
Bunyi jam dinding yang berdetak malam itu serasa menambah bunyi debaran di dada Erick Bramantyo yang masih belum bisa terlelap padahal waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.
Lama ia membolak-balikkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan karena gelisah. Akhirnya ia memutuskan untuk menyentuh istrinya yang begitu menggoda hasratnya yang tak bisa ia kendalikan.
Erick pasrah kalau seandainya Beby Alesha akan memarahinya yang penting dahaga akan bibir manis dan tubuh indah itu bisa ia tunaikan.
Perlahan ia mendekatkan wajahnya kearah wajah sang istri yang sedang tertidur menghadap ke atas.
Dimulai dari kedua kelopak mata yang tertutup itu ia kecup dua-duanya kemudian kearah pipi yang begitu halus dan mulus ia daratkan bibirnya pelan dan sangat lembut. Leher jenjangnya pun tak luput dari kecupan dan hisapan lembut dan agak kasar.
Bibir Beby Alesha yang sedikit terbuka membuatnya leluasa melumaat dan mengeksplor ke dalam dengan tangan membuka kancing pakaian bagian atas istrinya.
"Aaa hemm," aktivitas Erick terhenti karena istrinya itu melenguh dan merubah posisinya menjadi miring ke arahnya.
Untungnya ia sudah berhasil membuka beberapa kancing pakaian itu hingga menampilkan pemandangan yang membuatnya semakin terbakar hasrat.
Rupanya Beby Alesha tidak memakai underwear hingga kedua asetnya terpampang dengan sangat jelas.
Erick mulai menyentuh benda itu dengan bibirnya seperti seorang bayi besar yang sedang membutuhkan asupan nutrisi dari ibunya.
"Aaaaa hmmmpt," terdengar kembali suara Beby Alesha yang seperti sedang bermimpi.
Erick melanjutkan aksinya sampai puas dan merasa dahaganya sedikit terobati. Ia pun menutup matanya dengan senyum diwajahnya.
"Tidurlah sayang," bisik Erick sembari memperbaiki kembali kancing pakaian istrinya dan menutupinya dengan selimut.
"Tak apa Erick, cukup itu saja dulu, dan kamu junior semoga kamu bisa tidur malam ini," ujarnya pelan untuk menghibur dirinya sendiri. Matanya mengarah kebawah dimana si Erick Junior sedang menggelia tak nyaman.
Ia terus menarik nafas kemudian menghembuskannya pelan secara berulang-ulang sampai perasaannya sedikit membaik dan bisa tertidur.
"Aaaaaa" teriak Beby Alesha dengan suara tertahan saat sedang membuka pakaiannya di dalam kamar mandi dan melihat banyak bekas merah di sepanjang leher hingga dadanya.
Perlahan jari-jarinya meraba dan memandang dirinya sendiri di dalam cermin. Berusaha mengingat apa ia alergi dengan makanan yang dibuat oleh ibu Ratih mertuanya.
"Perasaan aku tidak ada makanan pantangan deh, tapi tubuhku jadi merah-merah begini," ia terus bermonolog dengan dirinya sembari terus meraba bekas kemerahan itu.
"Nyamuk? apa semalam ada nyamuk?" perempuan cantik itu menggelengkan kepalanya keras-keras.
"Tapi kenapa nyamuknya cuma gigit yang bagian ini saja, kan heran, dan ini ya ampun..." Beby menutup mulutnya sendiri dengan telapak tangannya.
Tanda merah dibagian asetnya yang putih dan kencang itu semakin membuatnya heran. Dan entah kenapa otaknya langsung mengingat suaminya.
__ADS_1
"Ini pasti perbuatan Erick Bramantyo si bos mesum itu!" gerutunya kesal kemudian memakai kembali pakaiannya dan segera keluar dari kamar mandi.
"Hey bangun Pak Erick yang terhormat!" teriak Beby Alesha sembari menepuk lengan suaminya dengan agak keras.
Erick langsung membuka matanya dan memandang wajah istrinya yang sedang marah dan kesal.
"Ada apa sih? ribut amat?"
"Kamu ya pengacara aneh dan suka mencuri, bisa kamu jelaskan apa ini?" Beby Alesha menunjuk lehernya yang banyak tanda merah disana.
"Apa itu? kamu alergi?" tanya Erick pura-pura tidak tahu dengan apa yang diadukan oleh istrinya.
"Gak eh iya, aku alergi sama kamu tahu gak?"
"Apa yang kamu lakukan semalam padaku hah? kamu grep*e-grep*e aku ya?!" tuduh Beby Alesha dengan wajah yang rasanya siap untuk menerkam lawannya yang tak berani melawan.
