Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 141 BSWW


__ADS_3

Semua orang mendengarkan cerita Beby Alesha yang tiba-tiba merasakan dirinya tidak bisa bergerak setelah mencium semacam parfum yang disemprotkan oleh seorang perempuan padanya.


"Kamu ingat siapa dan bagaimana orangnya Beb?" tanya Hany dengan wajah penasaran. Beby Alesha nampak berpikir kemudian menyebutkan ciri-cirinya yang persis sama dengan perempuan yang ia temui di toilet waktu itu.


"Kak Erick ingat siapa yang ngobrol sama kakak sewaktu di depan toilet waktu itu?" tanya Hany meyakinkan kecurigaannya. Erick Bramantyo tampak mengetatkan rahangnya marah. Apa yang dipikirkan Hany memang sesuai dengan yang ia pikirkan juga.


"Itu adalah Dian Pelangi," jawab Erick dan langsung meraih handphonenya di dalam saku jaketnya. Ia menghubungi pihak berwajib agar menangkap perempuan itu sekarang juga.


"Apakah anda punya bukti pak Erick?" tanya Henry, polisi berpangkat komisaris di Mapolres Jakarta itu.


"Buktinya adalah istriku yang jadi korban Pak. Dan bukti berikutnya akan sampai di meja bapak."


"Baik Pak Erick. Kami akan segera menahan perempuan itu."


"Terimakasih banyak pak Komisaris," ujar Erick kemudian menutup panggilan telepon itu.


"Aku akan keluar sebentar sayang," ujar Erick sembari mengecup kening istrinya lembut. Pria itu meninggalkan istrinya bersama dengan keluarga dan para sahabatnya.


"Beby sayangku. Selamat ya sudah melahirkan bayi yang sangat cantik." ujar Ratna dengan wajah gembira. Perempuan yang baru saja masuk UGD itu datang bersama dengan Royco sang suami.


"Makasih ya untuk semuanya, sudah memberikan doa terbaik untuk aku." balas Beby dengan senyum diwajahnya.


"Ini semua gara-gara rujak buah ya, maafkan aku ya Beby dan Ratna." timpal Anny tak enak hati. Sedari tadi ia terus menyelidiki dirinya yang mengajak para sahabatnya itu untuk makan sampai berakibat seperti ini.


"Eh gak kok ini bukan salah kamu. Rujak buahnya justru membawa berkah lho Ann," ujar Ratna sembari mendekati istri dari Fadhil Akifah itu.


"Berkah gimana maksudnya Rat?" tanya Anny penasaran.


"Gara-gara rujak buah itu aku jadi tahu kalau aku hamil."

__ADS_1


"Ah yang bener kamu?" tanya Anny dengan wajah kaget sekaligus gembira.


"Iya Ann, gara-gara aku mual dan muntah terus aku jadi periksa sama dokter kan, dan ketahuan deh kalau aku juga hamil kayak kamu," jelas Ratna dengan wajah ceria meskipun masih sedikit pucat.


"Wahh selamat ya, ini jadi kejutan yang sangat menyenangkan buat kita semua."


"Dan gara-gara rujak buah itu juga aku jadi merasa mulas padahal kan emang sudah waktunya melahirkan, hehehe," timpal Beby Alesha dengan wajah gembira pula.


"Terkadang yang kita anggap buruk ternyata malah menyimpan kebaikan di dalamnya. Makanya kita selalu diperintahkan untuk selalu berprasangka baik," timpal Ratih, ibu mertua Beby Alesha dengan kalem.


"Iya Bu. terima kasih atas pencerahannya." jawab Hany sembari memeluk perempuan paruh baya itu seolah-olah sedang bersama dengan ibunya sendiri.


Tok


Tok


Semua orang menoleh ke arah pintu saat benda yang terbuat dari kayu itu diketuk dari luar. Tak lama kemudian Ibrahim dan juga Hanna muncul disana dengan wajah gembira.


"Iya benar. Benar-benar ya kalian tidak ingat kalau Beby masih punya orangtua." sambung Ibrahim dengan pandangan tajam pada semua orang yang ada di dalam ruangan itu.


