Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 126 BSWW


__ADS_3

Dian Pelangi membayangkan pasangan Erick Bramantyo dan juga Beby Alesha yang tampak sangat bahagia beberapa jam yang lalu.


Dengan wajah marah ia melempar tas tangannya ke atas meja di hadapannya hingga menimbulkan suara yang cukup mengganggu bagi sekelilingnya.


Perempuan cantik itu telah bertemu kedua pasangan bahagia itu di Pesta pernikahan Fadhil Akifah beberapa jam yang lalu.


Perempuan cantik yang baru saja berstatus janda itu sungguh tidak rela kalau mantan kekasihnya bahagia bersama istrinya.


"Yan ada apa sih? sejak di pesta tadi kok kamu masam terus," tegur Fanta Ricola sahabatnya. Mereka berdua baru saja menghadiri resepsi pernikahan Fadhil Akifah dan juga Anny Ahnisar. Dan sekarang mereka berdua sedang berada di sebuah Cafe.


"Aku jengkel dan kesal banget sama Erick," jawab Dian masih dengan wajah masamnya. Fanta terdiam. Ia tahu Erick dan Dian adalah mantan kekasih. Tetapi saat ia tahu kalau Dian meninggalkan Erick, gadis itu berpikir ia bisa menggantikan posisi sahabatnya di hati Erick tetapi ternyata tidak.


Pria itu malah kepincut oleh gadis ingusan seperti Beby Alesha yang sangat Fanta benci.


"Keselnya kenapa? cerita aja soalnya aku juga kesel sama bos aku itu." ujar Fanta Ricola dengan wajah ikut-ikutan masam.


"Mereka kok bisa tetap bahagia ya, padahal aku sudah mengirimkan banyak kenangan masa lalu aku sama Erick pada istrinya itu."


"Ah yang benar kamu?" tanya Fanta tertarik. Gadis itu duduk menegakkan punggungnya dan ingin mendengar cerita selanjutnya dari Dian Pelangi.


"Iya Fan, aku ingin istrinya cemburu dan berakhir bertengkar kemudian bercerai karena aku yakin perasaan Erick padaku masih sama," jawab Dian dengan senyum licik diwajahnya. Fanta Ricola langsung tersenyum mencibir.


"Heh, kamu sudah lama ditendang dari hatinya. Aku aja yang selalu berusaha mengambil hatinya malah tidak pernah berhasil," geram Fanta kesal.


"Jadi kamu mau merebut Erick dariku ya Fan? tega benar kamu sebagai sahabat." ujar Dian dengan pandangan mata tajam pada Fanta sahabatnya.


"Lha kamu kok kemaruk banget sih Yan, udah ditinggalkan dan kabur sama selingkuhanmu itu kini mau balik lagi, dasar!"


"Kamu gak mau aku juga bisa menikah ya? merasakan jadi seorang istri?" tanya Fanta Ricola pada Dian yang tiba-tiba diam.


"Tentu saja aku mau kamu juga menikah tetapi tidak dengan Erick Bramantyo. Karena pria tampan itu harus kembali jadi milikku. Karena aku tidak bahagia sama si brengsek Tio itu, makanya aku ingin mengambil Erick lagi." Fanta Ricola mendengus.

__ADS_1


Gadis itu tak menyangka ada orang yang berhati sangat jahat seperti Dian sahabatnya. Bahkan untuk dia sendiri pun tak pernah mau memberinya meskipun sedikit.


"Pokoknya aku tidak suka kalau Erick bahagia titik." Dian memukul kembali meja di hadapannya. kemudian ia melanjutkan,


"Kalaupun Erick tak bisa kuambil kembali, setidaknya ia tidak boleh jadi milik orang lain dan lebih bahagia dariku." tegasnya dengan wajah mengeras.


"Kamu kok kejam banget sih Yan, gak nyangka loh aku."


"Kamu bilang aku kejam Fan? Aku hanya tidak mau ada yang lebih dariku." ujar Dian dengan wajah yang tiba-tiba berubah sendu. Perempuan itu tanpa sadar menangisi nasib pernikahannya sendiri.


"Aku sudah lama menderita dengan Tio. Pria itu ternyata tidak pernah mencintaiku. Ia selalu melakukan tindakan kekerasan padaku dan kamu tahu? Tio bilang padaku kalau cinta pertamanya tidak pernah ia lupakan." Janda cantik itu menangis sejadi-jadinya.


