
Eka Setiawati menatap wajah Jack Andrian dengan pandangan tanya, tetapi pria itu hanya mengangkat bahunya kemudian duduk dengan santai.
"Ibu, jelaskan padaku apa ini?" tanya Eka pada perempuan yang telah melahirkannya itu.
"Sudah, tidak usah mikir macam-macam. Magrib sudah hampir lewat. Sholat dulu sana." Wati berdiri dari duduknya kemudian melangkah masuk ke dalam kamarnya meninggalkan dua orang di ruang tamu itu.
"Pak Jack? anda kenal ibuku?" tanya Eka lagi dengan wajah penasaran.
"Magrib hampir lewat, kamu dengarkan apa kata ibu, kita sholat dulu." ujar pria itu kemudian menarik tangan Eka untuk ke bagian dalam rumah.
"Hey, kamu bahkan lebih mengenal rumahku dari pada aku sendiri." ujar Eka yang menyaksikan pria itu menggulung lengan kemejanya sampai batas sikunya dan mulai mengambil air wudhu.
"Berwudhu' lah cepat, waktu hampir habis." jawab pria itu dan meninggalkan Eka yang masih nampak bengong.
Eka pun melakukan hal yang sama. Ia membersikan dirinya kemudian berwudhu dan mengikuti langkah Jack kedalam ruang keluarga yang sudah terdapat dua buah sajadah di sana.
Eka termangu antara khusuk dan juga terpana akan kemampuan bacaan Alquran Jack Andrian yang berdiri di depannya sebagai imam.
__ADS_1
Gadis itu tak menyangka pria kaku dan berwajah datar itu bisa menjadi sosok yang sangat berbeda saat menjadi pemimpin dalam sholat ini.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh," Eka mengikuti apapun gerakan imam di hadapannya.
Gadis itu tak sadar mendekat ke arah Imam dan ingin mencium tangan Jack Andrian tetapi pria itu mengangkat tangannya di udara.
"Sabar ya, belum saatnya. Sebentar lagi kamu akan bebas mencium tanganku.," ujar Jack dengan ekspresi datarnya.
"Hah?" Eka kembali melongo antara malu dan juga kesal dengan gaya menyebalkan pria dihadapannya. Dengan cepat ia berdiri dari sajadahnya dan membuka mukenanya.
"Aku akan memanggil ibu kesini, kamu diam saja dan jangan suka kesal seperti itu." ujar Jack kemudian berjalan ke arah kamar Wati, ibu dari Eka Setiawati.
Perempuan paruh baya itu pun duduk di ruang tamu yang sangat sederhana itu. Ia dan putrinya menantikan apa yang akan disampaikan oleh pria tampan yang akhir-akhir ini sering datang berkunjung.
"Aku ingin melamar putri ibu untuk menjadi istriku, dan semoga ibu bersedia menerima lamaran ini." ujar Jack sembari memandang wajah Wati dan Eka bergantian yang sedang duduk dihadapannya.
Eka menarik nafas panjang. Pria ini benar-benar tak pintar basa-basi sama sekali. Semuanya dilakukannya langsung ke inti permasalahan.
__ADS_1
"Bagaimana ibu?" tanya Jack karena perempuan itu yang hanya diam saja. Nampak sekali kalau Wati belum begitu percaya kalau putrinya dilamar pada saat yang sangat mengejutkan seperti itu.
"Ibu serahkan sama Eka nak Jack, putriku itu yang akan menjalani hidup bersamamu." jawab Wati sembari meraih tangan putrinya dan menatapnya.
"Apa kamu terima nak Jack Andrian ini sebagai calon suamimu nak?"
Eka menatap wajah Jack yang juga sedang menatapnya. Dan untuk pertama kalinya gadis cantik itu melihat wajah pria tampan itu menampakkan ekspresi memohon.
Eka tersenyum kemudian mengangguk.
"Aku bersedia ibu menjadi istrinya." jawabnya dengan senyum malu-malu.
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍
__ADS_1