
"Mas, aku dimana?" tanya Beby Alesha setelah mulai sadar dari pingsannya. Ia menatap semua orang di dalam ruangan putih yang dipenuhi aroma obat yang sangat menyengat.
"Kamu ada diruang tindakan UGD sayang, kamu sempat pingsan." jawab Erick sembari mengelus lembut kepala istrinya yang masih terasa dingin.
"Ueeeekkk," kembali Beby Alesha merasakan perasaan mual dan ingin muntah.
"Mas, ini tidak enak sekali, ueeeekkk," ujarnya berusaha untuk bangun.
"Kepalaku juga masih sangat pusing,"
"Sabar ya sayangku, dokter sudah memberi resep obat padamu," jawab Erick sembari memijit tengkuknya istrinya.
Seorang dokter yang tadi melakukan tindakan pada Beby Alesha muncul dengan satu lembar hasil dari laboratorium. Ia datang dengan senyum di wajahnya.
"Selamat tuan, nyonya Beby Alesha positif hamil," ujar dokter itu dengan mata berbinar senang. Eka dan Jack saling berpandangan dengan senyum gembira diwajah mereka. Sedangkan Erick Bramantyo langsung memeluk istrinya dan menciuminya di depan semua orang.
"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah. Sebentar lagi aku akan jadi Papa," ujarnya dengan suara keras. Beby Alesha hanya bisa tersenyum tipis karena masih sangat lemas. Ia juga sangat bahagia karena buah cintanya pada Erick Bramantyo sudah Allah titipkan didalam perutnya.
Semua orang mengucapkan syukur kemudian tertawa bahagia melihat bagaimana gaya lucu Erick mendatangi semua perawat yang ada di ruang UGD itu dan memberinya hadiah. Ia menghabiskan uang cash yang ada di dalam dompetnya saking bahagianya.
"Selamat ya Pak, sebentar lagi aku akan dipanggil om," ujar Jack tersenyum.
"Dan aku dipanggil Tante," lanjut Eka dengan senyum ceria dan tak sadar memeluk lengan Jack yang ada di sampingnya.
"Eka," bisik pria itu dengan suara rendah. Pasalnya ia sangat tidak nyaman tampil mesra di depan umum seperti itu. Ia tak pernah bersentuhan dengan lawan jenis sedekat ini.
"Eh maaf, aku gak sengaja." jawab Eka dengan wajah tak nyaman.
"Gak apa-apa, tapi nanti ya, saat kita sudah sah." jawab Jack tersenyum samar. Mereka langsung saling bertatapan sampai membuat Hany dan Yudhistira langsung menggoda mereka berdua.
"Ekhemmmm, lihat kondisi dong," ujar keduanya dan langsung membuat Jack Andrian dan Eka tersentak dan tersenyum malu.
"Waduh maaf ya semuanya, silahkan menunggu diluar. Ruangan ini harus steril dari banyak orang." ujar seorang perawat yang kemudian meminta semua orang untuk keluar dari ruangan itu.
Setelah semua orang sudah keluar barulah Erick menghampiri lagi ranjang istrinya.
"Beby sayangku, terimakasih banyak karena kamu mau mengandung anakku, terimakasih sayang," ujar Erick sembari memeluk tubuh istrinya yang masih tampak sangat pucat dan lemas.
"Iya mas, tapi aku ueeeeek," Beby mendorong tubuh suaminya karena ia merasa mual kembali dan ingin muntah.
__ADS_1
"Mas, bawa aku ke toilet ueeeeek," pintanya pada sang suami. Erick langsung sigap menggendong tubuh istrinya itu ke dalam toilet.
"Mas, rasanya tak nyaman samasekali. Ueeeekkk," Erick semakin panik dan mulai jengkel pada dokter itu karena rasa mual yang dirasakan oleh istrinya belum juga berhenti.
"Bawa aku pulang mas, aku ingin tiduran di kamar saja," ujar Beby Alesha dengan suara pelan dan loyo.
"Baiklah sayang, kita akan pulang saja kalau begitu," putus Erick dan kembali menggendong istrinya keluar dari Toilet.
"Erick, apa yang terjadi dengan Beby nak?" tanya Ratih yang tiba-tiba sudah berada di ruangan itu.
"Beby hamil ibu, ia mengandung anakku," jawab Erick dengan wajah gembira.
"Alhamdulillah selamat nak, ibu senang mendengarnya," jawab Ratih dengan wajah tak kalah gembira.
"Tapi Beby Bu, mual terus dari tadi dan minta pulang," ujar Erick dengan wajah berubah khawatir.
"Iya calon ibu memang seperti itu kalau lagi ngidam. Asam lambung langsung naik. Kamu sudah makan nak?" Ratih mengelus lembut tangan menantunya itu dengan sayang. Beby Alesha menggeleng lemah.
