
"Saya terima nikahnya Beby Alesha Ibrahim binti Ibrahim dengan mahar tersebut karena Allah."
jawab Erick Bramantyo dengan satu kali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi?"
"Sah!"
"Sah!"
Kedua saksi yang ditunjuk itu semuanya menjawab Sah.
"Barokallahu laka wabaroka Alaikuma wa jamaah bainakuma fi Khoirin."
Untaian doa pak penghulu diaminkan oleh semua orang yang ada di ruangan itu.
"Selamat Beb, kamu sudah resmi sayang jadi seorang istri." ujar Eka sembari menghampiri Beby Alesha yang sedang menatapnya dengan pandangan mata tak terbaca.
"Selamat ya Beb," ujar anggota Rangers Dewani yang lain dan ingin memeluk serta mencium pengantin perempuan yang sangat cantik itu.
"Eits, jangan cium dan jangan peluk, nanti makeupnya hancur, okay? Biar suaminya yang pertama mencium dan memeluknya." seru tim Wardrobe yang tetap setia berada di kamar pengantin untuk memastikan riasan pengantinnya tidak terganggu sedikitpun.
"Yah tega banget mba, kita kan mau kasih selamat sama pengantinnya," gerutu Anny dengan bibir berubah bentuk jadi mangkuk terbalik.
"Sudah, kalian nikmati aja dari jauh dan ya, kalian keluar aja dulu," seru tim wardrobe yang lainnya.
"Tuh pengantin pria udah mau masuk nih menyapa pengantinku yang sangat cantik ini." lanjutnya dengan senyum diwajahnya.
"Gak apa-apa kali kita disini mba, gak gangguin juga." timpal Ratna ngotot tak mau keluar dari kamar sang pengantin.
"Ih pamali kalau gadis lihat yang beginian, hush keluar-keluar!" Keempat gadis itupun keluar dengan wajah kesal.
"Beb, kami nunggu di luar ya sayang!" teriak Eka dengan suara agak keras. Sang pengantin hanya mengangguk dengan ekspresi tak terbaca.
Ada banyak rasa bercampur aduk di dalam hati Beby Alesha saat ini, tapi ia tak ingin menunjukkan dan mengeluarkannya sekarang ini. Ia akan berusaha bersabar.
"Senyum dong Beb, yang santai ya, supaya selalu nampak cantik, suamimu ganteng banget lho." ujar tim Wardrobe itu sembari meminta Beby Alesha untuk duduk di atas ranjang menunggu sang suami memasuki kamarnya.
"Ribet banget sih mbak, gak udah pakai acara kayak gini ah, risih." ujar Beby dengan wajah berubah warna.
"Pernikahan hanya sekali sayang, jadi harus dibuat begitu berkesan, okey?" Beby akhirnya mengikuti apa saja yang diminta oleh tim EO itu. Ia pasrah meskipun hatinya mendongkol karena kesal.
"Nah tuh suamimu sudah ngetuk pintunya, usahakan untuk tetap menunduk dan jangan menatapnya okey? Supaya pengambilan gambarnya bagus dan alami gitu."
"Iya mbak," jawab Beby dengan perasaan gugup. Ia tiba-tiba merasa menjiwai pernikahan ini yang tadinya hanya dianggap permainan saja.
__ADS_1
Erick Bramantyo memasuki kamar pengantin itu dengan perasaan syukur tak terhingga.
Pria itu tak berhenti berterima kasih pada Tuhan karena telah menjodohkannya dengan Beby Alesha yang selama ini ia harapkan menjadi istrinya.
Sesuai petunjuk dari EO itu, Erick Bramantyo menghampiri perempuan cantik yang sudah sah ia sentuh itu dengan langkah pelan.
Dalam hati ia memuji kecantikan istrinya itu meskipun istrinya itu sedang menunduk.
"Sekarang pakaikan cincinnya dulu ya Mas," Erick mengangguk dan mulai meraih jari istrinya yang tampak sangat lentik dan juga indah dengan hiasan Hena di sana. Mereka berdua saling memasangkan cincin secara bergantian.
Cekrek
"Sekarang Mas Erick cium kening mbak Beby ya, lamaaa hirup aromanya dan..." ujar fotografer pengarah gaya pada dua pengantin yang sedang punya perasaan yang berbeda itu.
Erick sekali lagi mengikuti perintah sang fotografer dengan membaca bismillah ia menghirup kening istrinya dan menyimpannya dalam dadanya.
