Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 121 BSWW


__ADS_3

" Beb, kamu ikut aku ke kantor aku ya hari ini?" pinta Erick sembari memijit kaki istrinya yang katanya lelah habis ikut jalan pagi bersama suami dan Papa Mamanya subuh tadi.


"Gak ah, capek. Aku mau bobok aja di rumah." jawab Beby sembari menikmati pijitan tangan suaminya yang begitu lembut.


"Kata Ibu, kalau lagi hamil gini kamu harus lebih banyak bergerak sayang," ujar Erick dengan gerakan tangan yang penuh irama dan ritme yang sangat indah. Gerakannya sudah mulai naik dari telapak kaki kini sudah sampai di pangkal paha Istrinya.


"Mass, aku itu kurang bergerak bagaimana lagi. Habis subuh kita sudah jalan keliling komplek, semalam juga kan kamu suruh aku gerak-gerak gitu, trus di rumah ini aku juga banyak jalan begitupun di kantor," jawab Beby Alesha panjang lebar.


Perempuan cantik itu memejamkan matanya menikmati gelenyar aneh yang sudah merambat di sekujur tubuhnya karena perlakuan lembut dari tangan suaminya.


"Aku mau lihat kamu bergerak seksih di kantorku sayang, kamu gak pernah ke sana kan, Hem," ujar Erick sembari tangannya terus bekerja memijit bagian tubuh istrinya yang menjadi favoritnya. Beby Alesha sudah tidak menjawab lagi. Perempuan itu merasakan dirinya sudah berada di dimensi lain. Erick Bramantyo tersenyum kemudian segera melepaskan penghalang dari tubuh istrinya begitu pun dari tubuhnya sendiri.


"Mass, katanya aku bergeraknya di kantor mas aja, hmmmpt," Erick segera membungkam mulut istrinya dengan bibirnya.


"Di kantor juga sayang, tapi sekarang ini aku yang ingin bergerak bebas di dalam dirimu, boleh kan?" Beby Alesha tersenyum dan membalas menyentuh bagian tubuh suaminya yang sangat ia sukai dan merupakan favoritnya.


"Silahkan mas, dan bawa aku terbang, hemm,"


"Tentu saja sayangku, kamu nikmati saja ya," bisik suaminya dengan pandangan mata berkabut hasrat. Beby Alesha tersenyum kemudian mengizinkan suaminya melakukan apa saja pada dirinya.


🍁


Sementara itu, Jack Andrian masih mengikuti langkah Eka Setiawati yang akan menuju ke halte depan.


"Eka plis, aku mau bicara padamu, aku mau minta maaf," ujar pria itu dengan langkah cepat mendahulukan Eka.


"Maaf ya, aku tidak kenal kamu jadi jangan ganggu waktu aku, okey?" jawab Eka dengan wajah sinis.


"Eka, dengarkan aku. Aku sangat bersalah padamu. Dan aku tidak akan tenang kalau kamu tidak memaafkan aku," pinta Jack Andrian dan berusaha meraih tangan gadis yang sangat dicintainya itu.

__ADS_1


"Kalau begitu aku maafkan kamu, sekarang pergilah. Aku tidak mau melihat wajahmu lagi." jawab Eka tegas kemudian segera naik ke sebuah Bus yang kebetulan berhenti di hadapannya. Jack Andrian hanya bisa meraup wajahnya kasar. Lama ia berdiri di halte itu memandang moda transportasi umum itu pergi dari pandangannya. Pria itu mengepalkan tangannya menahan emosi yang rasanya ingin meledak di dalam dadanya.


Segera ia mengambil mobilnya di depan rumah kost Eka dan bersiap untuk berangkat ke Perusahaan menjadi asisten Erick Bramantyo.


"Kak Jack, kamu tidur dimana semalam?" tanya Jihan saat ia tiba di rumah perempuan itu yang sekarang sudah sah menjadi istrinya.


"Tidak perlu kamu tahu," jawab pria itu dengan wajah tak bersahabat.


"Aku istrimu kak, tentu saja aku harus tahu," jawab Jihan sembari terus mengikuti langkah Jack ke kamar pria itu.


Bugh


Sekali lagi pintu itu dibanting pas di depan hidungnya sendiri. Jihan menggedor-gedor pintu itu dengan keras karena merasa kesal dengan tingkah suaminya yang tidak pernah mengizinkannya masuk ke kamar pribadinya.