"Ya Allah pantas keadaanmu parah begini, untungnya ibu bikin bubur sebelum kesini." ujar Ratih sembari membuka rantang kecil yang ia bawa dari rumah.
Ratih segera menyuapi menantunya itu dengan senyum diwajahnya meskipun begitu ia sangat kesal sama putranya itu.
"Iya ibu, tapi tidak perlu bilang kalau aku sudah tua, berasa aku mau punya cucu saja," rajuk Erick dengan wajah dibuat menggerutu.
"Kamu sudah hubungi pak Ibrahim, mertuamu?" tanya Ratih sembari membereskan piring yang sudah bersih karena buburnya telah habis tuntas.
"Belum ibu, ia aku lupa," Erick pun langsung meraih handphonenya dan segera menghubungi papa mertuanya untuk memberikan kabar bahagia ini.
Setelah menyampaikan kabar bahagia itu kepada Ibrahim dan juga Istrinya mereka kemudian bersiap untuk pulang. Ibrahim dan Hana ingin menyusul mereka ke Rumah Sakit tetapi dilarang oleh Erick. Pria itu meminta agar kedua mertuanya itu menunggu di rumah saja karena Beby Alesha tidak tahan lagi tinggal di sana.
Jack dan Eka pulang bersama pasangan calon ayah dan ibu itu. Sedangkan Hany diantar pulang oleh Yudhistira. Anny dan Fadhil Akifah saling berpandangan belum memutuskan mereka berdua akan kemana.
"Ann, aku bawa kamu pulang ke rumah Mama dan Papa ya," ujar Fadhil saat istrinya itu sudah duduk di dalam mobilnya.
"Terserah mas aja," jawab perempuan itu singkat. Ia akan ikuti saja apapun yang menurut suaminya baik.
Akhirnya mereka pun kembali ke rumah orang tua Fadhil Akifah.
🍁
__ADS_1
"Alhamdulillah mas, ternyata Beby Alesha pingsan tadi karena hamil," ujar Ratna dengan senyum diwajahnya. Pengantin baru itu baru saja berganti pakaian dan juga telah membersihkan diri.
"Iya, padahal kita sudah dibuat sangat panik tadi," jawab Royco sembari menarik tangan istrinya itu untuk duduk di sampingnya.
"Duh kok bisa parah gitu ya kalau hamil, aku jadi takut mas," ujar Ratna bergidik. Masalahnya ia belum pernah melihat keluarganya yang kedengaran hamil sampai pingsan seperti itu.
"Jangan takut hamil dong sayang, aku kan mau punya banyak anak sama kamu," goda Royco sembari mendekatkan tubuhnya ke arah istrinya sampai jarak mereka sangatlah tipis.
"Ish mas, tapi aku takut hamil, aku saja tak pernah merasakan pingsan seperti itu tadi." jawab Ratna dengan dada berdebar. Suaminya sudah mulai memberikan sentuhan yang cukup membuat kulitnya meremang.
"Tapi kata Erick kamu gadis kuat lho," bisik Royco disela-sela sentuhan mautnya disekujur tubuh istrinya itu.
"Lho kok bawa nama pak Erick sih, aaaaakh," tak sadar Ratna mendessah karena tangan suaminya sudah bergerak di dalam pakaiannya.
"Aku tidak tahu sayang, tapi bosmu bilang pernah melihat kamu bertarung dengan teman-temanmu itu, Hem," Royco terus menyerang titik-titik sensitif istrinya dengan gerakan yang sangat memabukkan.
Ratna sudah tidak bisa lagi menjawab. Ia lebih memilih menikmati apa yang suaminya berikan.
"Masss," suara Ratna sudah mulai bergetar tak kuat menahan sensasi nikmati yang diberikan seorang mantan duda yang sudah sangat berpengalaman.
"Kenapa? enak?" tanya Roy dengan tatapan mata berkilat penuh hasrat. Ratna tersenyum dengan mata sayu memohon lebih dari sebuah sentuhan.
"Aku mau melihatmu tanpa pakaian sayang," bisik Royco sembari meloloskan semua kain yang menutupi tubuh istrinya.
"Oh Na, kamu indah sekali sayang," bisik Royco kemudian menyerang kembali dengan menggunakan bibirnya. Semuanya ia sentuh tanpa melewatkan seincipun.
"Massss, Aaaaaakh..." Ratna melengkungkan tubuhnya tak kuat dengan sensasi nikmat yang membuatnya menggila.
"Kamu sudah siap sayang, hemm," bisik Royco lagi setelah memeriksa landasan istrinya. Ia sebentar lagi akan menyerang daerah inti sang istri dengan rudalnya yang sudah sangat siap.
"Masssss, aaaaakh..." Ratna berteriak tertahan sembari mencakar pundak suaminya saat Rudal itu benar-benar merobek benteng pertahanannya.
"Ya Allah, sempit sekali Na," racau Royco sembari terus mendorong sampai ke dalam.
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍
__ADS_1