Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 22 BSWW


__ADS_3

Bugh


Set


Plakkk


Wush


Tubuh tinggi besar itu terhuyung ke belakang.


Ia menghapus darah yang mulai keluar dari bibirnya dengan menggunakan punggung tangannya. Matanya nyalang menatap pria asing yang menyerangnya tiba-tiba dan tak memberinya kesempatan untuk membela diri.


Puih


Pria tinggi besar itu meludah kesamping, mengeluarkan cairan asin berwarna merah dari mulutnya.


"Siapa kamu berani mengganggu pekerjaan saya!" serunya dengan wajah sudah babak belur, nafasnya naik turun marah dan ingin membalas pukulan dari seorang Erick Bramantyo.


Erick Bramantyo tidak merespon, ia hanya melemaskan otot-otot tangannya yang sudah menyerang 2 orang sekaligus itu dengan santai.


"Royco, bawa mobilku kemari!" titah Erick sembari melempar kunci mobilnya ke arah pria yang baru saja menangis karena digugat cerai oleh Sasa, istrinya.


"Siap!" jawab Royco kemudian segera berlari ke Valet dan mengambil mobil Erick disana.


"Kamu tak perlu tahu siapa saya, urus saja bosmu yang sangat menyedihkan itu!" ujar Erick dengan wajah datar dan dingin. Ia menunjuk Bintang sang Bos sudah terkapar tak berdaya dengan dagunya angkuh.


Tubuh pria paruh baya itu teronggok tak sadarkan diri di depan mobil mewahnya.


Erick sudah memberikan pelajaran penting saat orang itu telah bersiap membawa pergi dua gadis yang tak berdaya dibawah pengaruh obat yang telah dicampurkan kedalam minuman mereka.


Sedangkan Beby dan seorang sahabatnya masih diatas mobil itu juga tak sadarkan diri.


"Sekali kalian melakukan ini lagi, aku pastikan kamu akan lupa untuk bernafas, camkan itu!" ancam Erick kemudian menggendong tubuh Beby ke dalam mobilnya sedangkan Royco membawa tubuh Ratna.


"Erick, kamu kuat dengan 2 gadis cantik ini?!" tanya Royco dengan tampang bodohnya.


"Kita bagi ya, kebetulan aku lagi butuh hiburan nih," ujar Royco sembari melihat ke jok belakang dimana 2 gadis cantik masih anteng tak sadarkan diri.


Plak


"Awwww!" kamu memukulku Erick Bramantyo?" Royco memandang tajam pada sahabatnya itu.

__ADS_1


"Otakmu ya! pantas saja Sasa meminta untuk berpisah, kamu masih suka bermain sama perempuan.


"Aku hanya bercanda Rick, tapi kalau kamu tak sanggup berikan padaku satu yang pakai gaun hitam itu," lanjut Royco sembari memandang lagi kebelakang lewat kaca kecil di atas kepalanya.


Plak


Erick memukul lengan Royco sembari menghidupkan mesin mobil.


"Enak saja, kamu harus melangkahi dulu mayatku kalau kamu berani memikirkan gadis itu," dengus Erick tak rela. Gadis yang dimaksud Royco adalah Beby Alesha Ibrahim yang ia suka tapi tak ingin mengakuinya.


"Kalau begitu yang bergaun merah muda itu," ujar Royco memberi penawaran.


"Kamu mau aku turunkan disini, Hah?!"


"Baiklah, aku diam," jawab Royco sembari mengangkat kedua tangannya menyerah.


"Eh, aku kan punya mobil sendiri, kenapa aku malah ikut di mobilmu?" tanya Royco setelah mobil Erick itu sudah sampai di halaman rumah mewah seorang pengacara sukses Erick Bramantyo.


"Turun! dan angkat gadis itu ke kamar tamu!" titah Erick setelah turun dari mobilnya.


"Siap! gadis yang gaun hitam?" tanya Royco dengan wajah cerah.


"Royco! kamu mau jadi penyedap rasa ya?!" geram Erick Bramantyo dengan wajah kesal.


"Hey mau apa kamu bos mesum!" teriak Beby saat Erick sedang meletakkan tubuhnya ke atas sebuah ranjang empuk di dalam kamar yang sangat mewah itu.


