
Beby Alesha memeluk Eka Setiawati yang masih belum berhenti menangis sejak tadi.
Eka yang terkenal tomboi dan tidak pernah sekalipun terlihat mengeluarkan air mata kini memperlihatkan kelemahan dan kerapuhannya. Gadis itu tak bisa lagi tegar dan kuat seperti biasa. Semuanya hancur luluh tak bersisa.
Kabar buruk tentang kematian ibunya yang tiba-tiba meninggal karena kecelakaan membuatnya pingsan tak sadarkan diri.
Berita kecelakaan lalu lintas di perempatan jalan dekat rumah orangtuanya itu hanya berselang sedikit waktunya ketika ia menemukan Jack bersama perempuan cantik yang mengaku sebagai istri dari pria itu.
"Eka, bangun sayang, jasad ibumu menunggu di kampung, hiks," Beby terus menepuk pipi sahabatnya itu agar segera sadar. Gadis itu tak bisa juga menahan kesedihan atas musibah yang menimpa sahabatnya.
"Mas, segera ke mari, Eka pingsan dan aku tidak bisa membawanya seperti ini!" teriak Beby ditelpon ketika Erick Bramantyo sang suami menerima panggilannya.
"Astagfirullah, kenapa bisa sayang?" tanya Erick dengan suara kaget. Pria yang sedang meeting itu merasa terganggu dengan panggilan istrinya yang tak berhenti masuk ke handphonenya.
"Nanti aku ceritakan, mas ke sini aja. Kami masih di Valet Grand Mall," jawab Beby kemudian menutup teleponnya itu.
"Eka...Plis, bangun sayang..." Beby terus menerus menepuk pipi gadis itu sampai Eka terbangun dan kembali menangis.
"Ibu... tunggu Eka ibu," panggil Eka dengan suara yang menyayat hati.
"Ibu...kamu tega sekali, bawa Eka saja sama ibu," ujar Eka sembari menyusut airmatanya.
Bayangan akan kehilangan sosok ibu yang hanya dimilikinya di dunia ini membuatnya kembali meraung dengan rasa sedih yang tak terkira.
"Ibu...tolong jangan tinggalkan Eka, janji aku tidak akan kerja di sini lagi biar aku temani ibu di kampung, huaaaaa,"
"Sabar Eka, jangan seperti ini, kamu harus kuat sayang," Beby kembali meraih tubuh lemas itu kedalam pelukannya.
"Beb, aku tidak kuat, aku tidak kuat...semua yang ku sayangi meninggalkanku, biar aku ikut saja sama ibu... Aaaaaa..."
"Sabar Eka ya, kita akan berangkat ke kampungmu sekarang juga tapi kita tunggu mas Erick ya?" hibur Beby sembari meraih kembali handphonenya dan menghubungi semua anggota Rangers Dewaani.
"Ya Allah, Aaaaaaa ibu...ibu...," Eka terus menerus memanggil ibunya dengan tangis tiada henti.
Tak lama kemudian Erick pun datang dengan langkah terburu-buru.
__ADS_1
"Apa yang terjadi sayang?" tanyanya saat melihat istrinya itu masih duduk di lantai aspal itu bersama dengan sahabatnya.
"Ibunya Eka baru saja kecelakaan mas di kampungnya. Ayo kita segera ke sana," jawab Beby dan langsung berdiri dan membantu sahabatnya itu untuk bangun.
"Ya Allah, innalilahi wa Inna ilaihi rojiun, yang kirim kabar siapa?" tanya Erick pada istrinya itu.
"Keluarganya Eka mas di kampung." jawab Beby kemudian segera memasuki mobil suaminya. Ia meninggalkan mobilnya di sana dan meminta pelayan di rumahnya yang datang mengambil.
Drrrt
Drrrt
Beby Alesha segera menerima panggilan telepon dari Ratna.
"Bab, kamu dimana?"
"Kami sementara dalam perjalanan ke kampungnya Eka,"
"Oh iya aku dan mas Roy juga udah siap berangkat. Anny dan Hany juga udah bersiap."
"Iya, bye,"
Kurang lebih dua jam mereka tempuh untuk sampai ke kampung Eka Setiawati. Halaman rumah yang sudah dipenuhi oleh pelayat semakin membuat Eka tak sanggup lagi menahan dirinya.