Fanta sekali lagi menarik nafas berat. Ia tidak tahu harus berkata apa. Apakah ia harus gembira atau bersedih dengan kejadian yang menimpa sahabatnya ini.


"Bagaimana kalau kita bekerjasama menghancurkan keluarga Erick, Fan?" tanya Dian dengan ide buruk yang tiba-tiba muncul di dalam otaknya.


" Kamu gila ya? apa salah Erick padamu? kenapa kekurang beruntunganmu malah kamu balaskan pada dia?" Fanta Ricola semakin bingung dengan apa yang ada di kepala sahabatnya itu.


Memang benar kalau ia sakit hati pada Erick Bramantyo dan juga Beby Alesha tetapi ia belum pernah berpikir untuk menghancurkan hubungan mereka itu.


"Ya ampun, kok bisa kebetulan banget sih," ujar Fanta Ricola dengan wajah kaget dan tidak percaya.


"Iya, kebetulan yang sangat menyakitkan. Andai aku tidak jatuh pada pesona Tio saat itu, aku pasti sangat bahagia dengan Erick saat ini. Aaaaa...' Dian berteriak dan menangis sejadi-jadinya.


"Dan aku semakin membenci mereka semua. Aku sangat membencinya Fan," Dian menangis tersedu-sedu dan sekali lagi Fanta kembali bingung.


"Maaf Yan. Aku tidak ingin terlibat dalam masalah sakit hatimu karena itu adalah kesalahanmu sendiri. Aku permisi," ujar Fanta Ricola kemudian meninggalkan tempat itu.


"Fanta! jangan pergi! kamu tega padaku huaaaa..." teriak Dian dengan suara keras. Ia sepertinya sudah kehilangan rasa malu dalam dirinya. Ia berteriak-teriak dan menangis seperti orang kesurupan.


Fanta pergi dan tidak ingin menoleh. Hati kecilnya mengatakan, sahabat gila seperti itu harus dihindari sebelum ikut membuatnya jadi gila.

__ADS_1


"Taksi!" panggilnya pada sebuah mobil yang sedang lewat di hadapannya tetapi kendaraan umum itu tidak berhenti. Akhirnya ia hanya bisa berdiri di sana sambil merenung dalam diam.


Balasan kebaikan pasti kebaikan dan begitupun sebaliknya, mulai sekarang aku harus melapangkan dadaku untuk melihat pak Erick Bramantyo bahagia dengan istrinya.


"Mbak Fanta ya?" tegur seorang pria dari arah belakangnya.


"Eh iya, anda siapa?" tanya Fanta Ricola dengan senyum diwajahnya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia bisa tersenyum ramah pada orang lain. Mungkin karena hatinya sudah mulai bisa menerima keadaan.


"Aku pernah jadi klien di kantor mbak Fanta."


"Oh ya? maaf sepertinya aku lupa," jawab Fanta ramah.


"Iya mbak, aku maklum kok, pasti karena kantor mbak Fanta itu besar dan selalu menangani kasus yang banyak dengan orang-orang yang berbeda, jadi pantas sih,"


"Eh iya maaf ya," jawab Fanta tidak enak hati.


"Kalau gitu, boleh aku memperkenalkan diriku mbak?" tanya pria itu dengan sopan. Fanta sekali lagi tersenyum. Dalam hati ia merasa bahwa pria ini sangatlah ramah dan juga menarik.


"Aku Haikal, masih single dan sekarang sedang mencari calon istri," Fanta langsung tertawa dengan candaan pria itu padanya.


"Candanya lucu dan menghibur. Aku Fanta Ricola juga sedang mencari calon suami, hehehe, udah nyambung belum?"


"Wah kebetulan yang sangat bagus. Aku suka." ujar Haikal dengan senyum diwajahnya. Pria itu sudah lama tertarik kepada perempuan cantik dan Seksih itu sejak kasus pidananya di tangani di kantor EB & Partners.


"Dan sekarang aku sedang ingin membawa seseorang di mobilku, kalau mbak Fanta tidak keberatan aku bisa antar sampai di rumah."


"Wah, kamu ramah dan pintar mencari perhatian, baiklah. Aku mau," ujar Fanta Ricola dengan senyum lebar diwajahnya. Wajah yang selama ini selalu tampak kaku dan juga membosankan karena tidak pernah bahagia.


Fanta merasakan hari ini adalah hari yang terindah buatnya. Dan ia berjanji untuk membuka hatinya pada orang lain.


*Tobe continued

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2