"Kak, buka pintunya. Aku mau masuk," teriak Jihan dengan suara parau. Ini sudah permintaannya yang kesekian kalinya tetapi pria yang ada di dalam sana tidak menggubrisnya.


"Kakak mau berangkat kerja?" tanya Jihan dengan pandangan mata tak percaya.


"Iya kenapa? aku bosan satu atap denganmu dan kamu lihat kan Pak Erick mencariku kemari," jawab Jack santai kemudian meninggalkan Jihan dengan wajah bengong.


"Kak Jack, kamu harus bilang padaku dimana kamu semalam hah?!" Jihan mengikuti suaminya itu ke beranda depan dengan meminta penjelasan kenapa ia ditinggalkan di pesta nikahan sahabatnya, Yudhistira.


"Tidak perlu kamu tahu, itu bukan urusanmu." jawab Jack sembari memakai sepatunya.


"Itu urusanku kak, aku istrimu. Dan juga ibu menitipkan kamu padaku." jawab Jihan dengan suara sudah mulai melunak.


"Cih, bukannya sebaliknya? kamu yang dititipkan ibumu padaku lewat ibuku. Jadi jangan terlalu berharap lebih." Jack Andrian merapikan kembali pakaiannya dan bersiap keluar dari rumah itu tetapi Jihan menarik tangannya.


"Kak, bisakah kita menjadi suami istri yang sesungguhnya? kamu menjadi ayah dari anakku ini?" pinta Jihan dengan wajah memohon. Jack Andrian tidak menjawab ia hanya menatap tajam tangan Jihan yang sedang menyentuh tangannya.

__ADS_1


"Eh, maaf kak." ujar Jihan merasakan kalau ia sudah melakukan kesalahan karena telah menyentuh pria dingin itu yang juga adalah sepupunya sendiri.


Jihan mundur karena merasa horor dengan pandangan mata pria itu yang seakan ingin mencabik-cabiknya.


"Sudah kubilang jangan berharap lebih. Aku disini hanya sebagai penutup aibmu dan aib keluarga. Jadi sebaiknya kamu tahu posisimu sekarang ini, mengerti?!" tandas Jack Andrian kemudian segera mengendarai mobilnya ke arah kantor EB & Partners.


Jihan hanya bisa termangu dengan tangan bergerak menghapus airmatanya yang tiba-tiba menganak sungai.


Perempuan cantik dan sedang mengandung itu segera berlari ke kamarnya sendiri dan menangis sejadi-jadinya.


Jihan Andrian, Perempuan berusia 25 tahun merupakan pengusaha muda di bidang jasa yang cukup sukses di ibukota. Ia terlalu mencintai Jack sepupunya, sejak ia masih remaja.


Tetapi karena perasaannya selalu ditolak oleh Jack, karena merasa hubungan darah mereka masih terlalu dekat, ia berubah menjadi gadis nakal dan terlibat dengan banyak pria.


Dan ketika Jihan pulang ke kampungnya dengan keadaan berbadan dua dan ditinggalkan oleh kekasihnya. Keluarganya sepakat Jack Andrian lah yang harus menutupi aib keluarga dengan menikahinya.


Jihan sangat bahagia akan hal itu, karena pada akhirnya ia benar-benar akan menjadi istri yang sudah lama ia impikan tetapi tidak bagi Jack Andrian, Pernikahan ini hanya sementara sampai sepupunya itu melahirkan dan ia akan meninggalkannya.


"Kak Jack, kamu tidak akan kulepaskan. Tak kan kubiarkan kamu menceraikan aku meskipun bayi ini sudah lahir. Kamu harus terus terikat denganku," ujar Jihan dengan tekad yang kuat. Dengan cepat ia bangun dan segera mandi.


"Aku akan menyusulmu ke kantor mu kak, aku akan selalu menemanimu kemanapun kamu pergi," ujar Jihan setelah memeriksa kembali penampilannya. Senyum licik kembali terbit di bibirnya.


"Sudah banyak pria yang berlutut dibawah kakiku kak Jack, dan sekarang aku ingin kamu juga akan memohon padaku," lanjutnya kemudian segera mengambil mobilnya dan meluncur ke arah kantor Erick Bramantyo yang ia tahu beralamat yang sama dengan kantornya sendiri.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2