Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 127 BSWW


__ADS_3

Randy nampak sangat bahagia karena ia bisa menjadi pasangan Eka Setiawati menghadiri resepsi pernikahan sahabat gadis itu. Tapi tidak bagi Jack Andrian. Pria itu serasa ingin menghancurkan semua yang ada dihadapannya ketika melihat kekasih hatinya sedang bersama laki-laki lain.


Sejak berangkat dari rumahnya Randy sudah bertekad akan mengungkapkan perasaannya saat waktunya sudah tepat. Dan ketika Eka memberinya kesempatan untuk itu, tak ditunda-tunda lagi ia pun mengungkapkan perasaannya.


"Ka, aku ingin membicarakan sesuatu padamu," ujar Randy pada gadis cantik bergaun hijau lumut itu.


"Bicaralah Ndy, aku mendengarkan," jawab Eka sembari mengaktifkan handphonenya yang ternyata sedari tadi dinonaktifkan selama berada di resepsi pernikahan Anny sahabatnya.


"Bentar ya Ndy, aku baru lihat kalau ada panggilan berkali-kali dari Pak Erick bos aku. Mungkin ada yang penting kali," Eka memotong pembicaraan Randy yang nampaknya sudah nampak sangat serius.


"Iya, kamu hubungi saja lagi. Pasti penting. Aku siap nunggu kok," ujar Randy dengan sabar. Eka pun tersenyum kemudian segera menghubungi balik nomor Erick Bramantyo, sang Bos.


"Assalamualaikum Pak, aku lihat ada panggilan bapak berapa kali gitu, ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Eka saat sambungan teleponnya sudah terhubung.


"Waalaikumussalam warahmatullahi. Eka, aku sama Beby ada di rumah Sakit nih, kamu bisa datang sekarang gak?"


"Apa terjadi sesuatu pada Beby Pak?" tanya Eka khawatir. Kepalanya sudah membayangkan yang tidak-tidak.


"Tidak, Beby baik-baik saja kok, kamu kesini ya?"


"Oh iya Pak, Tapi Rumah Sakit mana ya?"


"Pertamina, kami masih ada di UGD, sekarang ini, kamu cepetan ya."


"Iya Pak, saya akan segera kesana." jawab Eka dan segera memandang wajah Randy yang nampak penasaran dengan apa yang dibicarakan Eka dengan Bosnya sampai gadis itu nampak sangat khawatir.


"Ndy, maaf ya, aku harus ke Rumah Sakit Pertamina sekarang, Bos aku dan istrinya sedang menungguku di sana." ujar Eka kemudian segera meraih tas tangannya yang ia simpan di atas meja.


"Aku antar kamu," ujar Randy sembari meraih kunci mobilnya.


"Gak ngerepotin nih?" tanya Eka tidak enak hati, apalagi ini sudah sangat larut.

__ADS_1


"Aku yang akan repot Ka, kalau kamu pergi sendiri malam-malam begini, ayo cepat. Semoga tidak ada hal yang buruk ketika kita sampai nanti di sana."


"Aamiin, tapi hatiku tiba-tiba was-was lho. Gak biasanya Pak Erick menghubungi aku seperti itu."


"Berdoa saja semoga semuanya baik-baik saja," ujar Randy berusaha menenangkan gadis yang tampak sangat khawatir itu.


Tak lama kemudian mereka berdua sampai di Rumah Sakit itu dan dijemput oleh Erick Bramantyo dan juga Beby Alesha di depan UGD.


"Beb, Pak? siapa yang masuk UGD?" tanya Eka dengan wajah bingung sekaligus penasaran.


"Jack," jawab Erick Bramantyo singkat. Seketika tubuh Eka mematung dengan wajah pucat. Ia tak tahu harus mengatakan apa tapi air mata yang kembali membobol pertahanan dirinya kembali tumpah.


"Ek, yang sabar ya, meskipun Jack sudah melakukan hal buruk padamu, tolong maafkan dia ya," ujar Beby Alesha kemudian memeluk gadis itu yang menangis dalam diam. Eka mengangguk sembari menyusut airmatanya dengan punggung tangannya.


"Bagaimana keadaannya Pak?" tanya Eka dengan suara bergetar.


