
Erick Bramantyo mempercepat laju mobilnya ke arah hotel setelah Papa mertuanya menghubunginya kalau Beby belum juga pulang ke rumah.
Pria itu berlari ke ruang Diamond lantai 15 tempat berlangsungnya pesta ulangtahun Taro beberapa jam yang lalu.
Ia berharap acara itu masih berlangsung meskipun itu sangat tidak masuk akal karena waktu sekarang sudah menunjukkan pukul 10 malam.
Tring
Pintu lift terbuka, Erick langsung keluar dan berlari ke arah barat lantai 15 itu. Suasana sepi dan gelap yang ia temukan saat membuka pintu ruangan itu.
Tak ada lagi pesta seperti yang ia lihat tadi. Semua sudah bersih dan tak ada sosok yang ia cari.
Dengan cepat ia menghubungi Papa mertuanya untuk memastikan keberadaan Beby Alesha saat itu.
"Beby belum pulang Rick, coba kamu cari di rumahnya tante Linda siapa tahu dia main kesana dulu setelah pesta tadi. Handphonenya juga gak aktif." jawab Ibrahim langsung saat sambungan telepon itu terhubung.
"Oh iya Pa," jawab Erick kemudian segera memutar balik arah mobilnya. Tujuannya sekarang adalah rumah Linda adik kedua dari Ibrahim, Papa mertuanya.
"Tante Lin, Beby ada di dalam?" tanya Erick saat ia sudah sampai di rumah itu dan yang membukakan pintu adalah Linda. Perempuan dewasa yang berbeda beberapa tahun usia dengannya.
"Beby baru saja pulang, emangnya kamu tidak lihat kalo mobilnya tidak ada disini?" tanya Linda dengan nada ketus. Ia tidak suka kalau Erick menyebut nama ponakannya itu didepan hidungnya.
"Terimakasih banyak tante, Kalau begitu aku cari ditempat lain saja," Erick berniat undur diri.
"Eits tunggu dulu, kamu kok tidak sopan banget sih sama tantemu sendiri," ujar Linda dengan suara yang lebih melunak.
Erick menatap wajah Linda sekilas kemudian segera menunduk. Pandangan mata Linda padanya terasa berbeda bagi pria itu.
"Aku permisi tante," Erick tak ingin berlama-lama lagi disana. Udara di sekitar mereka agak mulai panas bagi Erick.
"Erick, aku tahu kalau hubunganmu dengan Beby tidak berjalan seperti yang kamu harapkan," ujar Linda yang tanpa Erick sadari sudah berada dekat dengannya dan bahkan sedang menyentuh tangannya.
Erick tidak menjawab, ia hanya memandang tangannya yang sedang digenggam oleh Linda.
"Ceraikan saja Beby Rick, daripada hubungan kalian tidak mengalami kemajuan," Erick tak menjawab hatinya begitu kesal saat ini.
"Waktumu akan habis dengan percuma, dan ya menurut aku, kita bisa kok jadi FWB, Friends With Benefit," ujar Linda pelan sembari tersenyum penuh arti pada Erick sang ponakan.
Pria itu merasakan darahnya mendidih. dan segera berujar pada perempuan yang sangat tak tahu malu itu.
__ADS_1
"Apa kamu tahu apa yang kamu bicarakan ini, hah? ini sungguh tidak benar, dan juga apa nanti kata suamimu dan keluarga besar kita ?!" Erick menyentakkan tangannya dengan kasar dan bahkan bicara sudah tidak sopan lagi pada perempuan yang tidak tahu malu itu.
"Erick tenanglah, kita hanya akan saling menguntungkan, kamu tidak perlu memikirkan yang berat-berat. Asal aku dan kamu saling menyenangkan aja, itu sudah cukup," omongan Linda semakin tak terkontrol dan tangan Erick sudah gatal ingin mencekik perempuan tidak tahu malu itu.
"Beby sudah mengatakannya padaku, Rick kalau ia tak akan memberi miliknya yang berharga padamu, jadi kenapa kamu tidak sama aku saja, aku kesepian Erick, dan aku tahu kamu pasti akan sangat hebat di ranjang," Linda kembali mendekati pria tampan itu dan meraba dada bidangnya erotis.
"Astagfirullah, bisa-bisanya kalimat tidak sopan itu keluar dari mulut kamu ya, kalaupun aku dan Beby tidak berjalan dengan baik, aku akan mencari yang gadis masih single, dan punya rasa malu tidak seperti dirimu." Erick meninggalkan rumah itu kemudian ia berbalik lagi setelah melangkah beberapa langkah.
"Aku berharap kita tidak pernah bertemu lagi, permisi!"
"Erick!" Linda berteriak memanggil dengan wajah tak nyaman. Ia sungguh menyukai pria itu dari dulu tetapi kakaknya tidak mengerti perasaannya yang akhirnya menikahkannya dengan seorang pria yang tidak ia sukai.
Keluarga mereka tidak bahagia seperti yang semua orang harapkan.
