Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 111 BSWW


__ADS_3

Erick Bramantyo tersenyum samar saat melihat bagaimana istrinya membuat tante ganjen dan tak tahu malu itu diam tak berkutik. Ia bahkan mengangkat kedua jempolnya untuk si wonder womannya.


"Linda, aku bilang juga apa, jangan berani-berani mencolek macan lapar hahaha," Hana dibuat terpingkal-pingkal dibuatnya. Beby Alesha langsung cemberut.


"Mas Erick, masak mama bilang aku macan." rajuk Beby Alesha sembari memeluk lengan suaminya. Erick langsung tersenyum senang, itu artinya istrinya itu sudah tidak ngambek lagi padanya.


"Macan itu bukan macan beneran sayang," ujar Erick sembari mencium pipi istrinya lembut.


Calon papa itu sengaja mempertontonkan kemesraan dengan istrinya di depan tante girang seperti Linda agar perempuan itu segera mengubur dalam-dalam niat busuknya. Tante yang tak tahu malu dan selalu berniat jadi pelakor dalam keluarganya sendiri.


"Jadi macan apa dong?" tanya Beby Alesha semakin menampilkan wajah manjanya pada sang suami dan berhasil membuat Linda kebakaran poninya.


"Macan itu Mama Cantik sayang, kamu kan sebentar lagi jadi Mama, iyakan?" jawab Erick dengan wajah dibuat seromantis mungkin. Beby Alesha langsung tersenyum senang. Dengan bibir mencebik kearah tantenya ia pun berucap,


"Tante Lin, kenapa sih masih berniat mengganggu mas Erick? bukannya di rumah aja layani Om Gibran gitu." ujarnya dengan wajah sinis.


Sekaranglah saatnya tantenya itu di arahkan ke jalan yang benar atau ia semakin tak tahu malu kalau perbuatannya itu salah.


"Om kamu gak menarik samasekal. Suamimu yang lebih menantang Beby sayang," jawab Linda semakin ngaco. Urat malu sepertinya sudah tidak ada dalam dirinya.


"Ya Allah, Linda! kamu sadar akan apa yang kamu ucapkan itu?" bentak Ibrahim dengan marah.


"Kenapa kak Ibra marah? aku kan tidak pernah mau menikah dengan si Gibran tua bangka itu, kenapa Kakak tega menikahkan aku dengannya, kenapa kak? padahal kakak tahu dari dulu aku sukanya sama Erick!" teriak Linda yang membuat semua orang di dalam ruangan itu kaget luar biasa.


"Kamu tidak ingat usiamu Linda, berapa usia Erick dan kamu saat itu, kamu benar-benar tak tahu malu."

__ADS_1


"Memangnya kenapa kak? banyak kok yang menikah dan bahagia meskipun usianya terpaut jauh, emang dasar kak Ibra saja yang sengaja menjauhkan aku sama Erick."


"Itu kalau mereka saling mencintai Linda, lah kamu? kamu mengharapkan orang yang samasekali tidak mencintaimu," jawab Ibrahim semakin tak mengerti akan jalan pikiran sang adik angkat.


"Itukan alasan kakak saja, cinta akan datang dengan sendirinya. Lihatlah Beby contohnya. Sekarang putrimu itu tergila-gila pada Erick!" semua orang hanya bisa menarik nafas jengah dengan ocehan Linda.


"Kakak sengaja mengirim Erick ke luar negeri dengan alasan belajar dan kakak menikahkan aku dengan Pria tua itu, dan sekarang ternyata kakak persiapkan ia sebagai suami dari putri kakak sendiri, kamu jahat Kak Ibra!" Linda semakin histeris dan membuka semua rasa sesal pada kakak angkatnya itu.


Erick segera membawa istrinya ke kamar mereka di lantai 2 rumah itu. Kupingnya tak ingin mendengar pertengkaran yang tidak berfaedah itu. Benar-benar sangat memalukan.