"Belum sadarkan diri," jawab Erick kemudian menarik nafasnya berat. Eka merasakan tubuhnya lemas dan hampir terjatuh di lantai dingin Rumah sakit itu tetapi Randy dan juga Beby dengan cepat menangkap tubuh gadis itu.


"Anda Randy yang temenin Eka tadi ya?" tanya Beby Alesha pada pria yang membantu sahabatnya itu.


"Iya, saya teman kuliahnya dulu di FMIPA."


"Oh iya, terimakasih ya karena sudah ngantar Eka kesini," ujar Beby Alesha dengan senyum diwajahnya. Erick Bramantyo langsung meraih pinggang istrinya karena tidak suka kalau Beby berbicara dengan pria lain.


"Apa yang jadi korban kecelakaan ini keluarganya Eka?" tanya Randy penasaran. Erick dan Beby saling berpandangan sementara Eka masih menangis dalam diam.


"Eka sangat kenal baik dengan orang ini meskipun hubungan mereka sedang tidak baik saat ini," jawab Erick sembari menatap pintu UGD itu.


"Masuklah Ek, siapa tahu dengan mendengar suaramu Jack bisa sadar," lanjut Erick dengan perasaan campur aduk.


"Tidak Pak, aku tak punya hak untuk kak Jack, ia punya seorang istri yang seharusnya mendampinginya disaat-saat seperti ini." jawab Eka dengan menggeleng-gelengkan kepalanya tetapi tangisnya tetap tidak berhenti.

__ADS_1


"Eka, Jack sudah menceritakan semuanya pada kami sebelum kecelakaan itu terjadi, dan ia ingin minta maaf padamu tapi kamu tidak pernah memberinya kesempatan," ujar Erick dengan nada sendu.


Jack Andrian yang selama ini bekerja padanya sejak pria itu masih sangat muda. Ia dititipkan oleh ibunya pada Erick untuk mendapatkan bimbingan agar kelak bisa sukses. Dan ia tahu betul karakter asistennya itu. Anak yang pernah di didik dalam sekolah agama tidak mungkin melakukan hal-hal yang dilarang.


Eka mendongak dan menatap wajah bos sekaligus suami dari sahabatnya itu.


"Aku sudah memaafkannya Pak, tidak apa kalau kami tidak berjodoh yang penting Kak Jack sembuh, huaaaaa," Eka kembali menangis. Bayangan ketika Ibunya yang juga meninggal karena kecelakaan kini semakin membuat hatinya tercabik-cabik.


"Jack hanya menutupi aib keluarganya. Jihan hamil bukan karena dirinya tetapi ia terpaksa menikahinya untuk status anak itu," jelas Erick dengan wajah sedihnya.


Eka memukul dadanya yang terasa semakin sesak. Gadis itu meraung dengan keras karena tak mampu lagi menahan sedih dan penyesalannya pada Jack Andrian.


"Boleh aku masuk menemuinya?" tanya Eka pada Beby Alesha dan juga Erick Bramantyo.


"Masuklah, katakan padanya kalau kamu memaafkannya Ek. Lama ia menderita dengan penyesalan dihatinya karena tidak bisa memenuhi janjinya padamu." Eka mengangguk dan segera melangkah ke dalam ruang UGD.


Eka menyusut kembali airmatanya dan segera menghampiri ranjang dimana Jack Andrian berbaring dengan tenang dengan kondisi yang sangat mengenaskan.


"Kak Jack, kamu tega menanggung penderitaan itu sendiri," ujar Eka sembari menyentuh wajah tampan yang sangat dicintainya itu.


"Aku minta maaf, karena tidak mau mendengarkan penjelasanmu kak."


"Aku janji tidak akan dekat dengan pria lain tapi kamu harus bangun atau aku benar-benar menikah dengan orang lain."


"Masih ingat tidak, waktu pertama kali kita bertemu, kamu jadi cleaning servis di Rumah Sakit, dan aku sudah langsung suka padamu," Eka terus berbicara sampai ia tertidur karena lelah.


Gadis itu menaruh kepalanya diatas ranjang disamping tubuh pria yang masih tidak sadarkan diri itu.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2