
Sejak kejadian pagi hari yang cukup panas itu, hubungan Erick Bramantyo dan Beby Alesha semakin menjauh.
Beby Alesha benar-benar menghindari suaminya. Tidak di kamar tetapi dimanapun ia tak ingin bertemu muka.
Bukan cuma perasaan kesal yang menumpuk dalam hatinya tetapi perasaan malu pun tak bisa ia hindari.
Ketika ia membayangkan dirinya mau saja memberikan bagian tubuhnya yang sangat berharga dicumbu mesra oleh pria mesum itu seketika ia merasa ingin bersembunyi didalam lubang hitam yang sangat dalam.
Pekerjaannya sebagai Office Boy tak bisa lagi profesional. Ia kadang tak bisa menyembunyikan perasaannya dari sang pimpinan, Erick Bramantyo.
Jika ada pekerjaan yang menuntutnya untuk melayani sang pimpinan, ia selalu tampak marah dan kesal.
Hingga Erick pun meminta agar Office Boy yang lain saja yang bertugas di ruangannya dan bukan dirinya.
"Ada apa Beb, kenapa kamu tidak bertugas di Ruangan Presdir dan juga wakilnya, kamu melakukan kesalahan ya?" tanya Eka saat weekend itu mereka kembali menghabiskan waktu untuk jalan-jalan di Mall.
"Kerjaan aku mungkin tidak memuaskan Pak Wakil Presdir," jawab Beby Alesha santai. Ia sendiri sangat senang dengan keputusan Erick Bramantyo itu.
Perempuan itu jadi merasa bebas dan tak takut ketahuan lagi.
"Aneh, padahal setiap Pak Erick berkunjung ke setiap divisi aku dengar beliau selalu memuji cara kerja Office Boy seperti dirimu, lho."
"Ah yang bener kamu, jangan-jangan kamu juga sudah jatuh dalam pesonanya, ups eh bukan pesona maksud aku," keempat anggota Rangers langsung saling bertatapan.
"Iya sih aku memang jatuh cinta pada pesonanya, andai saja bukan kamu yang menikah dengan bos kita itu..." ujar Eka dengan pandangan menerawang jauh, sengaja memancing rasa cemburu pada sahabatnya itu.
"Ih, amit-amit deh, aku tak akan lagi, Hem," Beby Alesha langsung bergidik dengan mengetuk meja di depannya tiga kali, agar itu tak pernah terjadi.
Kembali keempat anggota Rangers berpandangan kemudian saling tersenyum penuh arti.
"Aku kok kasihan ya sama Pak Erick itu, udah tampan dan kaya tapi kok dianggurin ya? kemarin tuh di kantor ada cewek lagi nyariin dia. Katanya minta pertanggung jawaban karena tak bisa pindah ke lain hati." ujar Ratna ikut memanas-manasi.
"Cantik gak Rat?" timpal Anny ikut nimbrung.
__ADS_1
"Cantik lah, mana ada sih cewek yang dekat dengan beliau trus bulukan gitu," jawab Ratna diatas angin. Reaksi Beby Alesha sang sahabat sudah ia tahu kalau mulai cemburu. Tangan sahabatnya itu nampak mengepal di atas meja.
"Udah ah ngapain sih ngomongin orang itu. Udah aku bilang, aku tidak suka padanya, ngerti?"
"Makan yuk, tuh lihat, makanannya udah dingin." ujar Hany menimpali.
Gadis itu sedari tadi diam karena juga sedang bermasalah dengan bosnya di kantor. Dan rencana ngumpul-ngumpul ini untuk menghilangkan semua masalah yang membelit hati mereka.
"Kita ngomongin yang asyik-asyik aja yah, aku lagi ada masalah kecil nih sebenarnya."
"Okey deh siap" timpal Eka dengan cepat. Sore itu mereka bermain di Time Zone sampai puas dan menghindari membicarakan lawan jenis yang pada akhirnya menimbulkan rasa sakit hati dalan hidup mereka.