"Ayo sayang kita kembali ke kamar," ajak Erick pada Beby Alesha sang istri. Pria itu lebih ingin melakukan hal-hal yang menyenangkan dan pastinya bermanfaat daripada melihat perempuan tak tahu malu itu.


"Hey kalian jangan pergi, tinggallah di sini dan dengarkan semua kejahatan Kak Ibra!" teriak Linda agar Erick Bramantyo dan juga Beby Alesha tidak meninggalkan tempat itu.


"Kamu keluar dari sini Linda! kamu semakin gila dan tak punya rasa malu lagi!" teriak Ibrahim sembari menunjuk arah pintu.


"Pelayan! bawa orang tidak waras ini ke Rumahnya dan pastikan ia lupa jalanan untuk kembali kesini!" titah Ibrahim yang semakin kesal dengan ocehan Linda yang tidak bermutu itu.


"Kak Ibra kamu jahat!" teriak Linda dengan histeris ketika ia dipaksa keluar dari rumah mewah itu.


"Mama, apakah betul yang dikatakan oleh Tante Linda tadi?" tanya Beby Alesha pada mamanya yang sejak tadi hanya jadi penonton atas kegilaan saudara iparnya itu.


"Yang mana sayang?" tanya Hana dengan senyum diwajahnya. Pertengkaran seperti itu sudah sering ia dengar sejak lama. Setiap Sisca dan Linda menginjakkan kakinya di rumah ini, mereka pasti selalu membuat ulah.


"Aku sakit waktu mas Erick pergi ke luar negeri." jawab Beby Alesha dengan tatapan serius. Hana tersenyum atas pertanyaan putrinya itu.

__ADS_1


"Sini sayang, mama mau tunjukkan sesuatu pada kalian berdua," ujar Hana kemudian mengajak Erick dan juga putrinya ke dalam sebuah kamar yang selama ini menyimpan banyak benda-benda lama yang masih sering dipandang untuk mengingat kenangan-kenangan indah di masa lalu.


"Kamu pernah melihat foto ini kan sayang, dan bertanya siapa yang ada di dalam sana," ujar Hana sembari menunjuk dua buah foto jaman dulu di dalam sebuah album.


"Ini kamu sama Erick sewaktu masih kecil. Kalian pernah sangat dekat tetapi Papa mengirim suamimu ini ke luar negeri untuk belajar agar kelak bisa sukses."


"Mas Erick? ini mas Erick dan ini aku Ma?" tanya Beby Alesha dengan pandangan tak percaya. Tanpa sadar ia tersenyum sendiri melihat foto-foto itu.


Nampak di dalam sana ia yang masih kecil memeluk lengan anak remaja pria yang ternyata adalah suaminya sekarang ini.


"Iya itu kalian berdua. Dari dulu Erick sudah ganteng kan?" jawab Hana bermaksud menggoda putrinya yang tiba-tiba berubah tersenyum samar dan tampak malu-malu.


"Terimakasih banyak Ma atas pujiannya, tapi sayangnya istriku ini terlambat menyadarinya dan membuatku menganggur selama berbulan-bulan," ujar Erick Bramantyo yang kemudian mendapat cubitan panas dari istrinya.


"Awww, Lihat Ma, putrimu ini juga suka menjepit seperti kepiting." lapor Erick berpura-pura kesakitan dengan senyum diwajahnya.


"Mas, ih sebel," rajuk Beby dengan manja. Hana langsung tertawa senang. Setidaknya pertengkaran keluarga tadi tidak mempengaruhi hubungan putri dan menantunya.


"Sana kalian lanjutkan jepit-jepitannya di kamar saja," ujar Hana yang langsung membuat kedua orang itu tersenyum malu.


"Eh kenapa? malu? ih Mama juga pengen jepit Papa gara-gara kalian ini," ujar Hana dan langsung meninggalkan Erick dan Beby yang saling berpandangan dengan wajah lucu sekaligus bingung.


"Ya ampun Mama!" teriak Beby Alesha sembari berlari keluar dari ruangan itu.


*Tobe continued

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2