"Maafkan kami Pak Presdir. Proses melahirkan ibu Beby terlalu menegangkan tadi, jadi kami lupa memberitahu bapak." jawab Fadhil Akifah yang merasa tidak enak hati sama pimpinan tertinggi di Perusahaan tempatnya bekerja.


Ibrahim hanya tersenyum kemudian memandang Ratih yang ternyata sudah berada di samping putrinya.


"Bu Ratih? sudah lama?" tanya Ibrahim dan Hanna bersamaan. Besannya itupun tersenyum dan menjawab.


"Iya Pak Bu. Erick yang menghubungi saya sewaktu Beby masih dalam proses operasi."


"Heh mana anak itu sekarang. Beraninya menghubungi kami saat Beby sudah berhasil melahirkan. Padahal kita kan juga ingin merasakan yang namanya menunggu," ujar Ibrahim kesal dan membuat semua orang menahan untuk tidak tertawa.

__ADS_1


"Mungkin karena Erick takut sama penyakit jantung Papa, jadi baru menghubungi kita saat semuanya sudah baik dan selamat."


"Oh iya. Aku lupa kalau aku ada penyakit jantung. Nah sekarang dimana cucuku itu," ujar Ibrahim sembari mencari sosok bayi mungil yang sedang tidur nyenyak di dalam sebuah box bayi.


"Papa, kamu tidak memberi selamat padaku?" tegur Beby Alesha dengan senyum haru dan bahagia di wajahnya.


"Astagfirullah, Papa lupa sayang kalau kamu sudah berjuang keras untuk melahirkan putri yang sangat cantik seperti dirimu ini." Ibrahim dan Hana pun segera mendekati putrinya itu dan memberinya kecupan lembut di keningnya.


"Kamu hebat nak sudah berjuang untuk putrimu ini," ujar Ibrahim dengan wajah gembira. Ia teringat bagaimana Hana dulu sangat sulit untuk hamil. Sampai bertahun-tahun mereka menunggu sampai mempunyai satu orang anak perempuan seperti Beby Alesha.


"Melahirkanlah yang banyak untuk menambah keturunan Ibrahim nak." ujar pria tua itu sembari tersenyum sedangkan Beby Alesha hanya bisa mengangguk. Ia menyetujui keinginan orang tuanya untuk memiliki banyak anak.


Pria itu kemudian memandang semua orang yang sedang memperhatikan interaksinya dengan sang putri.


"Nah untuk kalian yang sudah menikah. Niatkan untuk punya banyak anak sehingga mereka semua bisa mendoakan kalian di saat sudah menghadap sang khalik.


Anny dan Fadhil Akifah saling menggenggam tangan mereka. Berharap bayi yang ada didalam kandungannya sehat dan selamat nantinya saat lahiran.


Ratna dan Royco juga saling memandang dan merapal ke doa yang baik-baik untuk bayi yang sedang berproses tumbuh di dalam tubuh Ratna. Sedangkan Hany dan Yudhistira juga saling tersenyum. Meskipun mereka belum diberi kepercayaan, mereka tetap akan terus berusaha agar bisa juga dipanggil ayah dan ibu dari anak-anaknya yang lucu-lucu.


Sementara itu, di sebuah Restoran yang merupakan milik klien Erick Bramantyo sedang terjadi pengumpulan bukti kejahatan Dian Pelangi oleh pria itu.


Rekaman CCTV pada restoran itu diambil oleh Erick untuk membuktikan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh Dian Pelangi adalah sangat berbahaya dan bisa menghilangkan nyawa dua orang.


"Apa maumu Dian brengsek!" geram Erick saat melihat rekaman CCTV itu menunjukkan kalau Dian sudah lama menunggu Beby Alesha di sebuah meja di dalam restoran itu.


Untungnya istri dan anaknya selamat. Andaikan Beby Alesha dan juga putrinya itu tidak bisa diselamatkan, maka ia pastikan perempuan jahat itu pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal.


*Tobe continued

__ADS_1


Hai readers tersayangnya mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2