Tepat pukul 9 malam, mereka berpisah dan kembali ke rumah masing-masing. Beby Alesha yang biasanya setiap weekend menginap di rumah Ibu Ratih atau di Panti Asuhan kini tak pernah lagi kesana sejak peristiwa itu.
Malam ini Beby Alesha berlama-lama di kamar mandi. Erick Bramantyo yang biasanya tidur di sofa kini tak tidur lagi di sana. Entah kenapa pria itu ikut menghindarinya.
Pria itu pulang dari perusahaan atau dari kantornya di EB & Partners saat tengah malam. Saat semua orang di rumah itu sudah tidur dan memilih kamar tamu untuk tidur.
Apa yang dilakukan pria itu padaku hingga aku rela menyerahkan semua ini padanya?
Dan Ia benar-benar berbeda saat itu, pandangan matanya sangat menginginkanku dan sekarang? pria mesum itu bahkan tak pernah lagi menegur atau melihatku.
Apa sudah ada perempuan lain yang memberikan lebih dari ini padanya?
Hatinya terus bermonolog sembari memandang tampilan dirinya di cermin.
Tanpa sadar Beby memukul kepalanya sendiri karena telah mengingat kejadian itu dalam otaknya.
Bicara apa kamu Beb? bukankah kamu suka kalau ia menghindarimu?
Ah sudahlah lebih baik aku tidur.
Setelah cukup lama di kamar mandi, akhirnya ia pun keluar dari sana dan mendapati Erick Bramantyo sedang memasukkan pakaiannya ke dalam sebuah koper kecil.
__ADS_1
"Besok pagi aku akan berangkat keluar kota, tapi malam ini menginap di rumah Ibu seperti biasa." ujar Erick Bramantyo setelah bertemu pandang dengan istrinya itu. Sebuah kalimat panjang pertama yang ia ucapkan kepada Beby Alesha sejak peristiwa naas itu.
"Iya," jawab Beby Alesha singkat. Ia seperti biasa selalu merasakan hal yang aneh didalam dadanya ketika bola mata suaminya itu memandangnya.
"Baiklah, aku permisi. Aku sudah berpamitan dengan Mama sama Papa, selamat malam." Erick pergi tanpa menoleh lagi membawa satu buah koper dan menutup pintu kamar itu dari luar.
Beby Alesha tersentak, tiba-tiba ia merasakan kekosongan dalam hatinya. Entahlah ia tak tahu kenapa.
Perempuan cantik itu langsung naik ke tempat tidurnya dan berniat untuk tidur tapi sampai dini hari matanya tak bisa juga terpejam.
Sementara itu di Rumah Ratih. Erick sedang duduk bersimpuh di kaki sang ibu sedangkan kepalanya ia taruh di paha ibunya.
"Kenapa kamu datang tidak bersama istrimu, Rick? dan kamu membawa pakaian sebanyak ini karena apa?"
"Aku ingin berangkat keluar kota ibu, ada pekerjaan yang sangat penting tapi aku ingin tidur di sini malam ini bersama ibu," jawab Erick dengan suara pelan. Ratih tahu ada masalah yang terjadi antara putranya dan anak menantunya tapi ia tak ingin bertanya sebelum putranya sendiri yang mengatakannya.
"Kalau begitu tidurlah, pesawatmu pada penerbangan pertama kan?" Erick mengangguk tetapi tidak beranjak dari pangkuan ibunya.
"Tidurlah, masalah rumah tangga itu biasa terjadi, katanya kamu akan menjaga Alesha seumur hidupmu kenapa kalau cuma masalah kecil kamu lantas meninggalkannya?"
"Ibu,"
"Katakan kalau menurutmu itu pantas dibagi,"
"Aku bersalah padanya, dan sekarang ia sangat membenciku, ibu."
"Sudah ibu bilang raih hatinya dengan sabar nak, Alesha itu gadis baik dan memiliki hati yang lembut, kamu cuma perlu bersabar." Erick terdiam. Entah kenapa ia merasa hubungan ini tidak sehat dan tak akan bertahan lama.
"Iya ibu, doakan aku,"
*Tobe continued
Like dan komentar saja, cukup segitu, othor udah senang. 😅😅😅😅😅
__ADS_1