Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 49 BSWW


__ADS_3

Sesuai urutan acara yang disusun oleh Event Organizer, acara pertama pagi itu adalah pengajian, zikir dan doa dengan harapan semoga pernikahan ini diberkahi oleh Allah S.W.T berikut restu dari semua orang yang hadir pada kesempatan itu.


Setelah itu baru akan dilanjutkan dengan Akad nikah yang akan dilaksanakan di rumah kediaman Ibrahim sendiri.


Setelah itu resepsi akan dilanjutkan di sebuah Hotel mewah berbintang 5 di daerah Jakarta.


Semua anggota keluarga besar Ibrahim dan Hanna sudah berada di tempat acara, yakni sebuah ruangan luas yang sudah disulap menjadi ruangan yang sangat mewah dan elegan.


Kasak kusuk nampak terdengar di dalam ruangan yang akan difungsikan sebagai tempat pengucapan ijab kabul atau janji suci pernikahan itu ketika rombongan mempelai pria sudah tiba di ruangan itu.


Beberapa anggota keluarga Ibrahim sudah mulai berbisik-bisik dengan nada sarkas dan juga tak enak didengar.


"Oh, ternyata anak yatim itu ya yang akan menjadi menantunya Kak Ibra,"


"Iya, kok bisa sih, kayak gak ada orang lain aja."


"Asal usul gak jelas begitu."


"Ini maksudnya apa sih, kita gak dimintai pertimbangan dulu, secara kita kan keluarga juga." mereka semua saling bersahut-sahutan merasa sangat kecewa dengan apa yang mereka saksikan sekarang ini.


Mereka sungguh tidak setuju jika Erick Bramantyo yang menjadi menantu dikeluarga besar mereka yang kaya raya.


Seorang anak yatim dari keluarga yang kurang beruntung itu rasanya tak pantas menjadi pendamping Beby Alesha, putri tunggal pewaris semua kekayaan Ibrahim yang terkenal sangat banyak itu.


"Kenapa tidak kamu gagalkan saja sih pernikahan ini dari awal, bukannya kamu mau Taro yang jadi suaminya Beby, kak?" ujar Linda adik kandung dari Ibrahim itu.


Perempuan yang sedang mengobrol dengannya itu menarik nafas kesal. Perjodohan antara Beby dan Taro sudah lama ia niatkan sejak anak-anak itu masih kecil dengan harapan Taro lah yang akan memimpin Perusahaan besar milik Kakaknya itu tetapi ternyata semuanya sudah terlambat.


Kakak pertamanya itu ternyata mempunyai rencana lain. Dan malah melempar putrinya sendiri pada seorang yatim yang miskin.


"Ini tak boleh dibiarkan!" geramnya sembari mengepalkan tangannya di kedua sisi tubuhnya.


🍁


Sementara itu di dalam kamar sang pengantin.

__ADS_1


"Kamu cantik banget Beb sayang, " ujar Hany dengan pandangan berbinar takjub. Wajah pengantin perempuan itu tampak sangat bersinar dengan aura yang sangat memikat.


"Aslinya kan memang cantik jadi dipoles sedikit saja sudah tambah gak bisa berkedip deh," lanjut Ratna dengan senyum merekah di wajahnya.


"Kalian semua juga cantik kok, kayak bidadari baru turun dari langit," ujar Hanna sang mama pengantin.


"Makasih banyak Tante pujiannya, semoga kita semua juga segera nyusul Beby," timpal Eka dengan penuh harap.


Gadis itu juga tiba-tiba menghayalkan menjadi pengantin saat melihat seseorang yang sangat ia sukai di tempat ini juga.


Dadanya sedari tadi berdebar melihat Jack Andrian di depan sana bersama rombongan mempelai laki-laki.


Tetapi ada yang hampir membuatnya pingsan di tempat adalah bahwa pengantin laki-laki yang ia lihat turun dari mobil dan melangkah masuk bersama Jack adalah Erick Bramantyo salah satu pimpinan tertinggi di Perusahaan tempatnya bekerja sebagai Office Girl.


"Rahasiakan ini pada Beby ya, biarkan akad nikah berjalan dengan lancar, " bisik Hanna disampingnya ketika ia megap-megap tak percaya dengan penglihatannya.


