorang gadis dari keluarga tuan rumah. gadis itu menyerahkan minyak aromaterapi yang langsung diambil oleh Eka dan menyapukannya di hidung sahabatnya.
"Jack? Mana Jack?!" seru Erick mencari asistennya itu.
"Iya pak," jawab Jack Andrian dengan sigap.
"Siapkan mobil sekarang juga!" Titah Erick sembari mengangkat tubuh istrinya itu segera keluar dari ballroom hotel itu.
__ADS_1
Tubuh Beby Alesha yang belum sadar meskipun sudah diberi minyak aromaterapi. Semua orang tampak sangat khawatir.
Jack Andrian dan Eka berlari mendahului mereka berdua untuk segera mengambil mobil. Anny dan Hany ikut berlari di belakang mereka. Sedangkan Ratna yang ingin ikut ditahan oleh suaminya.
"Kita tunggu kabarnya di sini sayang, mana mungkin kita ke Rumah Sakit dengan kostum seperti ini." ujar Royco memberi alasan. Ratna akhirnya menurut meskipun sedang sangat khawatir dengan sahabatnya itu.
"Fadhil mau kemana kamu?!" tanya Rahmah Salam pada putranya yang juga ingin mengikuti langkah Anny keluar dari balll room hotel itu.
"Aku mau ikut ke Rumah Sakit Ma, nyonya Bramantyo kan bos aku juga di Perusahaan," jawab Fadhil Akifah sembari melangkah dengan cepat meninggalkan mamanya.
Rahmah Salam tidak tinggal diam. Ibu sosialita itu mengikuti langkah putranya sampai mereka berada di lobi hotel itu.
"Kamu berutang satu penjelasan padaku Fadhil!" ujar mamanya dengan pandangan mata tajam.
"Iya Ma, nanti aku jelaskan.Tapi sekarang keadaan lagi genting Ma," jawab Fadhil Akifah dan segera meninggalkan mamanya. Ia berusaha mengejar langkah istrinya agar ikut dengannya di mobilnya sendiri.
"Ann! ikut sama aku!" teriaknya keras karena melihat istrinya itu sudah mau naik ke mobil yang dikemudikan oleh Yudhistira yang juga sudah bersiap ke Rumah Sakit.
"Ah iya mas," jawab Anny kemudian membatalkan langkahnya menaiki mobil yang ada Hany di atasnya. Mobil itu dengan cepat meninggalkan mereka ke Rumah Sakit.
"Tunggu ya, aku ambil mobil dulu," ujar Fadhil Akifah kemudian segera berlari ke arah Valet untuk mengambil mobilnya sendiri.
Sementara itu, Erick segera menghubungi Ibunya untuk memberi tahu keadaan istrinya sekarang ini. Ia tidak mau menghubungi Ibrahim karena tahu riwayat penyakit jantung sang papa mertua.
"Assalamualaikum ibu, kami sekarang menuju Rumah Sakit karena tiba-tiba Beby tidak sadarkan diri."
"Ya Allah, kenapa bisa Erick? kamu tidak menjaga istrimu dengan baik ya?" omel Ratih karena kaget akan berita yang disampaikan oleh putranya itu.
"Ibu doakan saja semoga menantimu baik-baik saja, Assalamualaikum."
Ratih menatap layar ponselnya dengan perasaan khawatir. Ia segera mengganti pakaiannya dan meminta sopir panti asuhan untuk membawanya ke Rumah sakit.
"Eh, anak nakal itu bahkan tidak memberitahuku ke rumah sakit mana sekarang pergi." ujarnya dengan nada bingung.
"Apa aku hubungi ibu Hana saja ya?" akhirnya ia pun menghubungi besannya itu dengan perasaan campur aduk.
Lama ia menghubungi nomor besannya itu tapi tak juga tersambung. Akhirnya ia pergi mengambil air wudhu dan mengajak semua penghuni panti asuhan itu untuk berzikir dan berdoa, semoga menantunya baik-baik saja.
*Tobe continued
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