Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 138 BSWW


__ADS_3

Semua orang yang ada di situ langsung memandang Ratna yang berubah tidak nyaman. Perempuan yang berusaha menghindari pembicaraan tentang anak malah berada pada situasi yang sangat sulit seperti itu.


"Ini ada makanan favoritmu Na, kamu bisa pesan yang ini, maukan?" ujar Royco cepat untuk mengalihkan perhatian semua orang pada istrinya.


"Terserah mas Roy aja," jawab Ratna sembari pura-pura sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya.


"Eh beneran bisa request rujak buah lho Rat meskipun tidak ada di dalam daftar menu. Aku pesankan untuk kamu ya?" ujar Anny dengan wajah ceria. Ia ingin punya teman memakan makanan itu agar bisa lebih seru. Ratna hanya diam dengan air liur yang sudah sangat ingin menetes karena juga sangat ingin.


"Aku juga mau ah, pasti seru," timpal Beby Alesha yang ikutan ngiler. Akhirnya ke empat perempuan itu makan rujak buah bersama sembari mengobrol ini dan itu. Rujak dengan level pedas yang membuat mereka semua kepedisan dengan bulir keringat yang memenuhi wajah cantik mereka.


Beby Alesha dan juga Ratna saling bertatapan dengan wajah tidak nyaman.


"Beb, kamu gak apa-apa kan?" tanya Ratna saat melihat sahabatnya itu meringis.


"Perutku mules, apa karena punyaku terlalu pedis ya," jawab Beby Alesha sembari meremas pinggangnya.


"Aku juga Beb, kalau aku kayaknya asam lambungku lagi naik nih," ujar Ratna sembari menekan ulu hatinya.


"Permisi, aku ke toilet dulu ya," ujar Beby Alesha kemudian berdiri dari duduknya.


"Beb, mau kemana?" tanya Erick ikut berdiri.


"Aku mau ke Toilet mas," jawab Beby kemudian segera melangkahkan kakinya dengan cepat ke arah Toilet. Erick Bramantyo langsung mengikuti istrinya itu takut terjadi apa-apa pada Beby Alesha yang sedang hamil tua itu.


"Na, kamu kenapa?" tanya Royco sembari memandang wajah istrinya yang tiba-tiba pucat dengan bulir-bulir keringat memenuhi wajah cantik Istrinya.


"Asam lambungku mas, ya Allah ini sakit sekali," jawab Ratna sembari menekan ulu hatinya yang terasa sangat sakit.


"Rat, maafkan aku ya, gara-gara aku kamu jadi sakit."


"Gak papa Ann, aku kalau sudah minum obat bisa langsung sembuh kok," ujar Ratna dan memandang wajah suaminya.

__ADS_1


"Mas kita pulang aja ya, obat maagku ada di rumah."


"Kita akan singgah di apotik, ayok," ujar Royco dengan perasaan khawatir pasalnya sekarang Ratna sangat pucat.


"Kami duluan ya maaf. Sampaikan salamku sama Erick dan istrinya."


Royco memapah Ratna keluar dari restoran itu dan langsung menuju apotek terdekat.


"Aku jadi tidak enak nih, gara-gara aku dua orang pada sakit Han," ujar Anny dengan tangan mengaduk-aduk sisa rujak buah yang ada di piringnya.


"Eh enggak kok. Itu bukan salahmu." jawab Hany dengan senyum diwajahnya.


"Kita berdoa saja semoga Beby dan Ratna baik-baik saja okey?"


"Yah okey." jawab Anny masih dengan wajah sedihnya.


"Sekarang kamu makan nasi Ann, supaya juga gak sakit perut," ujar Fadhil Akifah sembari meraih piring rujak istrinya dan menggantinya dengan satu piring berisi nasi putih dan juga soto ayam favorit Anny.


Anny pun memakan makanan itu meskipun perutnya sudah kenyang dengan rujak buah. Sedangkan Hany dan Yudhistira hanya bisa saling bertatapan. Mereka berdua juga ingin segera mempunyai bayi.


