Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 42 BSWW


__ADS_3

"Aku juga mau cari kerja ah, bosan tauk tinggal di rumah terus." ujar Anny sembari memandang Eka yang sibuk bermain game di handphonenya.


"Iya nich, aku juga bosan," jawab Beby Alesha dengan wajah yang sama dengan 2 orang temannya yang lain.


"Atau gimana kalau kita bikin jasa agen rahasia aja," ujar Eka tiba-tiba. Gadis itu lantas menaruh handphonenya ke atas nakas dan mulai memutar tubuhnya berhadapan dengan Anny dan Beby.


"Agen rahasia?" tanya Anny dengan wajah bingung.


"Kita kan sarjana ilmu Fisika, kenapa kita tidak mencari pekerjaan yang berhubungan dengan keahlian kita?" lanjutnya dengan dahi mengernyit.


"Ah gak apa-apa, menjadi agen rahasia kan bisa siapa aja gak harus dari seorang sarjana atau jurusan khusus, yang penting bisa menjadi seorang telik sandi atau mata-mata." jelas Eka dengan semangat 45.


"Lah terus kita kuliah lama sampe botak gitu gak akan kepake?"


"Yah tetap bisa dipake lah ini kan cuma sebagai pekerjaan sampingan aja, kali aja ada yang mau pakai jasa kita dan mau membayar banyak kan boleh tuh."


"Ah males, aku juga mau kerja kantoran kayak Ratna sama Hany," Anny menarik nafas panjang untuk melepaskan gundah di hatinya.


Sejak tadi pagi ia merasa tidak enak hati melihat sahabat-sahabatnya sibuk pergi ke kantor dan ia hanya duduk berpangku tangan.


"Nanti deh kita pikirkan jadi agen, sekarang kita akan jalan-jalan ke Perusahaan Papa, siapa tahu ada lowongan kerja, aku kan juga belum dapat kerja gaess."


"Oh iya, Papamu kan punya banyak Perusahaan, boleh dong kita dibantuin agar bisa masuk tanpa tes."


"Ih mana ada begitu, gak profesional dong namanya. Harus ada kualitas juga dong bukan cuma modal punya orang dalam."


"Iya deh iya, aku akan mempersiapkan diri supaya lolos dengan hasil nilaiku sendiri." ujar Eka mengalah.


"Sekarang kita mandi trus bersiap dan kita ke kantor Papa, mumpung Pak Ibrahim itu lagi ada tamu di rumah, hihihi." ujar Beby cekikikan. Ia sangat ingin mendapatkan pekerjaan tanpa bantuan dari Papanya meskipun itu adalah perusahaannya sendiri.


"Okey siap, kita berangkat. Jadi Office Girl pun aku mau yang penting gak nganggur." ujar Eka sembari berlari ke kamar mandi.


"OG?" ujar Anny dan Beby bersamaan kemudian tertawa bersama.


"Rangers Dewaani jadi OG kayaknya oke juga tuh, hahahaha."


🍁

__ADS_1


Erick Bramantyo memeluk ibunya dengan penuh haru.


"Terimakasih ibu," ujarnya dengan penuh perasaan.


"Hem," jawab Ratih singkat. Ia menepuk putranya itu dengan perasaan haru.


"Ibu tahu kamu sangat senang dengan pilihan ibu,"


"Iya ibu, aku sangat senang sampai aku merasa ingin menggendongmu keliling Monas."


"Jangan berlebih-lebihan Erick, kamu mau membuat punggung ibumu ini patah?"


"Hahahaha ibu, aku sayang padamu,"


"Iya ibu tahu itu, tapi ibu ingin berpesan agar kamu tidak menyentuh Alesha sampai ia yang menginginkanmu."


"Apa? apa aku tidak salah dengar ibu?" tanya Erick sembari meraih dua bahu Ratih sang ibu.


"Iya nak, itu adalah permintaannya ketika ibu melamarnya untukmu."


"Lalu bagaimana dengan cucu yang kamu inginkan ibu, apa aku harus melakukannya dalam mimpi?"


"Ibu kamu suka sekali memukulku." gerutu Erick sembari mengelus lengannya yang kena pukulan ibunya.


"Mikir sendiri bagaimana caranya, dasar! lulusan luar negeri tapi yang seperti itu saja tidak becus!" ujar Ratih kemudian meninggalkan putranya itu yang pusing dengan perjanjian pranikah itu.