"Iya Tante," jawab Eka gugup dengan debaran di dada yang semakin membuatnya sudah bernafas.


"Oh ya ampun," gumamnya dengan nada pelan ketika ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah dimana ada foto prewedding antara Erick Bramantyo dan Beby Alesha sahabatnya dalam bingkai-bingkai foto yang sangat indah dan bagus.


"Kalian di sini aja ya temani pengantinnya. Tante akan berada di luar karena acara ijab kabul akan segera dimulai."


"Iya Tante, kami akan temani sahabat kita yang super cantik ini sampai ia sudah sah menjadi istri pangeran tampan di luar sana." jawab Hany sembari menggenggam tangan Beby yang tiba-tiba berkeringat dingin.


"Beb, kamu baik-baik aja kan? Kok tangan kamu dingin begini sih."


"Kamu gak akan pingsan kan, kalau tahu suamimu itu orang tua dan jelek?"


"Ih kalian apaan sih, ngomong lagi aku lempar nih." ujar Beby dengan berpura-pura kesal.


"Habisnya tangan mu dingin banget sih kayak takut dan nervous begitu deh,"


"Ya emang nervous lah, ini kan pernikahan betulan dan aku bahkan belum lihat calon suamiku." jawab Beby sembari memandang wajahnya di cermin.


"Kalian ada yang lihat gak kayak gimana calon suamiku?" tanya Beby Alesha tiba-tiba ingin tahu padahal selama ini ia berusaha menghindari percakapan tentang calon suaminya di depan Papa dan Mamanya. karena ia sendiri tidak tertarik dengan ini semua dan juga ia hanya ingin membantu Ibu Ratih saja .

__ADS_1


"Aku belum lihat soalnya tamu diluar banyak banget Beb, tapi Eka tadi sempat lihat kok, iyakan Ek?"


"Eh, iya eh tidak." Jawab Eka gugup.


"lho kok kamu gugup sih? Apa calon suamiku tua dan mengganggu matamu Ek?"


"Eh, tidak nanti kamu lihat sendiri aja, yang aku lihat sih Jack Andrian lebih tampan dari calon suamimu itu, puas?"


"Hahahaha, sudah pastilah dimatamu cuma Jack seorang yang paling tampan." Anny tertawa terbahak-bahak sampai air matanya keluar dari sudut-sudut matanya.


"Hush diam, sepertinya ijab kabulnya udah hampir dimulai, suara Master of Ceremony sudah menyerahkan kesempatan kepada pak Penghulu untuk berbicara. Kalian diam dulu kita dengarkan baik-baik."


Semua orang baik di dalam kamar maupun yang ada di luar mulai diam dan khusuk mendengarkan apa yang akan diucapkan oleh bapak penghulu itu.


Beby Alesha ikut mendengarkan dengan debaran jantung yang cukup menyiksanya.


Berkali-kali ia menarik nafas mencoba untuk menenangkan hatinya yang semakin merasakan sesuatu yang tidak ia kenali perasaan apa itu.


"Beb, santai dong ah," tegur Ratna sembari menggenggam tangan sahabatnya itu.


"Hush!!!!" semua orang menaruh jarinya didepan bibir mereka meminta Ratna untuk diam. Gadis itu hanya tersenyum cengengesan sedangkan Beby merasakan dirinya membeku.


"Ananda, Ucapkan istighfar dan bacalah dua kalimat syahadat nak." ujar pak penghulu kepada mempelai.


Dengan menarik nafas panjang, Erick Bramantyo mengucapkan istighfar berkali-kali kemudian disusul dengan membaca dua kalimat syahadat.


"Asyhadu anlaa ilaaaha illallahu wa asyhadu Anna Muhammadarrosulullah." ujar Erick menirukan suara pak penghulu itu.


Setelah mempelai pria mengucapkan dua kalimat syahadat, acara diambil oleh Ibrahim yang akan menikahkan putrinya sendiri dengan pria pilihannya itu. Pria itu menjabat tangan sang mempelai lalu mulai mengucap,


"Ananda Erick Bramantyo saya nikahkan putriku Beby Alesha Ibrahim binti Ibrahim dengan engkau yang mana engkau membayar mahar sebesar satu unit rumah karena Allah..."


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2