Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 80 BSWW


__ADS_3

Erick Bramantyo menatap istrinya yang sedang bergerak tak nyaman di sampingnya.


Perempuan cantik itu bahkan sudah membuka semua kancing depan kemejanya. Dan berhasil memperlihatkan bra berenda yang sangat tipis.


Perempuan cantik itu mengumpulkan rambut panjangnya kemudian mencepolnya ke atas dan mulai mengipas lagi dengan tangannya. Mata bulatnya menatap dirinya dengan sayu.


"Oh sh*itt!" Erick Bramantyo mengumpat karena dirinya kini merasakan seperti sedang berada dalam dimensi lain.


Dengan cepat ia menghubungi Jack Andrian agar membawa Taro Ke kantor Polisi. Ia tak bisa membayangkan bagaimana jadinya kalau niat pria itu terlaksana pada istrinya. Maka ia pastikan tangannya sendiri yang akan membunuh pria itu.


"Tolong aku Rick, ini sangat tidak nyaman, aku.."Beby Alesha menyentuh tangan kiri suaminya yang bebas dari kemudi.


Erick Bramantyo merasakan seperti terkena aliran listrik hanya karena sentuhan ringan dan tatapan sayu istrinya. Ia tahu kalau Beby Alesha pasti sedang dalam pengaruh obat dengan dosis tinggi sekarang.


Sungguh ia ingin menolong istrinya sekarang juga tapi apa iya, ia akan melakukannya di dalam mobil. Padahal ini yang pertama buat mereka berdua. Yang seharusnya dilakukan ditempat yang indah, privat, dan juga steril.


Dengan kecepatan penuh ia membawa mobilnya itu ke arah rumah pribadinya yang kebetulan berada tidak jauh dari tempat itu.


"Erick, tolong aku, plis," pinta Beby Alesha lagi dengan suara yang begitu tersiksa sembari mengelus lembut paha suaminya. Erick semakin frustasi, ia yakin sepertinya ialah yang berada dibawah pengaruh obat itu sekarang. Karena dirinya lebih ingin menerkam istrinya sekarang juga.


"Sabar Beb, sabar sayang, bentar lagi kita sampai," ujarnya sembari balas mengelus lembut wajah istrinya itu dengan tangan kirinya.


Ciiit


Mobil itu sampai di depan rumahnya pas Beby Alesha melepaskan semua pakaiannya.


"Sayang," Erick mengancing kembali kemeja istrinya asal yang penting tubuh yang sangat menggoda itu tertutup dan tidak dilihat oleh para pelayan di rumahnya.


Erick menggendong istrinya ke kamarnya ala bridal style sedangkan Beby mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami. Matanya yang sayu menatap suaminya dengan penuh harap dan hasrat.


Beberapa pelayan yang begitu kaget dengan kedatangan tuan rumah hanya bisa menundukkan pandangannya tak sanggup melihat pemandangan yang begitu indah di hadapan mereka.


Sementara itu Erick mati-matian menahan dirinya untuk tidak meraup bibir yang terbuka itu yang sengaja memancingnya.


Sabar Erick kamu tidak boleh menunjukan hal yang tidak-tidak di depan pelayan. Nanti setelah sampai di kamar barulah kamu bebas melakukan apa saja. Ujarnya membatin.

__ADS_1


Erick meletakkan tubuh istrinya ke atas tempat tidur, sedangkan ia segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


Seharian ini ia menghabiskan berpuntung-puntung rokok karena marah dan kesal pada istrinya itu. untuk itulah ia ingin membersihkan mulut dan tubuhnya dari bau rokok.


Pria itu ingin mengunjungi istrinya dalam keadaan bersih dan segar. Karena ini adalah yang pertama buat mereka dan itu harus spesial.


"Erick!" panggil Beby Alesha kepada suaminya dengan ekspresi yang sangat tersiksa. Tangannya dengan lincah membuka semua pakaian yang melekat pada tubuhnya.


Antara sadar dan tidak ia benar-benar menginginkan satu keinginan yang ia sendiri tak tahu apa itu agar tubuhnya kembali normal.


Erick Bramantyo keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang ia lilitkan sampai kebatas pinggangnya.


Matanya benar-benar sudah dimanjakan oleh pemandangan yang sangat indah di depannya. Beby Alesha tampil polos diatas tempat tidur dengan gaya yang sangat sensual.


Sepertinya perempuan cantik itu mulai ingin memanjakan dirinya sendiri dengan mengunakan tangannya karena efek dari obat itu semakin menyiksanya.


