
"Kamu istirahat ya, aku masih akan ke kantor polisi ngurus si brengsek itu," ujar Erick sembari mengecup kening istrinya.
"Iya mas, hati-hati ya," jawab Beby Alesha tersenyum. Erick pun pamit pada ibu dan mertuanya kemudian pergi ke kantor polisi.
"Papa kalau mau pulang dulu gak apa-apa lho, aku sama mbak Ratih yang akan jagain Beby di sini," ujar Hana pada Ibrahim, suaminya.
"Aku akan disini saja. Di rumah juga pasti sepi." jawab Ibrahim kemudian membaringkan tubuhnya di atas kasur busa tipis yang sengaja ia minta pada pelayan dirumahnya.
"Ka, kamu gak istirahat sayang?" tanya Hana pada sahabat putrinya itu yang sejak tadi menemani mereka di kamar perawatan itu.
"Aku mau izin ke kamar Flamboyan dulu Tante, bisa gak?" tanya Eka hati-hati.
"Siapa disana? ada keluarga ya?" tanya Hana penasaran. Eka hanya tersenyum meringis kemudian mengangguk.
"Iya tante, mau nengok bentar. Boleh ya?"
"Ya boleh dong," jawab Hana tersenyum.
"Aku dengar Jack juga masuk rumah sakit ya Ka?" Ratih ikut menimpali percakapan dua orang itu.
"Iya Bu, kecelakaan kemarin." jawab Eka sembari meraih tasnya.
"Salam sama Kartika ya, aku sudah lama tidak bertemu. Ingin nengok Jack tapi kakiku sepertinya perlu istirahat dulu."
"Tidak apa ibu, nanti aku sampaikan salam ibu." Eka berdiri dari duduknya kemudian menghampiri Beby yang sudah tertidur. Akhirnya ia pergi tanpa pamit pada sahabatnya itu.
Karena kamar perawatan Beby Alesha dan Jihan berdekatan, Eka pun menyempatkan dirinya untuk singgah sebentar menengok istri dari Jack Andrian itu dan juga bayinya.
"Assalamualaikum," salam Eka pada penghuni kamar perawatan itu. Jihan dan Randy sama-sama menatap ke arah pintu yang menampilkan Eka tersenyum di sana.
"Waalaikumussalam warahmatullahi, masuk Ka," jawab Randy dengan senyum diwajahnya. Pria itu masih menaruh hati pada Eka, cinta pertamanya meskipun tak akan bisa ia raih.
"Wah lagi ngapain nih?" tanya Eka berbasa-basi padahal ia bisa melihat kalau baby boy itu sedang melahap nutrisi dari Jihan dan sedang ditemani oleh Randy sang papa. Jihan tidak menjawab.
__ADS_1
Perempuan itu hanya tersenyum malu. Ya, ia sangat malu pada Eka karena sudah berniat memisahkannya dengan Jack Andrian.
"ASI-nya lancar ya mbak kak Jihan?" tanya Eka saat melihat baby boy itu sangat lahap sampai tangan kecilnya bergerak memegang sumber kehidupannya yang lumayan besar itu.
"Alhamdulillah lancar sih aku lihat," jawab Randy dengan pandangan intens pada benda kenyal yang cukup terekspose itu dihadapannya. Eka langsung merasa aneh sendiri dengan ekspresi Randy itu. Tapi ia jadi sadar kalau mereka berdua pastinya sudah saling mengenal meskipun belum terikat pernikahan.
"Kak, kok tahu sih padahal aku pabriknya," tanya Jihan sembari menatap wajah Randy.
"Ya tahulah, bentuknya aja begitu kan. lihat putraku saja sampai kadang tersedak karena melimpah." jawab Randy dengan balas menatap Jihan. Mereka berdua saling bertatapan dan membuat Eka risih dan segera berpamitan.
"Mbak Jihan, aku mau nengok kak Jack dulu ya, Assalamualaikum," pamit gadis itu dan segera keluar dari kamar perawatan itu. Randy dan Jihan hanya tersenyum kemudian saling menggenggam tangan.
"Aku ingin segera menikahimu Jihan. Aku tidak sabar bersama dengan baby boy ini," ujar Randy sembari mengelus lembut kepala bayi yang masih menempel ditubuh Perempuan cantik itu.
