
"Mas, mereka pada sibuk apa sih, sampai lupa berfoto-foto sama kita?" tanya Ratna sembari memandang sahabat-sahabatnya di bawah sana.
Perempuan cantik yang sedang menjadi ratu sehari itu tampak kesal karena para Ranggers sepertinya sibuk sendiri dan mengabaikannya sebagai pengantin.
"Biarkan saja sayang, hari ini kan milik kita berdua jadi kita nikmati saja ya," jawab Royco sembari meraih tangan istrinya itu. Ia mengelusnya dengan lembut agar rasa kesal istrinya berkurang.
"Tapi aku mau abadikan momen ini mas, aku mau mereka semua kesini berfoto bersama kita." ujar Ratna masih ngotot dengan keinginannya kemudian ia melanjutkan masih dengan bibir manyun,
"Hari ini terakhir lho aku jadi gadis, jadi aku harus ada kenang-kenangan sama sahabat-sahabatku mas."
"Okey baiklah sayang, kalau begitu mereka harus dipaksa kesini atau pestanya tak akan berakhir sampai besok Hem," Royco memandang wajah cantik istrinya dengan pandangan menggoda.
"Ish, mas Roy gak gitu juga kali," jawab Ratna dengan menampilkan senyum malu-malunya dan langsung membuat Roy berubah senang.
"Awas kamu Na, kamu bikin aku mau menghentikan pesta ini sekarang juga, tahu gak?"
"Ih kenapa?"
"Habisnya aku sudah tak tahan sayang,"
"Ish gombal banget,"
"Eh beneran, kita tutup saja pestanya dan kita lanjut di kamar, gimana?" ujar mantan duda keren itu lagi dengan pandangan tak biasa.
"Ekhemmmm!" mereka berdua tersentak kaget hanya dengan mendengar deheman Galih sang bapak.
"Gombalnya lanjutin di kamar aja, tuh masih ada tamu," tegur Galih pada pasangan pengantin itu.
"Eh iya pak, maaf." jawab Royco Masaki dengan senyum diwajahnya.
"Mas Roy selamat ya," salam seorang perempuan cantik dengan penampilan yang sangat cetar dan seksih. Asetnya yang menonjol itu sengaja ia pamerkan dengan sangat kentara.
"Sasa? kamu datang?" Royco memandang tak percaya pada tamu perempuan yang ada di hadapannya. Ia merasa kaget karena sepertinya ia tidak mengundang mantan istrinya itu.
"Tentu saja mas, aku kan mantanmu yang terindah, iyakan?" jawab perempuan itu dengan mengedipkan matanya menggoda.
"Terimakasih atas kedatangannya Sa, kamu silahkan nikmati pestanya." ujar Royco dengan perasaan tak nyaman. Andai ia bisa tidak sopan. Ia akan menyeret tamu yang tak diundang itu turun dari panggung.
"Hai Ratna, selamat ya, semoga kamu bisa mengimbangi mas Roy," ujar Sasa pada Ratna yang hanya diam menyaksikan interaksi mantan suami istri itu.
"Terimakasih banyak mbak Sasa, aku akan ingat kata-katamu ini." jawab Ratna berusaha tersenyum dengan ramah.
__ADS_1
"Oh tentu saja itu perlu kamu ingat, karena aku tahu semua tentang mas Roy," lanjut Sasa sembari melirik mantan suaminya itu dengan ekspresi menggoda.
"Sa, silahkan kamu turun karena kami akan melakukan sesi foto bersama dengan anggota keluarga." tegas Roy yang bisa merasakan kalau istrinya sedang sangat tidak nyaman.
"Ohhh, aku kan keluarga kalian juga, jadi boleh dong kalau aku ikut berfoto, iyyakan Ratna?" ujar perempuan itu dengan ekspresi yang sangat menyebalkan. Sasa sengaja memancing lagi emosi kedua pasangan pengantin itu.
"Ah iya silahkan mbak Sasa, tapi aku panggil pagar ayunya dulu ya?" jawab Ratna berusaha untuk tidak terpengaruh.
"Mas Roy, tolong panggil mereka dulu ya," pinta Ratna sembari menatap wajah suaminya meminta tolong.
"Iya sayang, apa pun akan kulakukan untukmu," jawab Roy dengan senyum diwajahnya. Dan alhasil membuat Sasa jadi keriting sendiri.
Mantan istri Roy itu cemburu dan sakit hati. Karena dulu perhatian dan kata-kata manis itu adalah miliknya seorang. Perempuan seksih itu langsung tersenyum kecut.
"Panggilan kepada para gadis cantik yang sedang jadi pagar ayu di depan panggung pelaminan, diharapkan memenuhi undangan berfoto dari kedua mempelai!"
Sebuah pengumuman dari arah band ternama di ibukota yang sedang menghibur acara pernikahan itu membuat para Rangers tersentak kaget kemudian langsung tertawa berbarengan.
