
Setelah memberikan kesaksian di kantor polisi, Erick Bramantyo langsung pulang ke rumah mertuanya. Sedangkan Jack Andrian ia perintahkan untuk mengambil mobil Beby Alesha sang istri.
Dengan perasaan senang dan rindu yang menggebu-gebu ia memasuki rumah dan langsung menuju kamar istrinya di lantai dua.
Perlahan Erick membuka pintu kamar istrinya yang ternyata tidak terkunci. Nampak Beby Alesha sedang tidur dibawah selimut tebalnya.
Erick Bramantyo tersenyum, istrinya itu pasti sedang kelelahan dan butuh istirahat.
Erick melangkahkan kakinya kearah tempat tidur. Membuka selimut itu dan menatap wajah Beby Alesha yang sedang tidur dengan nyenyak.
Tangan Erick bergerak menyentuh wajah cantik sang istri. Anak-anak rambutnya berusaha ia singkirkan kesamping supaya ia bisa leluasa memandang wajah yang sangat dicintainya itu.
"Terimakasih banyak sayang, aku harap hubungkan kita bisa lebih baik kedepannya. Dan kamu bisa mengandung anak-anak aku," ujar Erick pelan kemudian mendekatkan wajahnya kearah wajah Beby yang tampak sangat nyenyak itu.
Bibirnya ia daratkan dengan lembut pada bibir sang istri kemudian melumaatenya pelan hingga Beby Alesha terbangun dan langsung mendorong tubuh suaminya dan membuat jarak mereka berdua menjauh.
"Mau apa kamu?!" teriak Beby Alesha dengan wajah marah.
"Beby sayang?" Erick sangat kaget dengan balasan istrinya itu. Tetapi ia berusaha tersenyum kemudian mendekat lagi dan ingin memeluk tubuh yang sudah memberinya begitu banyak kenikmatan semalam.
"Jangan menyentuhku!" Teriak Beby lagi dan berusaha untuk bangun. Ia ingin menghindari suaminya itu. Tapi tangan besar dan kuat suaminya berusaha menahannya, memeluknya dengan erat meskipun Beby terus memberontak.
Pria itu tak mau lagi mengalah dan membiarkan istrinya menolaknya lagi.
"Lepaskan aku Erick! aku benci kamu!" teriak Beby terus memberontak.
"Beby sayang, ada apa? apa kamu lupa bagaimana kita semalam?" bisik Erick dikuping istrinya yang sedang ia tahan untuk tidak menolaknya.
Beby Alesha semakin keras memberontak dan terus berusaha mendorong tubuh suaminya.
"Kamu jangan ingatkan itu, aku benci padamu!" teriak Beby Alesha histeris. Ia sungguh tak mau mengingat kejadian semalam.
"Beby lihat aku sayang, aku mencintaimu," Erick berusaha mengarahkan wajah istrinya agar mereka bisa saling menatap. Tetapi Beby menggelengkan kepalanya. Ia menolak untuk menatap mata suaminya. Ia malu dan sangat kesal.
"Beby sayangku, tolong lihat aku, aku mencintaimu dan sangat berterimakasih padamu," Erick terus membujuk.
Ia sudah bisa menyimpulkan kalau istrinya mungkin sedang malu karena kejadian itu. Makanya ia harus memilih kata-kata yang tepat agar terlihat dialah yang sangat menginginkan malam yang begitu menyenangkan itu.
"Beby, tolong maafkan aku karena terlalu menginginkanmu, maafkan aku sayang," mohon Erick tanpa melepaskan pelukannya pada tubuh sang istri.
__ADS_1
"Kamu jahat Erick! setelah semuanya sudah kamu dapatkan, kamu mau meninggalkan aku kan? Kamu mau menikah diam-diam dengan sahabatku sendiri kan?"
"Ya ampun apa maksudmu sayang?" tanya Erick tak mengerti arah pembicaraan istrinya.
"Cih pura-pura!"
"Sumpah sayang, aku tidak mengerti yang kamu katakan."
"Ratna! kamu melamarnya kan? Dan kamu mau meninggalkan aku? Aku benci padamu, sekarang pergilah!" Beby Alesha berusaha terus mendorong tubuh besar itu tetapi ternyata pria itu tetap bergeming.
Seutas senyum muncul diwajah pria tampan itu. Ia kemudian mengecup singkat bibir istrinya yang masih tampak cemberut itu. Beby Alesha tidak menolak tetapi juga tidak membalas.
"Beb, aku melamar Ratna untuk Royco. Duda menyebalkan itu meminta aku untuk membantunya melamar Ratna menjadi istrinya." ujar Erick berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi agar kesalah-pahaman ini segera terurai.
"Aku tetap suamimu seorang sayang, insyaallah sampai surga." Beby Alesha merasakan tubuhnya membeku. Sudah dua hal yang membuatnya malu dan sekarang ia benar-benar ingin mengubur dirinya dalam lubang yang sangat gelap.
"Beb, kamu dengar aku sayang?" Bisik Erick di depan wajah istrinya yang menunduk.