Apa mungkin ia bisa bertahan padahal hanya dengan melihat gadis itu memakai pakaian yang cukup terbuka seperti tadi ia sudah hampir gila.


"Ibu, kamu sengaja ya memberi yang aku inginkan tetapi malah membuatku menderita seperti ini."


"Mikir sendiri, bersyukurlah karena gadis itu mau menikah denganmu dan ya itu karena ia tak tahu kalau putraku itu adalah kamu,"


"Ya ampun ibu, perumpamaan apa yang cocok dengan masalahku ini." ujar Erick sembari meraup wajahnya kasar.


Setelah ibunya tak tampak lagi ia lalu berdiri dari duduknya dan meraih kunci mobilnya. Hari ini ia putuskan untuk menyambangi Perusahaan milik Ibrahim yang katanya diserahkan untuk dikelola olehnya sampai Beby putrinya cukup bisa memimpinnya.


"Ibu, aku berangkat ya, Assalamualaikum." ujarnya dengan nada suara agak keras agar sang ibu mendengarnya dari dalam dapur Panti.

__ADS_1


"Waalaikumussalam warahmatullahi, hati-hati Erick!" balas sang Ibu yang ternyata sudah mulai sibuk menyiapkan makan siang untuk anak-anak penghuni Panti yang sedang belajar di Pendopo belakang.


Erick Bramantyo melajukan mobilnya ke arah Perusahaan PT. IBR Tbk. dengan perasaan senang luar biasa.


"Beby Alesha Ibrahim, ya ampun bisa-bisanya ya nasib baik mempermainkan hatiku selama ini," ujarnya ditengah-tengah macetnya jalanan siang itu.


Tanpa sadar ia tersenyum sendiri dengan kesalahan pahaman yang mereka semua alami.


Bayangan Ibrahim dan Hanna yang begitu kaget akan kedatangan dirinya melamar Beby bersama ibunya membuatnya tertawa tiba-tiba.


"Oh ya ampun, perbuatan baik apa yang pernah kulakukan hingga Tuhan membalasku dengan sangat manis seperti ini." Ia terus bermonolog dengan dirinya sendiri sampai mobil yang dikendarainya tiba di sebuah Perusahaan yang bergerak di bidang industri itu.


"Wow, rupanya besar juga ya, ini pasti kantor Pusatnya dan yang aku tahu kantor cabangnya ada dimana-mana di seluruh negeri ini."


Ia pun membawa mobilnya ke tempat parkir dan bersiap masuk ke Perusahaan itu sebagai tamu dan melihat-lihat dulu kondisi tempat itu.


Sementara itu di dalam loby Perusahaan.


"Beb, ternyata di sini lagi ada lowongan kerja, tuh lihat!" ujar Eka dengan wajah berbinar saat melihat sebuah pengumuman dalam bentuk Iklan pendek di wall Perusahaan.


"Tapi kok aku gak lihat di sosmed ya, biasanya kan perusahaan besar kayak gini sering kasih info lowongan pekerjaan di sana atau di media cetak." jawab Beby sembari melangkah kearah papan pengumuman itu.


"Eh, OB dan OG beneran," ujar Eka sembari menutup mulutnya kaget.


"Apa mungkin kata-kataku di dengar malaikat tadi ya?" bisik Eka sembari mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru Lobby. Ia takut ada yang mendengarkan ucapannya.


"Kita coba aja yuk, jadi pengalaman kan asyik." ujar Beby dengan semangat di wajahnya. Ia lupa kalau sebenarnya dialah pemilik perusahaan itu.


"Hayuk deh, kamu aja yang putri Sultan dan pemilik perusahaan ini mau jadi OG apalagi aku yang cuma bubuk rengginang." ujar Eka masih dengan suara pelannya.


"Mau gak Anny? belum ada pendaftar lho ini, masih fresh. Mumpung kita ada di sini kita daftar yuks." Eka menatap Anny yang masih tidak percaya seorang sarjana seperti dirinya akan menjadi Office Girl.


"Baiklah, semoga kita langsung bisa jadi Presdir setelah ini," jawabnya dengan wajah memelas lucu.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya ya, 😍

__ADS_1


Like dan komentar dong supaya aku semangat.


__ADS_2