Erick terdiam dan merasakan dirinya ketahuan. Semalam memang ia sungguh tak bisa lagi menahan hasratnya pada sang istri hingga ia melakukan itu semua.
"Mana buktinya yang lain kalau aku mencuri darimu?" tanya Erick dengan wajah tenangnya.
Pria tampan itu menatap mata istrinya intens berusaha untuk menghipnotis Beby Alesha dengan pandangan matanya yang terkenal mampu merusak pertahanan seseorang apalagi kaum hawa.
Beby Alesha gelagapan dan tanpa sadar membuka kancing pakaiannya dan memperlihatkan semuanya didepan wajah Erick yang justru semakin berkilat penuh hasrat.
"Lihat, apa yang kamu lakukan! mau mengelak lagi?! " ujar Beby Alesha dengan wajah berubah kesal. Erick Bramantyo memandang dua buah benda yang merayunya itu sembari menelan salivanya kasar tetapi ia berusaha tetap cool.
"Aku tidak melihat ada tanda-tanda sebuah pencurian di situ dan setiap tuduhan haruslah diperiksa dengan baik dan jelas, sini aku periksa dulu," ujar Erick dengan senyum samar diwajahnya.
Entah ada apa dengan bola mata Erick hingga ia benar-benar bisa membuat Beby Alesha yang terkenal cerdas malah jatuh bertekuk tak melawan.
Ia melangkah mendekat dan mengarahkan asetnya itu pada suaminya untuk diperiksa.
Tangan besar suaminya sudah bergerak menyentuh benda itu dan merabanya pelan. Mencoba menyentuh bekas-bekas perbuatan bibirnya semalam.
Beby Alesha merasakan tubuhnya bergetar hebat. Gelenyar aneh merambat ke seluruh saraf-sarafnya hingga tak sadar ia menutup matanya merasakan sentuhan lembut tangan besar suaminya pada kulitnya.
Erick Bramantyo tak tinggal diam. Ternyata belajar hipnotis yang selama ini pernah ia pelajari ada manfaatnya juga pada istrinya bukan hanya saat ia ingin mengetahui isi hati kilennya.
Dengan cepat ia meraih tubuh istrinya dan membenamkan wajahnya dikedua aset yang sangat menantangnya itu. Mulutnya ia arahkan pada puncak dada sang istri yang masih sangat kecil dan halus.
Tangannya segera mengangkat tubuh Beby Alesha yang melumer menjadi jelly dan lemas keatas tempat tidur.
__ADS_1
Dengan rakus ia mengeksplore kedua benda itu dengan tangan dan bibirnya hingga Beby Alesha mengeluarkan suara-suara aneh yang semakin membakar hasratnya.
Tok
Tok
Tok
"Erick!"
Suara ketukan dan panggilan namanya dari arah pintu kamar membuat keduanya tersadar.
Beby Alesha tersentak dan langsung melepaskan diri dari kungkungan suaminya. Ia langsung mendorong tubuh besar Erick yang sedang menindihnya dengan sekuat tenaga.
Plak!
"Dasar mesum! apa yang kamu lakukan padaku Hah!" teriak Beby Alesha sembari menutup tubuhnya yang sudah tak berpenghalang dibagian atasnya.
Perempuan cantik itu langsung berlari ke kamar mandi dan menangis. Erick Bramantyo meraup wajahnya kasar dan beristighfar berkali-kali.
"Ya ampun apa yang telah aku lakukan pada istriku sendiri? kenapa aku tak bisa menahan diri sampai ia sendiri yang memintanya padaku?" Erick menarik nafas panjang kemudian turun dari tempat tidur.
"Beby mungkin akan semakin membenciku sekarang," ujarnya lagi dan berjalan ke arah pintu kamarnya. Nampak Ratih berdiri disana dengan senyum diwajahnya.
"Ada apa ibu?" tanya Erick dengan suara pelan dan agak malas.
"Hey, pagi-pagi kok loyo, kamu tidak sedang bertengkar dengan istrimu kan?"
"Tidak ibu,"
"Segeralah mandi dan keluar di halaman, anak-anak Panti ingin bertemu denganmu dan istrimu." ujar Ratih kemudian meninggalkannya di depan pintu dengan perasaan bersalah yang menggerogoti hatinya.
Ilmu hipnotis yang ia pernah pelajari harusnya ia gunakan untuk hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan saja tetapi kenapa sekarang itu ia lakukan pada istrinya yang seharusnya harus ia ambil hatinya terlebih dahulu.
Beby Alesha keluar dari kamar mandi dan menatapnya dengan pandangan benci.
"Laki-laki semuanya sama, kalian hanya mau tubuh dari perempuan saja, aku benci padamu Erick Bramantyo!"
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya,okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