Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 148 BSWW


__ADS_3

Pernikahan bagi semua orang adalah saat-saat yang sangat membahagiakan. Apalagi jika yang menikahi adalah orang terkasih atau tercinta. Belum lagi jika acara sakral itu dihadiri oleh orang-orang tercinta seperti keluarga dan sahabat dekat.


Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi Eka Setiawati. Karena sebentar lagi ia akan melepas masa lajangnya dan hidup bersama dengan seorang pria yang sudah lama ia harapkan menjadi imam sekaligus pendampingnya menuju cita-cita mulia.


Almarhumah ibunya meninggal dunia dihari yang sama dengan hari ini, yakni hari Jum'at. Saat dimana ia tahu kebenaran kalau Jack telah menikahi perempuan lain dibelakangnya.


Sangat bersejarah hingga ia ingin mencatat kejadian ini didalam buku hariannya. Ia akan menikah dengan pria yang pernah menjadi suami orang lain karena sebuah alasan yang sangat bagus, menutupi aib keluarga.


"Sah!" kata sakral itu menandakan kalau ia sudah resmi menjadi istri dari Jack Andrian. Gadis itu menangis penuh haru karena bahagia bercampur sedih.


Andai ibu ada di sini, ia pasti sangat bahagia karena bisa melihatku menikah dengan pria yang sangat disayanginya. Yaitu Jack Andrian yang dingin dan kaku tetapi baik hati


Oh ibu, semoga kamu bahagia di alam sana. Doaku selalu, Allah melapangkan kuburmu.


"Selamat ya sayangku, insyaallah kalian sakinah mawadah warahmah," ucap Hany sembari memeluk tubuh sahabatnya dengan wajah bahagia.


"Kamu layak bahagia Ek. Insyaallah Kak Jack Andrian adalah jodoh terbaik dari Tuhan untukmu." lanjut Ratna memeluk sahabatnya setelah Hany melepaskannya.


"Jangan menangis Ek. Ganti ini semua dengan senyum bahagia okey? semua hal yang tidak menyenangkan itu sudah terjadi. Mari song-song sebuah kehidupan baru yang insyaallah lebih membahagiakan." jelas Anny sembari menghapus airmata sahabatnya.


"Terimakasih banyak. Kalian adalah sahabat-sahabat terbaik yang aku punya." Eka tersenyum berusaha menahan untuk tidak menangis lagi tetapi ia tidak bisa. Hatinya terlalu bahagia hingga hanya bisa menunjukkannya lewat tangisan.


Hari itu mereka semua tersenyum bahagia dalam beberapa momen kebersamaan yang sangat membahagiakan. Mereka bergantian mengirimkan foto-foto kebersamaan mereka ke dalam grup chat Rangers Dewaani. Sedangkan Beby Alesha hanya bis menangis haru di dalam kamarnya.


Jari-jarinya menggulir beberapa foto kebersamaan mereka semua tanpa dirinya. Perlahan ia menyimpan handphonenya di atas nakas dengan airmata masih mengalir dipipinya.


Perempuan itu sangat menyesal karena tidak bisa bergabung menyaksikan peresmian hubungan antara Eka dan Jack Andrian di pesta itu. Tetapi hatinya sangat bahagia karena pada akhirnya sahabatnya itu menemukan pelabuhan hatinya.


Beby melakukan panggilan video untuk mengucapkan selamat pada Eka Setiawati sang sahabat.


"Selamat ya, bahagia selalu sayangku. Mohon maaf karena tidak bisa ikut serta bersama kalian disana."


"Gak apa-apa Beb. Dan terimakasih banyak bestie. Salam sama dedek kecil ya," jawab Eka diseberang sana.


"Pokoknya kita harus kumpul-kumpul saat acara aqiqah baby girl kami ya," ujar Beby tegas. Ia juga harus bertemu dengan pasangan baru itu bersama-sama dengan para sahabatnya yang lain.