"Maafkan aku," ujar Beby Alesha dengan suara pelan. Tidak ada lagi kata yang ingin keluar dari mulutnya selain meminta maaf.
"Lepaskan aku, " lanjutnya masih dengan suara pelan bahkan hampir seperti sebuah bisikan. Sekarang ia sudah tidak punya tenaga untuk memberontak. Tuduhannya pada suaminya sudah tak terbukti.
Mereka saling bertatapan dengan rasa yang tak bisa mereka lukiskan dengan kata-kata. Perlahan Erick meraih dagu istrinya dan membuat wajah Beby mendongak kepadanya.
Satu sapuan lembut ia berikan pada bibir istrinya yang terbuka sedikit. Ia ********** pelan. Karena tidak ada perlawanan, Erick menekan tengkuk istrinya agar ia bisa memperdalam ciumannya dan bisa mengeksplor semakin dalam mulut Istrinya itu.
Beby Alesha merasakan tubuhnya bergetar hebat. Getaran aneh dan nikmat seakan berlomba dalam saraf-sarafnya. Tanpa sadar ia meremas rambut suaminya dan bahkan mendessah nikmat.
Tangan Erick yang sedang bebas tak tinggal diam. Ia mulai bergerak mencari tombol penghantar arus listrik yang sempat ia cicipi semalam dengan sangat rakus.
"Hemmm, Aaaakh," dessah Beby Alesha dengan suara tertahan.
"Jangan ditahan, keluarkan saja sayangku." bisik Erick dengan suara bergetar.
Pria itu segera berlari ke arah pintu untuk menguncinya. Ia tak mau ada gangguan saat mereka sedang asyik-asyiknya memadu kasih.
Dengan cepat ia membuka penghalang dari tubuhnya sendiri kemudian membantu istrinya untuk melakukan hal yang sama.
"Erick, aku malu," ujar Beby Alesha dengan semburat merah diwajahnya. Tangannya ia gunakan untuk menahan tangan suaminya yang ingin melucuti pakaiannya.
__ADS_1
"Kenapa? semalam kan aku sudah melihat semuanya sayang, boleh ya?" tanya Erick berusaha meminta izin dengan pandangan memohon. Ia takut istrinya akan menolak lagi jika ia terburu-buru dan tidak bersabar.
Beby Alesha masih bertahan tidak mau melepaskan pakaiannya. Perempuan itu masih sangat malu pada dirinya sendiri yang seolah-olah merasa menjilat ludahnya sendiri.
"Beb, plis sayangku, kamu tidak kasihan pada adikku ini?" tanya Erick dengan menampakkan wajah frustasinya. Ia meraih tangan istrinya dan mengarahkannya pada inti dirinya yang sudah sangat siap.
"Beb, plis?" Erick tak malu lagi memohon dengan sangat agar hati istrinya melembut dan memberikan apa yang ia mau.
Beby Alesha memandang pahatan indah di depan matanya. Ia juga sangat menginginkan berada dibawah kuasa tubuh atletis itu tetapi otaknya masih belum menerima dengan rela.
"Beb, plis? jangan buat aku tersiksa sayang," mohon Erick lagi berusaha bersabar. Ia harus mengambil hati istrinya pelan-pelan agar tidak ada unsur keterpaksaan di sini.
Erick Bramantyo merasakan tangan istrinya yang sedang menggenggam inti dirinya tiba-tiba bergerak pelan. Satu senyuman bahagia muncul diwajahnya. Itu berarti lampu hijau sudah mulai menyala.
"Yes, like that honey, hmmmm," erang Erick sembari menatap mata istrinya yang juga sedang menatapnya. Wajah Beby Alesha semakin memerah karena malu. Bayangan semalam ketika ia benar-benar diluar kendali membuatnya menunduk. Ia menggigit bibir bawahnya karena malu.
"Beb, tatap mataku sayang," bisik Erick sang suami.
"Aku sangat mencintaimu, kamu maukan menjadi ibu dari anak-anakku kelak?" tanya Erick sembari mendesis nikmat karena perlakuan tangan Beby Alesha sang istri membuatnya semakin terbakar. Beby Alesha mengangguk pelan. Dengan cepat Erick mengikis jarak diantara mereka berdua. Lampu hijau sudah menyala dan ia tak mau lagi menyia-nyiakan kesempatan ini.
Di pagi menjelang siang itu mereka berdua berpacu dalam nikmat tak bertepi, membuang segala sak wasangka yang selama ini mengganggu hubungan mereka berdua.
"Erick,"
"Hemmm,"
"Ada apa sayang? masih mau?"
"He eh,"
Erick Bramantyo tersenyum samar. Ia akan melakukan apa saja yang diminta oleh istrinya. Ia ingin mengganti masa-masa sepi dan rindunya selama ini pada Beby Alesha.
Kebahagiaan benar-benar membuncah dalam hatinya, untuk pertama kalinya ia merasa dibutuhkan oleh perempuan cantik yang sedang menatapnya itu.
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍
__ADS_1