Jihan tersenyum. Ia bersyukur karena Tuhan masih menyayanginya dengan mengirimkan pria yang telah merenggut kehormatannya ini untuk datang dan bertanggung jawab.
"Kak Jack harus menceraikan aku dulu kak, barulah kita bisa menikah."
"Hey, kenapa kamu jadi tidak sabar seperti itu kak? apa ada yang kamu inginkan selain jadi ayah dari baby boy ku ini?"
"Aku menginginkanmu Jihan. Aku ingin membangun hubungan denganmu. Insyaallah kita berdua bisa bahagia." ujar Randy sembari mencium kepala baby boy yang masih menyusu itu sekaligus menyentuhkan bibirnya pada sumber nutrisi untuk bayinya itu.
"Kak?" Jihan merasakan tubuhnya meremang karena sentuhan bibir pria itu. Randy tersenyum lembut.
"Maafkan aku tapi kamu sangat menggoda Jihan, sungguh." Randy meraup wajahnya kasar dan meninggalkan Perempuan itu yang hanya bisa terbengong-bengong dengan apa yang terjadi. Sedangkan Randy segera membasuh wajahnya dengan air dingin. Ia menyadari kalau tindakannya itu sangatlah salah.
Pria itupun melangkahkan ke kamar perawatan Jack Andrian menyusul Eka yang masih tampak dari kejauhan. Berlama-lama di ruangan itu bersama dengan Jihan sepertinya tidak bagus bagi dirinya. Entah kenapa bayangan pertemuannya dengan Jihan malam itu menari-nari kembali di kepalanya.
Eka memasuki kamar perawatan Jack Andrian dengan menahan debaran di dadanya yang sepertinya sedang tidak normal. Ia sangat rindu pada pria dingin dan kaku itu setelah tahu semua kebenaran siapa ayah dari anak Jihan.
"Assalamualaikum ibu," salam Eka saat ia membuka pintu dan kebetulan Kartika dan juga Sinta sedang berdiri di depannya.
"Waalaikumussalam warahmatullahi, masuk nak Eka." jawab Kartika dengan wajah gembira. Eka pun masuk dengan senyum diwajahnya.
__ADS_1
"Kak Jack gimana kabarnya ibu?" tanya Eka sembari memandang dari jauh ranjang yang sedang ditempati oleh pria kesayangannya itu.
"Alhamdulillah sudah baik. Kemungkinan besok udah bisa Pulang."
"Duh maaf ibu, aku baru datang. Beby istrinya kak Erick juga melahirkan semalam."
"Alhamdulillah, jadi keluarga Erick ada semua dong di sini."
"Iya ibu, sangat kebetulan. kita semua berkumpul di sini. Dan untunglah semuanya sudah baikan," jawab Eka dengan mata berada pada Jack yang sedang menatapnya. Tampak pria itu sangat senang dengan kedatangannya.
"Apa ini tidak terlalu larut ya, kalau kita tengok Beby dan bayinya?" tanya Kartika meminta pertimbangan. Ia tidak sabar untuk ikut menjenguk perempuan cantik itu yang sudah sangat baik mengurus Jack putranya.
"Entahlah ibu. Bagaimana kalau besok saja?"
"Ah iya itu betul juga. Pasti mereka sedang beristirahat kan?"
"Iya Bu."
"Assalamualaikum," mereka bertiga menoleh ke arah pintu saat melihat Randy melongokkan kepalanya ke dalam ruangan itu.
"Waalaikumussalam nak Randy? apa ada sesuatu yang terjadi sama Jihan dan anaknya sampai kamu menyusul kami kesini?" tanya Sinta dengan wajah khawatir. Randy hanya tersenyum kemudian melangkah menghampiri semua orang.
"Tidak ada Bu, aku cuma ingin meminta Jack untuk segera menceraikan Jihan," ujar Randy langsung ke inti tujuannya mendatangi kamar pria yang telah menikahi ibu dari anaknya itu.
Jack Andrian menatap semua orang dengan pandangan bingung. Ia sesungguhnya tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi pada Jihan kecuali bahwa sepupu atau istrinya itu sudah melahirkan.
"Dengan senang hati akan aku lakukan, tetapi kamu kan yang sedang ingin menarik perhatian Eka? jelaskan padaku siapa kamu sebenarnya?"
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍
__ADS_1