"Assyiap ketua!" teriak mereka berempat dengan tawa renyah mereka di dalam kamera. Beby ikut bahagia dan tidak sedih lagi.


Setelah acara resepsi selesai, Eka langsung dibawa ke kota oleh suaminya. Ke apartemen Jack Andrian di ibu kota meskipun keluarga sangat berat melepas kepergian mereka.


"Insyaallah kami akan sering datang saat liburan paman, bibi." ujar Jack Andrian saat berpamitan pada keluarga Eka yang masih tersisa.


"Bahagiakan keponakan kami nak. Kami percaya padamu," jawab pria paruh baya yang merupakan kakak kandung dari ibu yang melahirkan Eka Setiawati sang istri.


"Insyaallah paman." jawab Jack Andrian kemudian menyalami semua keluarga barunya dan membawa istrinya meninggalkan rumah yang mempunyai banyak kenangan itu.

__ADS_1


Kurang lebih tiga jam perjalanan pria itu tempuh dari kampung Eka untuk bisa sampai ke apartemennya. Kartika sang ibu sangat mengerti kalau putranya ini bagaikan harimau lapar pada istrinya. Jadi ia minta diantar ke rumah Jihan sang ponakan.


"Ibu kenapa tidak ikut kami ke tempat kak Jack?" tanya Eka saat mertuanya itu meminta diantar ke rumah Jihan.


"Tidak apa nak. Ibu ingin bermain-main dengan bayinya Jihan dan juga ibu tidak ingin mengganggu kalian," jawab Kartika dan langsung membuat menantu barunya itu tersenyum malu.


"Kamu layani suamimu dengan baik nak. Ia sudah lama menantikanmu," bisik Kartika dan berhasil membuat wajah Eka semakin memerah karena malu.


"Dan ingat pesan ibu ya, supaya di sini cepat terisi," lanjut Kartika sembari menyentuh perut menantunya itu. Eka menganggu paham dan tersenyum.


"Insyaallah ibu." jawab Eka dan memeluk sekali lagi ibu mertuanya. Lambaian tangan ibu mertuanya mengiringi keberangkatannya ke apartemen Jack Andrian sang suami.


"Ini rumah kita sekarang," ujar Jack saat mereka berdua sampai di sebuah apartemen mewah di kawasan Jakarta Utara.


Eka memandang berkeliling dan merasa sangat takjub dengan keadaan tempat itu. Gadis itu tampak sangat gembira dengan suasana baru yang ia dapatkan.


"Kak Jack, jadi selama ini kamu tinggal sendiri di sini?" tanyanya pada pria yang hanya berdiri menatapnya memeriksa semua ruangan di tempat itu.


"Tidak. Aku tinggal dengan seseorang." jawab pria itu singkat, padat, dan jelas. Eka langsung berbalik dan menatap Jack Andrian yang juga sedang menatapnya.


"Dengan siapa kak?" tanya Eka sembari menghampiri pria tampan berwajah datar itu. Hatinya mulai merasa tidak nyaman. Ia tahu pria selalu mempunyai teka-teki yang masih sering membuatnya bingung.


"Masuk saja, dia ada di dalam kamar kita. Dan ya kamu jangan cemburu padanya," jawab Jack kemudian melangkah ke sebuah kamar luas yang sepertinya adalah kamar utama di dalam apartemen itu.


"Masuklah," pria itu membuka pintu kamar dan mempersilahkannya masuk. Eka menurut. Dengan langkah pelan ia memasuki kamar yang sangat besar dan bersih itu.


*Kak, astaga," gadis itu menutup mulutnya tak percaya dengan penglihatannya. Ia langsung menghambur kepelukan suaminya dan menangis di sana.


"Jangan menangis lagi, Kumohon sayang," bisik pria itu sembari mengelus lembut punggung gadis yang sudah ia nikahi beberapa jam yang lalu itu. Tubuh Eka bergetar. Ia tak menyangka kalau selama ini ia sudah berada di kamar ini untuk menemani pria itu dalam kesendiriannya.