Ia jadi kesepian dan merasa tersiksa dalam rumahtangganya hingga ia berusaha akrab dengan ponakannya dan mulai mengorek informasi bagaimana hubungan Beby dan juga Erick, dan ternyata ponakannya itu bercerita kalau mereka berdua begitu dingin dan bahkan belum pernah tidur bersama secara khusus.
"Erick, kembalilah padaku, akan kuberikan cinta dan semua yang kamu mau," ujar Linda pelan kemudian memikirkan bagaimana nantinya mendapatkan pria tampan itu.
🍁
Erick mencuci tangannya yang sudah disentuh oleh tantenya sendiri dengan maksud yang tak pernah ia sangka.
Pria itu meraup wajahnya kasar kemudian melangkah cepat ke lantai 2 tempat kamarnya dan istrinya berada.
Mobil Beby Alesha yang terparkir di dalam garasi sudah membuktikan kalau perempuan itu sudah berada di rumah.
Dengan pelan Erick membuka pintu kamar dan menyaksikan istrinya sedang duduk di depan meja rias.
Nampak Perempuan itu sedang melakukan perawatan khusus pada wajahnya seperti biasa saat sebelum tidur.
"Aku mencarimu kemana-mana, syukurlah kamu sudah ada disini dengan selamat," ujar Erick sembari menatap istrinya itu dari dalam cermin yang ada dihadapannya.
"Heh, selamat, memangnya aku pergi kemana? aku kan cuma ngumpul-ngumpul dengan keluargaku saja, simpan rasa khawatir itu pada orang lain," ujar Beby Alesha kemudian berdiri dari duduknya. Perempuan yang sedang memakai gaun tipis itu melenggang santai di depan Erick.
Dengan gerakan cepat tangan besar Erick meraih pinggang sang istri dan membawanya kedalam rengkuhannya.
"Aku khawatir padamu kalau kamu pulang larut istriku," bisik pria itu didepan wajah sang istri yang begitu dekat dengan jaraknya saat ini. Tubuh Beby Alesha membeku seketika. Perempuan itu bisa merasakan aroma nafas suaminya.
"Dan ya tidak perlu kamu ceritakan pada semua orang kalau kita belum pernah intim," bisik Erick sembari mengencangkan rengkuhan tangan besarnya pada istrinya itu.
__ADS_1
Ia sangat kesal sekarang. Semua orang memandangnya dengan wajah menyedihkan hanya karena belum berhasil melakukan MP dengan istrinya itu. Apalagi mengingat keinginan dari Linda tadi.
"Lepaskan aku Erick Bramantyo, aku tak suka kamu perlakukan aku seperti ini." balas Beby Alesha dengan mata memandang mata elang suaminya.
"Lalu apa yang kamu inginkan hah? aku sudah cukup bersabar denganmu Beb, kamu ingin Tante Linda mengambilku jadi gigolonya Iyya,?"
"Maksud kamu apa, Erick. Jangan bawa-bawa nama Tante Linda di sini. Dia tanteku yang sangat baik dan menyayangiku." Erick menarik lagi rengkuhannya semakin rapat hingga bibirnya sedikit lagi menyentuh bibir Istrinya yang terbuka itu.
"Tanyakan nanti padanya apa yang ia inginkan dariku. Keluargamu benar-benar tak ada yang beres." geram Erick kesal.
"Heh kalo ngomong jangan asal ya, meskipun ada keluarga yang tidak baik tetapi tidak sepantasnya kamu mengatakan itu pada keluargaku," jawab Beby sembari menatap netra elang sang suami.
"Yang mana keluargamu yang baik itu coba tunjukkan,"
"Taro! pria itu baik padaku dan ternyata ia kecewa karena aku telah mengabaikan perasaannya selama ini, aku-,"
Erick merasakan dadanya mendidih karena mendengar sang istri memuji-muji pria lain di depan suaminya sendiri.
Erick dengan cepat mengecup lembut bibir Istrinya itu dan segera melepaskan rengkuhan tangannya dengan tiba-tiba saat tubuh Beby Alesha sudah mulai merespon dengan baik.
Pria itu sadar bahwa ia bisa saja melakukan hal yang sama dengan saat itu jika Beby Alesha sudah menatap matanya lagi.
Perempuan cantik itu bisa menyerahkan semuanya hanya dengan menatap dalam pada bola mata bulat dan indah itu.
"Awwww kamu menjatuhkan aku, ini sakit tahu!" teriak perempuan cantik itu saat dilepaskan secara tiba-tiba oleh suaminya dan langsung membuat bokongnya menyentuh lantai dengan keras. Untungnya lantai itu sudah dialas dengan karpet lembut.
Erick menyeringai,
"Itu untukmu yang keras kepala," ujar Erick kemudian meninggalkan kamar itu dan menuju kamar tamu untuk tidur.
"Ih dasar laki-laki tidak peka!" teriak Beby Alesha sembari menyentuh bibirnya yang sempat dikecup singkat tadi.
"Heh, mau kemana dia sampai membawa pakaian tidurnya." ujar Beby Alesha bermonolog.
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍
__ADS_1