Rupanya gadis itu sudah siuman dari efek obat tidur yang diberikan oleh anak buah Pak Bintang.


Karena kaget dan gugup Erick Bramantyo langsung menurunkan tubuh Beby dengan kasar ke atas ranjang itu.


"Ih kasar!" seru Beby dengan wajah kesal. Ia menyentuh kepalanya yang masih terasa pusing efek minuman yang sempat ia habiskan tadi.


"Tak tahu berterima kasih!" kesal Erick lalu meninggalkan Beby yang masih bingung dengan apa yang tejadi.


"Dimana aku pak Erick!" teriak Beby yang tidak digubris oleh sang tuan rumah. Erick malah membanting pintu kamarnya dengan keras.


Kakinya ia langkahkan ke arah dapur. Ia butuh air dingin untuk meredakan rasa tak nyaman dalam hatinya.


Wajah Beby yang begitu dekat dengan wajahnya tadi begitu mengganggu kelelakiannya.


Entah kenapa ia begitu ingin menyentuh bibir itu dan melumaatnya lembut tetapi gadis itu keburu sadar.

__ADS_1


"Aaaakh!" Erick mengerang kesal. Ia meneguk habis sebotol air dingin itu dengan rakus.


"Ada apa Rick?" tanya Royco yang tiba-tiba muncul di belakangnya setelah menaruh tubuh gadis asing yang tidak ia kenal itu di kamar tamu.


"Tidak ada, kamu pulanglah!"


"Heh, kamu tidak takut dua gadis yang sudah dicekoki obat perangsang itu memperkosamu?" tanya Royco mendelik kesal. Ia belum mau pulang dan berniat menginap di rumah itu malam ini apapun yang terjadi.


Ia sungguh malas kembali ke rumahnya jika harus bertemu dengan Sasa yang hanya selalu memancingnya untuk mengeluarkan kata talak.


"Mereka berdua tidak akan kuat melawanku, aku kan kuat," jawab Erick dengan santai. Ia jadi merasa lucu sendiri kalau seandainya itu terjadi.


Royco duduk di hadapan Erick kemudian memandang sahabatnya itu.


"Siapa gadis itu ?" tanya Royco dengan nada penasaran.


"Dia mahasiswi hukum yang sudah selesai magang di kantorku baru-baru ini." jawab Erick santai. Ia melempar botol kosong yang ada di tangannya ke tempat sampah di samping lemari pendingin di hadapannya.


"Apa hanya itu hubungan kalian?" Roy masih dalam tahap penasaran. Erick menatap pria yang ada di depannya itu tanpa ingin menjawab. Ia lantas meninggalkan Royco dan melangkah ke ruang kerjanya. Ia sedang tak ingin diganggu sekarang.


"Hey, ini dimana Pak?" tanya Beby yang tiba-tiba muncul dibelakang Royco yang masih heran dengan tingkah Erick Bramantyo yang cukup mencurigakan.


"Oh, kamu sudah sadar?" Royco memandang gadis cantik itu dengan segala pikiran yang berkecamuk dalam kepalanya.


"Iya, seperti yang anda lihat, tapi aku masih merasa pusing," jawab Beby dan ikut duduk di kursi makan itu.


"Kalau begitu kembalilah beristirahat, besok kamu bisa pulang ke rumahmu," ujar Royco dengan suara tenang.


"Dimana Ratna teman aku?"


"Oh, jadi nama teman kamu Ratna? ia ada di kamar tamu sebelah sana," jawab Royco sembari menunjuk sebuah kamar di bagian depan ruang keluarga.


"Apa kalian punya maksud yang buruk pada kami berdua?" tanya Beby dengan wajah berkerut. Ia heran kenapa ia begitu berjauhan dengan kamar yang ditempati oleh sahabatnya.


"Belajarlah berterima kasih gadis sok suci!" jawab Erick yang juga tiba-tiba sudah berada di ruangan itu. Rupanya ia memantau dari kamera cctv di ruang kerjanya kalau Beby sudah keluar dari kamarnya.


Beby menggeram kesal. Ia langsung berbalik dan siap menyemprot pengacara tak tahu sopan santun itu.


*Tobe continued


Like dan komentarnya dong supaya aku semangat updatenya okey?

__ADS_1


Selamat menikmati 😍


__ADS_2