Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 114 BSWW


__ADS_3

Erick Bramantyo melonggarkan ikatan dasinya dengan wajah sangat lelah. Seharian menghadapi klien dengan segala permasalahannya membuatnya kelelahan. Belum lagi kehadiran Dian yang sedikit mengganggu kenyamanannya selama ini.


"Astagfirullah, aku lupa kalau aku akan membawa Beby makan siang di rumah," ujarnya pelan sembari menepuk dahinya.


Dengan cepat ia meraih benda pipih yang selama ini membantunya berkomunikasi dengan orang lain.


"Assalamualaikum Beb sayangku sudah makan belum?" tanyanya saat perempuan cantik yang sedang mengandung anaknya itu menerima panggilannya.


"Waalaikumussalam warahmatullahi, iya mas, aku sudah makan sama Eka," jawab Beby Alesha dengan suara kedengaran santai. Tidak ada tanda ia merajuk atau ngambek karena ia lupa janjinya.


"Alhamdulillah, kamu makan sayur kan?" tanya Erick dengan penuh perhatian.


"Iya mas, Eka maksa aku, hehehe, eh mas Erick apa sudah makan juga?"


"Sudah, aku makan siang sama klien tadi. Maaf ya aku gak makan siang sama kamu,"


"Gak Apa-apa mas, aku sekarang lagi di Mall ini, jalan sama Eka udah ya," ujar Beby berusaha menutup panggilan itu. Ia sepertinya sedang menikmati jalan-jalan di luar bersama sahabatnya itu.


"Baiklah, jangan terlalu capek ya Beb,"


"Iya Mas, Assalamualaikum,"


"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh," jawab Erick kemudian menutup panggilan itu.


Pria itu menaruh kembali benda pipih itu. Senyum samar kembali terbit dari bibirnya saat ia membayangkan istrinya yang sedang makan dan menikmati hari ini tanpa dirinya.


Tiba-tiba ia teringat kembali tentang Jack Andrian, sang asisten yang sudah hampir 2 pekan ini tidak pernah muncul ke Perusahaan.


Tangannya kembali meraih handphonenya untuk menghubungi pria itu tetapi sekali lagi nomornya tidak bisa terhubung karena berada di luar jangkauan.


"Kemana kamu Jack? apa kamu sudah mau resign tanpa bilang-bilang padaku hah?" gerutunya sembari memandang layar handphonenya.

__ADS_1


Sementara itu di Grand Mall Indonesia.


Beby Alesha dan Eka Setiawati yang baru lagi punya kesempatan untuk berjalan bersama setelah sekian lama tampak sangat bahagia dan menikmati kegiatan mereka itu.


"Enaknya kalau punya sahabat pimpinan kita sendiri, bisa diajak bolos seperti ini hihihi," ujar Eka sembari melangkah keluar dari Restoran bersama dengan Beby Alesha sang sahabat.


"Eh, jangan ribut dong nanti ada yang dengar, dikira kita ada permainan dibawah tanah hehehe," jawab Beby ikutan tertawa.


"Sekarang kita mau kemana Beb? udah kenyang begini maunya langsung rebahan aja." tanya Eka memandang keramaian Mall siang itu.


"Kita ke butik langganan aku aja, sekaligus cari gaun untuk pernikahan Hany nanti ya, mumpung kita sudah berada di sini," jawab Beby Alesha sembari melangkah ke arah timur dari posisinya sekarang.


"Duh perasaan baru aja kita hadiri pernikahan Ratna sekarang Hany dan katanya Anny juga akan menyusul," ujar Eka dengan wajah gembira. Sebentar lagi mereka semua jadi seorang istri.


"Dan kamu juga kan, kamu sudah dilamar sama sekretaris mas Erick, iyyakan?" ujar Beby Alesha sembari tersenyum menggoda.


"Hem," jawab Eka singkat. Gadis itu tiba-tiba tidak bersemangat lagi jika membahas pria yang sangat dicintainya itu. Kepergiannya tanpa kabar membuatnya sering berprasangka yang tidak-tidak.