Erick langsung menghampiri istrinya dan mengarahkannya padanya.


"Lihat aku sayang, aku suamimu. Aku yang akan menjadi penawarmu," bisik Erick dengan lembut dikuping istrinya.


Dengan cepat Erick meraup bibir istrinya lembut mengantarkan banyak rasa cinta dan rindu.


Hampir setahun perjalanan pernikahan ini dan untuk pertama kalinya Beby Alesha ia sentuh karena permintaan perempuan cantik itu sendiri.


Dan meskipun itu dibawah pengaruh obat dari orang lain, hal itu tak akan mengganggu kesyahduan peraduan mereka di atas ranjang.


"Beb," suara Erick bergetar menahan keinginannya yang sudah meluap-luap sekarang ini. Seluruh permukaan kulit istrinya sudah ia cecap dengan bibir dan juga lidahnya.


Beby Alesha menggelinjang dibawah kungkungannya menatap mata sang suami dengan sayu, ia sudah berkali-kali dibuat mendessah dan juga berteriak nikmat.


"Erick, plis..." Beby Alesha kembali melummat bibir suaminya lembut memohon dengan sangat agar suaminya memasuki inti permainan yang sebenarnya.


Ia bahkan sudah tak malu melakukan apa saja untuk membalas perlakuan suaminya dengan menggunakan seluruh anggota tubuhnya sendiri. Beby Alesha sedang berada diatas puncak sekarang ini, yang kadang dihempas berkali-kali oleh Erick dengan perlakuan yang sangat menyiksanya.


"Erick..." Beby Alesha menjambak rambut suaminya dengan keras saat bagian dari tubuh Erick yang sangat ia inginkan kini benar-benar berkunjung ke dalam tubuhnya.

__ADS_1


Ia merasakan sensasi sakit dan nikmat bercampur menjadi satu ketika sang dominan menghentak-hentak didalamnya.


"Beby sayangku, kamu nikmat sekali, aaaakh!" racau Erick Bramantyo dengan suara bergetar hebat. Ia berhasil melepaskan dan meledakkan dirinya di dalam sana berkali-kali.


Beby Alesha seperti tak kehabisan tenaga dan memiliki power yang cukup tinggi, berjam-jam ia menghadapi serangan-serangan dari suaminya yang sangat menyiksa dan membawa nikmat secara bersamaan.


Sampai kemudian mereka berdua tumbang setelah dini hari dan saling memandang dengan wajah puas.


🍁


Jack Andrian membawa Taro ke kantor Polisi setelah membuat pria itu babak belur.


"Hey siapa kamu, berani mengganggu urusanku hah?!" teriak Taro dengan emosi didadanya. Pria itu sudah cukup malu dihajar habis-habisan oleh pria asing ini dan sekarang malah dibawa lagi ke kantor Polisi.


"Kamu laki-laki pecundang, beraninya sama istri orang!" jawab Jack dengan bibir mencibir bermaksud mengejek.


"Heh, aku tidak melakukan apa-apa padanya, lalu kenapa kamu membawaku kesini!" Taro masih tak terima dengan apa yang dapatkan saat ini.


"Belum tetapi akan, aku punya banyak bukti brengsek! Dasar sepupu kurang ajar!" Jack sekali lagi ingin memberikan pelajaran karena kesal dan marah. Tetapi polisi segera merelai mereka berdua.


"Hentikan! kalau sudah sampai di Kantor Polisi maka semua masalah sudah merupakan urusan kami tak ada lagi main hakim sendiri, mengerti!" seru pak Polisi itu dengan tegas.


"Atas aduan apa ini?" tanya Polisi itu pada Jack sebagai pihak pelapor.


"Ia berusaha melakukan pelecehan seksual kepada istri orang Pak," ujar Jack sembari menatap jijik pada Taro.


"Apakah ada bukti? dan dimana sekarang korbannya?"


"Aku punya banyak bukti Pak," ujar Jack kemudian memperlihatkan beberapa gambar di dalam handphonenya.


"Kalau korbannya sekarang ini pasti sedang ditolong oleh suaminya sendiri," lanjut Jack dengan senyum samar di bibirnya. Ia yakin Bos Erick Bramantyo sedang menikmati apa yang dilakukan oleh Taro pada Nyonya muda itu.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ya gaess, like dan komentar lah minimal, kalau mau berbagi bunga dan vote juga boleh, hehehe

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2