"Sejak kapan kakak simpan fotoku itu di sini?" tanya Eka setelah berhasil menguasai perasaannya.


"Sejak aku bertemu dengan ibumu untuk yang pertama kali. Waktu itu aku sudah memintamu dalam doaku sayang."


"Kak, mau manis sekali," jawab Eka tersenyum.


"Ah, tidak Ek. Aku pria yang selalu membuatmu menangis sayangku. Sekarang mulai saat ini. Aku akan membuatmu selalu tersenyum." ujar Jack kemudian segera menyentuhkan dirinya begitu dalam pada tubuh istrinya.


Begitu banyak cinta dan rindu yang ingin ia sampaikan melalui sentuhan itu. Eka hanya bisa pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh suaminya padanya.


Mereka berdua sudah halal dan bebas melakukan apa saja.


"Ek, izinkan aku sayang," bisik Jack dengan suara bergetar menahan sesuatu yang sangat ingin ia lepaskan didalam tubuh sang istri.


"Aku milikmu kak, kamu tidak perlu meminta izin," jawab Eka sembari menutup matanya menikmati sensasi yang sangat luar biasa ia rasakan.

__ADS_1


Detik berikutnya mereka berdua mendayung dengan sangat indah menggapai kenikmatan yang tidak bertepi.


Semakin kesana maka mereka berdua semakin tak ingin berhenti. Hingga pelepasan itu datang barulah mereka merasakan kenikmatan yang tak terhingga.


"Terimakasih banyak sayangku, aku mencintaimu," bisik Jack kemudian menyentuh kembali bibir Istrinya dan melabuhkan satu ciuman terimakasih pada istrinya.


🍁


Suasana acara Aqiqah putri pertama Erick Bramantyo dan juga Beby Alesha begitu terasa khidmat. Tuan rumah dan juga para tamu undangan mendengarkan tausyiah dari seorang pemuka agama di kota ini.


Setelah acara tausyiah selesai mereka semua berdiri untuk membacakan sholawat nabi pada bayi yang baru berusia 7 hari itu.


"Alhamdulillah, terimakasih banyak atas kedatangan bapak ibu sekalian memberikan doa untuk putri kami yang bernama Nanda Putri Bramantyo. Semoga kedepannya menjadi anak yang berbakti kepada Agama, negara, dan ibu bapaknya." ujar Erick pada semua tamu yang hadir. Nampak sekali kebahagiaan pada wajahnya dan juga Istrinya.


"Gimana Han? udah ada kabar baik belum?" tanya Ratna pada sahabatnya itu yang sedari tadi khusuk berdoa dan bersholawat.


"Alhamdulillah, aku positif Rat," jawab Hany berbisik.


"Allohumma Sholli, aku ikut bahagia Han. Pasti mas Yudhis senang sekali," ujar Ratna lagi. Hany mengangguk dan tersenyum.


"Iya, aku sampai dimanjakan semalaman karena terlalu senang."


"Selamat ya," ujar Eka yang baru bergabung ditempat itu.


"Doakan aku juga segera menyusul. Kak Jack sudah tidak sabar jadi Papa, hehehe," Eka tertawa cengengesan.


"Hush, harus antri dong. Kamu kan baru jebol jadi bersabar dulu ya," timpal Anny ikutan bicara. More semua akhirnya tertawa bersama.


🍁


Dan akhirnya othor ucapkan terimakasih banyak atas segala dukungan readers sekalian yang dengan setia membersamai kisah persahabatan 5 gadis Rangers Dewaani.


Cerita ini terinspirasi dari kisah othor dan para sahabat Rangers Dewaani. Love you all my Friends.


Othor tutup kisah Beby Si Wonder Woman ini dengan satu kata,


END


Dan nantikan kisah lain lagi Besok dengan cerita yang berbeda dan pastinya seru untuk dinikmati.



atau ini,


__ADS_1


Wassalam.


__ADS_2