Cekrek
"Mbak Beb, cium tangan mas Erick ya sayang?"
Deg
Dua orang itu merasakan dada mereka berdebar kencang.
Ya Allah, ini nama suamiku namanya Erick? kok bisa kebetulan banget sih? ujar Beby Alesha membatin.
"Ya tahan ya,!"' ya Bagus!" jangan dilepas ya sayang."
Cekrek
Satu kutipan kembali berbunyi. Sang fotografer kembali tersenyum puas dengan hasil jepretannya.
Cekrek
"Bagus mas Erick, gambarnya natural banget, gitu ya kalau udah akad, Chemistrynya dapat, nah sekarang mbak Beby pandang wajah mas Erick. terus Masnya langsung cium pipinya mbak Beby ya?"
Deg
Mereka berdua seakan dihipnotis langsung saja mereka melakukan apa saja perintah sang fotografer.
Cekrek
"Wow manis banget hasilnya, kalian tampak serasi banget."
"Nah kami keluar dulu, kalau mau ngobrol atau mau melakukan sesuatu yang lebih dari yang tadi, silahkan. Kami akan kembali menjemput tuan dan nyonya Erick Bramantyo untuk selanjutnya menuju ke pelaminan." jelas sang fotografer yang diamini oleh tim EO. Mereka pun keluar dari kamar itu.
__ADS_1
"Kamu???" Beby mendongak dengan pandangan tajam ke arah suaminya.
"Aku suamimu sekarang sayang," jawab Erick sembari tersenyum samar. Alisnya terangkat seolah-olah sedang menantang Beby Alesha, istri barunya.
"Aku tidak sedang bermimpi kan? kalian sedang bercanda kan?" tanya Beby dengan suara tercekat menahan emosi di dalam dadanya.
"Ini nyata Beb, aku sekarang adalah suamimu,"
"Tidak, kalian semua menipuku, mana Papa sama Mama, kalian jahat!?" teriak Beby dan berusaha menggapai suaminya itu dan ingin meremas wajah tampannya.
"Beb, jangan permalukan Papa dan Mamamu, ada banyak tamu diluar sana," ujar Erick Bramantyo berkelit dengan suara tenang.
Pria itu sudah bisa memprediksi kejadian apa yang terjadi setelah Beby tahu semuanya, tetapi ia akan terus berusaha untuk mengikuti kemauan istrinya ini.
"Kalian mempermainkan aku, hiks." Beby akhirnya hanya bisa menangis. Nama baik keluarga lebih penting daripada perasaannya saat ini.
Dengan tenang Erick Bramantyo memberikan beberapa lembar tissue pada istrinya itu.
"Gak usah! aku bisa pakai pakaian ini untuk menghapus air mataku!" bentak Beby dan malah melempar lembaran tissue itu ke wajah pria yang sekarang sudah resmi menjadi suaminya itu. Erick hanya diam dan menarik nafas.
"Apa aku sebegitu buruknya sampai kamu begitu menderita dengan pernikahan ini?"
"Kamu menyebalkan tahu gak, dan ingat ya jangan lagi menyentuhku seperti tadi, ngerti?"
"Iya iya ngerti," jawab Erick Bramantyo berusaha bersabar dan mengikut semua perkataan istrinya itu.
"Dan juga kita harus bikin perjanjian pernikahan,"
"Iya, yang penting kamu senang dan tidak nangis lagi," jawab Erick dengan senyum samar dibibirnya.
"Kamu jangan ganggu kegiatanku di luar sana!"
"Iya, trus apalagi?"
"Kamu bebaskan aku main sama sahabat-sahabatku lagi, gak ada debat!"
"Iya, ada lagi?"
"Gak, untuk sementara cukup, nanti aku pikirkan lagi." ujar Beby kemudian meraih tissue yang sudah ia lemparkan ke wajah suaminya itu untuk menghapus air matanya.
"Nih, kalau masih mau," dengan santai Erick menyerahkan sekotak tissue lagi pada istrinya yang masih menangis sesenggukan itu.
"Ih! sudah kubilang kamu itu menyebalkan!" teriak Beby histeris lagi.
*Tobe continued
__ADS_1
Mana nih like dan komentarnya, kasih Vote dan bunga dong untuk pengantin baru kita, hehehe ngarep, ðŸ¤ðŸ˜….