"Yakin deh, ini pasti Ratna kesel setengah mati sampai kita dipanggil lewat pengeras suara." ujar Eka sembari menahan tawanya. Beby dan Hany mengiyakan dengan ikut tertawa cekikikan.
"Ayo Ann, jangan cemberut dong, habis acara kita ikut selesaikan masalahmu Okey?" ajak Beby Alesha sembari menarik tangan sahabatnya itu. Ia tahu betul kalau Anny sekarang sedang tidak baik-baik saja.
"Iya, aku gak apa-apa kok," jawab Anny kemudian mengikuti para sahabatnya ke arah panggung Pelaminan.
Sasa yang masih berdiri di tempat itu merasa risih sendiri karena ia tidak diajak masuk berfoto bersama mereka semua.
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Tiga kali blits kamera itu bercahaya tetapi Sasa belum juga mendapatkan kesempatan berfoto disamping Roy tetapi ia selalu tergeser oleh empat gadis cantik ini.
Sasa menghentakkan kakinya kesal karena setiap mendekat ia selalu kena dorong dari Eka yang tahu kalau perempuan itu adalah mantan Royco yang berniat merusak acara pernikahan ini.
"Eh aku juga mau berfoto, kalian ini kenapa sih?" gerutunya dengan wajah kesal.
"Maaf ya mbak, gambar bisa rusak kalau mbak Sasa ikut bergabung bersama dengan kita," sindir Hany yang juga kenal perempuan itu sebagai mantan yang harus dibuang ke laut.
"Kalau gitu kalian turun dulu, aku mau ambil gambar dengan kedua mempelai," titah Sasa tak mau mundur. Ia langsung mengambil handphonenya dari dalam tas tangan yang ia bawa.
__ADS_1
"Tidak bisa mbak Sasa karena masih ada yang mau berfoto bersama kami," jawab Ratna sembari tersenyum ramah.
"Siapa lagi?" tanya Sasa cengo.
"Tuh..." tunjuk Ratna dengan dagunya. Empat pria keren dan tampan melangkah dengan slow motion ke atas panggung pelaminan itu. Dan mereka adalah, Erick Bramantyo, Fadhil Akifah Ansar, Jack Andrian, dan juga Yudhistira Ramli.
Sasa merasakan ia berada di dimensi lain. Ia menatap empat pria keren dan tampan itu dengan pandangan berbinar.
Kalau aku tak bisa mendapatkan Royco kembali, salah satu dari empat pria keren itu pasti bisa aku dapatkan. Tekadnya membatin. Tetapi wajahnya kembali kecewa karena keempat pria itu mengabaikannya dan malah menarik empat gadis cantik tadi sebagai pasangan mereka berfoto.
Dengan wajah malu ia turun dari panggung pelaminan sembari menghentakkan kakinya hingga heelsnya yang setinggi 10 cm itu langsung patah.
"Aaawwwww, kesel!" teriaknya kemudian lari dari pesta pernikahan itu dengan malu yang tak terkira.
"Hihihihi," anggota Ranggers Dewaani cekikikan sendiri melihat kesialan yang dialami oleh Sasa. Dalam hati mereka bersorak gembira.
Orang seperti Sasa bagaikan ulat bulu yang harus dimusnahkan secepatnya sebelum membuat gatal seluruh tubuh.
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Kembali fotografer mengarahkan kamera pada pasangan-pasangan yang sangat keren dan cantik itu.
"Eh, Jeung Rahmah, kamu tidak lihat tuh putramu tampak sangat mesra dengan salah satu gadis pagar ayu itu?" bisik Susi ditelinga Rahmah Salam sembari menatap ke arah panggung pelaminan.
Disana ia melihat gadis-gadis cantik itu sedang diarahkan berpasangan dengan pria keren yang baru naik ke panggung pelaminan.
"Iya juga ya, apa mungkin Fadhil menyukai salah satu dari mereka?" ujar Rahmah Salam dengan perasaan tak nyaman. Pasalnya ia lihat bagaimana tangan putranya itu merengkuh mesra pinggang gadis cantik berkebaya hijau lumut itu.
"Kamu sepertinya sudah punya calon menantu Jeung Rahmah, gak usah cari-cari lagi. Dan juga putramu pakai gerakan cepat. Gercep hahahhaha," timpal Firly Ramli dengan tawanya yang cukup menyebalkan di telinganya.
Rahmah Salam mendengus kesal tetapi dalam hati ia tersenyum. Artinya putranya itu normal dan bisa melihat gadis yang cantik.
"Kalau begitu aku akan lebih gercep lagi Jeung Firly, aku akan bikin acara nikahan lebih duluan dari pada kamu," jawab Rahmah Salam tak mau kalah.
Susi, Asri, dan juga Risma saling bertatapan dengan persaingan kedua sahabat itu.
*Tobe continued
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