"Selamat siang nyonya Bramantyo, ada yang bisa kami bantu?" sapa seorang karyawan di butik langganan itu. Senyumnya langsung cerah melihat customer VIPnya datang berkunjung.


"Selamat siang mbak, kami hanya ingin mencari gaun untuk pesta nikahan sahabat kami," jawab Beby Alesha dengan senyum diwajahnya.


"Mari nyonya ikut saya, ada banyak koleksi gaun terbaru di butik kami." mereka berdua dibawa ke tempat khusus dan lebih privat untuk diperlihatkan koleksi terbaru di dalam butik itu.


"Tema dan konsepnya seperti apa ya kalau boleh saya tahu? biar kami lebih mudah menunjukkan apa yang nyonya cari."


"Tema acaranya sih Garden party gitu ya Ka?" jawab Beby sembari menatap Eka yang sejak tadi diam saja.


"Iya Beb, garden party, jadi pilih yang sederhana dan simpel saja." jawab Eka tersenyum kemudian meninggalkan dua orang itu mengobrol.


Meskipun Jack Andrian belum ada kabar tetapi gadis itu jadi tertarik melihat gaun-gaun pengantin yang terpajang dalam boneka-boneka manekin. Ia ingin mencari katalog pakaian pengantin yang mungkin bisa jadi referensi saat menikah nanti dengan Jack Andrian sang kekasih hati.

__ADS_1


"Kalau jalan lihat-lihat dong!" kesal seorang perempuan cantik yang tak sengaja tertabrak oleh Eka saat gadis itu sibuk dengan katalognya sambil berjalan.


"Eh maaf mbak, aku tidak sengaja," Ujar Eka dengan wajah tak nyaman. Ia merasa bersalah karena tidak hati-hati dan menyebabkan seseorang hampir terjengkang jatuh.


"Jalan tuh pakai mata untungnya aku gak sampai jatuh dan keguguran!" salak perempuan itu lagi yang sedang dibantu berdiri oleh seorang pria yang sangat Eka kenal.


"Kak Jack?" ujar Eka dengan pandangan mata tak percaya dengan penglihatannya. Pria yang disebut namanya itu langsung melepaskan pegangannya pada perempuan cantik tadi.


Mata mereka berdua tertaut begitu lama dengan perasaan yang tak terbaca.


"Awww, Kak Jack kamu bikin aku jatuh," teriak perempuan itu bertambah histeris. Jack kembali mengangkat perempuan itu yang jatuh di lantai.


Kepala Eka sudah mendapatkan kesimpulan hanya dengan melihat ekspresi kaget dan diamnya pria itu. Matanya ia usahakan untuk tidak berkedip agar airmata tidak membobol pertahanan dirinya.


"Eka, ada apa?" tanya Beby Alesha yang tiba-tiba muncul di ruangan itu. Telinganya rupanya ikut penasaran dengan suara ribut-ribut di dalam butik itu.


Eka tidak menjawab, matanya hanya tidak berpindah dari sosok pria yang selama ini mengisi harinya dengan perasaan yang sangat sakit dan juga kecewa.


"Kita pulang Beb, ayok," ujar Eka sembari menarik tangan Beby Alesha sang sahabat.


"Aku belum selesai, tapi baiklah," jawab Beby Alesha sembari memandang tajam asisten dan sekretaris suaminya itu.


Mereka berdua keluar dari butik itu dengan perasaan campur aduk sedangkan Jack Andrian yang masih berada di dalam butik itu tak bisa berbuat banyak. Ia ingin menyapa Eka tetapi lidahnya terasa kelu. Akhirnya ia hanya membantu Jihan yang masih terus menggerutu dengan keadaannya yang cukup malu pada karyawan dan pengunjung butik itu.


"Kak Jack kenal sama gadis itu? sampai aku dibiarkan jatuh seperti tadi?" tanya Jihan dengan pandangan menyelidik.


"Hem," jawab Jack kemudian meninggalkan Jihan yang masih terbengong-bengong.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2