"Aku gak ingat kapan berhenti haid. Tapi sejak menikah di kampung itu kayaknya aku udah gak datang bulan deh mas," jawab Anny sembari berpikir. Ia menatap wajah suaminya meminta jawaban.


"Ya, aku juga gak ingat Ann, tapi yang jelasnya setelah pertemuan kita itu sih kamu gak pernah Alfa kan aku kunjungi?" jawab Fadhil Akifah sembari tersenyum menggoda pada istri cantiknya itu. Meskipun bayangan istrinya yang selalu mau pipis setiap ia datang berkunjung membuat khayalan indahnya langsung ambyar.


"Ih mas, kok ngomong itu sih. Kan aku malu sama Hany dan mas Yudhis," ujar Anny sembari memukul lengan suaminya. Pipinya sekarang berubah hangat karena malu.


"Hahahaha," Hany dan Yudhistira tertawa terbahak-bahak sembari tangan mereka saling menggenggam.


"Aku juga sudah sangat ingin Hany mengandung anakku. Pasti akan sangat seru menjadi ayah," ujar Yudhistira sembari memandang wajah istrinya penuh cinta.


"Iya mas, aku juga mau seperti Beby dan Anny."

__ADS_1


"Eh, usaha aja dulu yang banyak. Kalian kan baru menikah jadi wajarlah." ujar Fadhil Akifah tersenyum.


"Eh ngomong-ngomong gimana kabarnya Beby ya?" ujar Hany sembari mengarahkan pandangannya ke arah toilet.


"Tenang, Pak Erick kan ada disana. Jadi gak usah khawatir lah." ujar Yudhistira sang suami.


"Iya sih mas, tapi aku mau lihat dulu." ujar Hany kemudian berdiri dari duduknya dan melangkahkan kakinya ke arah toilet.


Yudhistira mengikuti langkah istrinya menuju ke Toilet. Ia tidak nyaman juga duduk bersama dengan pasangan Fadhil Akifah dan juga Anny.


"Han, untungnya kamu datang," ujar Erick dengan nafas lega saat melihat Hany sudah berada di depan toilet perempuan.


"Ada apa kak, memangnya Beby belum keluar juga dari Toilet?" tanya Hany dengan perasaan khawatir. Matanya memandang ke arah pintu toilet yang tertutup itu.


"Iya Han. Aku takut terjadi apa-apa sama Beby. Kamu masuk deh. Gak enak aku kalau masuk di tempat perempuan."


"Okey kak. Aku akan masuk. Kak Erick gak usah mikir macam-macam ya," ujar Hany kemudian mendorong pintu toilet itu dengan tangan kanannya.


"Ada orang di dalam gak?" tanya Hany pada seorang perempuan muda yang sedang berdandan di depan kaca besar di dalam ruangan itu.


"Yah lihat aja sendiri. Kalau tertutup pasti ada orang dong di dalam," jawab perempuan itu dengan ketus. Hany hanya bisa tersenyum kecut kemudian memeriksa semua jejeran bilik toilet di dalam ruangan itu.


"Beb? kamu dimana?" tanya Hany sembari mengetuk bilik-bilik di dalam sana. Tidak ada suara yang menjawab hingga ia berdiri saja di depan sana menuggu beberapa menit. Tetapi setiap ada bilik yang terbuka. Yang keluar bukan orang yang ia cari. Akhirnya ia keluar dan mendapati Erick sedang mengobrol dengan perempuan cantik yang ia temui di dalam ruangan tadi.


"Bye Erick, aku menunggu kamu datang ya," ujar perempuan itu kemudian berlalu dari hadapan Erick Bramantyo dan juga Yudhistira yang juga sudah berada di tempat itu.


"Beby kok gak ada di dalam ya kak," ujar Hany dengan perasaan tak nyaman.


"Maksud kamu?" tanya Erick dan langsung berlari masuk ke dalam Toilet perempuan meskipun mendapatkan teriakan dari beberapa gadis yang sedang berada di dalam ruangan itu.


*Tobe continued

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2