Gadis itu turun dari mobil Erick Bramantyo dengan berlari dan langsung masuk ke rumahnya dengan perasaan tercabik-cabik.
"Ibu... bangun ibu, ini Eka datang...Aaaaa," tangis Eka kembali pecah mendapati sang ibu sudah terbaring kaku.
"Lihatlah anak tak punya perasaan, kamu tahu ibumu tinggal sendiri kenapa kamu malah tinggal di kota!?" ujar seorang perempuan paruh baya yang merupakan adik dari ibunya itu.
Eka tidak menggubris ucapan tantenya itu dan terus memeluk tubuh kaku tanpa nyawa itu.
"Kamu bilang kerja, tapi apa yang sudah kamu berikan untuk ibumu?! sekarang percuma saja kamu menangis, ibumu sudah tiada...Aaaa," Tantenya itu mengomel sembari menangis dan memukul-mukul dirinya sendiri.
"Kakak, bangunlah...lihat putrimu yang katanya ingin kamu lihat menikah kini sudah pulang, Aaaaaa hiks."
__ADS_1
"Ibu, maafkan Eka ibu, tolong bangunlah..." seberapa kali sampai ribuan kalipun keluarga, handai taulan berteriak meminta jasad yang sudah tidak bernyawa itu untuk bangun, tidak akan pernah terjadi. Akhirnya keikhlasan lah yang harus mereka berikan.
Karena setiap bernyawa pasti akan mengalami ini. Kapan pun dan dimana pun. Entah Engkau sedang bahagia maupun sedang dalam sedih. Saat sempit maupun sedang lapang.
"Yang sabar ya Ek," ujar Hany, Ratna, dan juga Anny yang baru tiba di rumah duka. Mereka bertiga memberikan pelukan dan juga penghiburan dengan ucapan dan juga doa.
"Terimakasih atas kedatangan kalian, Huaaaa," Eka kembali meraung dan memeluk jenazah ibunya.
"Ibu, kenapa ibu tega meninggalkan Eka Bu," Beby mengelus lembut kepala sang sahabat.
Para Rangers berusaha mencari informasi tentang kecelakaan yang terjadi pada almarhumah. Dan ternyata kecelakaan lalu lintas karena sebuah mobil truk tronton yang mengalami kerusakan pada remnya adalah sumber dari malapetaka ini.
Bukan cuma ibu Eka saja yang menjadi korban tewas pada kecelakaan itu melainkan sekitar 5 Orang warga desa setempat yang sedang berada di sekitar jalanan itu pun menjadi korban.
Mereka semua menarik nafas berat. Mereka semua turut berdukacita akan musibah yang dialami sang sahabat dan selama beberapa hari kedepan keempat perempuan itu bersedia menemani Eka melalui hari-hari menyedihkan itu di kampung Eka.
"Mas pulang aja ke rumah ya, aku dan teman-teman mau menginap di sini," ujar Beby Alesha saat mereka semua baru pulang dari pemakaman.
"Beb, kamu lagi hamil sayangku, dan kondisi rumah ini tidak begitu nyaman untukmu." jawab Erick merasa tidak setuju kalau istrinya itu menginap di rumah sahabatnya.
"Tidak apa-apa mas, kami biasa kok tidur di ranjang yang sama, dan disinipun kami akan melakukannya,"
"Beb, kita pulang dulu untuk beristirahat, besok kita akan datang lagi," bujuk Erick pada istrinya itu.
"Mas aja yang pulang nanti besok datang lagi," Beby masih ngotot dengan keinginannya.
"Hem baiklah, aku akan bawakan pakaian ganti dan perlengkapan untukmu, andai Jack ada di sini..."
"Sudah mas, tidak usah sebut-sebut pria tidak bertanggung jawab itu. Dan jangan biarkan dia kesini kami tak mau melihatnya disini." Erick menarik nafas panjang kemudian pamit pada istrinya.
"Iya, aku dan Roy akan pulang kalau begitu, kamu istirahat ya," ujar Erick mengalah. Ia tahu bagaimana hubungan istrinya itu dengan para sahabatnya.
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