Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 78 BSWW


__ADS_3

Ratna, Eka, dan, Anny saling berbisik.


"Kamu lihat kan Beby cemburu, wkwkwkwk," bisik Eka cekikikan.


"Iya, itu karena kalian juga gak tanya-tanya siapa orangnya, jadi akting kita sempurna, hihihi," jawab Ratna sembari menutup mulutnya supaya ketawanya tidak sampai kedengaran sama orang lain apalagi Beby yang sedang mereka gibahkan.


"Tapi beneran deh hubungan mereka berdua perlu kita selamatkan. Kayaknya mereka gak ada kemajuan samasekali."


"Cara kita tadi semoga berhasil aja, dan jangan sampai mereka malah jadi bertengkar lagi." ujar Ratna kemudian melangkah ke dalam sebuah butik yang diikuti oleh Eka dan Anny.


"Eh, ngomong-ngomong Beby sama Hany kok gak muncul-muncul sih?" tanya Anny sambil celingak-celinguk ke belakang mencari dua orang itu yang benar-benar tak tampak sama sekali.


"Entar merek datang sendiri. Ayok pilih-pilih aja," ujar Ratna sembari membuka katalog produk di dalam butik yang baru mereka datangi itu.


🍁


"Tante mau minta maaf lho sama kamu Han," ujar Firly Ramli ketika mereka baru saja duduk di dalam sebuah Cafe di depan Mall itu.


"Minta maaf karena apa Tante?" tanya Hany bingung. Pasalnya mereka berdua baru lagi bertemu sejak acara ulangtahun itu.


"Gara-gara Tante, hubungan kamu dengan Yudhis jadi tidak bagus kan?" Hany tersenyum.


Gadis cantik itu membenarkan kata-kata perempuan paruh baya itu. Karena sejak kejadian penolakan orangtua bosnya itu padanya, hubungan mereka berdua seperti orang asing di dalam kantor. Mereka baru saling menyapa ketika ada hal yang sangat penting sekali. Dan ia merasa telah berhasil menghindari Yudhistira sesuai permintaan perempuan paruh baya ini.


"Tahu gak kalau Yudhistira tidak seperti dulu lagi pada kami, ia jarang pulang ke rumah padahal ia putra kami satu-satunya. Kata teman-temannya ia suka main ke Club." ujar Firly dengan wajah sedihnya. Hany langsung menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Kami minta maaf, semua ini karena keegoisan kami Han," Firly Ramli menggenggam tangan gadis itu dengan wajah sedih.


"Itu bukan salah Tante dan Om, emang Pak Yudhis aja yang tidak dewasa kok," jawab Hany tersenyum lalu ia melanjutkan,


"Pilihan orangtua pasti baik dan itu demi masa depan anak-anaknya juga. Aku tidak masalah lho tante."

__ADS_1


"Kamu baik sekali nak, tapi tolong kembalikan Yudhistira seperti dulu lagi. Kami akan merestui hubungan kalian. Kami cukup sedih melihatnya tidak membantah kami tapi justru malah merusak dirinya sendiri, hiks," nampak Firly Ramli menyusut airmatanya. Hany hanya bisa menarik nafas.


"Tolong terima Yudhis nak, kami yakin ia pasti sangat menderita disini." pinta Firly Ramli dengan penuh harap.Hany balas menggenggam tangan perempuan paruh baya itu.


"Akan aku coba Tante," ujar Hany tersenyum lembut.


Tadinya ia sudah merasa lebih bebas dan tak mau terbebani lagi tetapi ternyata bosnya itu menyimpan luka yang dalam dari sikapnya yang dingin selama ini.


"Tante harap kamu mau menemuinya sekarang nak, setiap weekend seperti ini ia akan menghabiskan waktunya di Club bersama teman-temannya. Ajak ia pulang. Bilang padanya kalau kami menerima hubungan kalian."


Hany sekali lagi hanya bisa tersenyum, hubungan yang mana yang perempuan ini maksud, toh ia sendiri belum pernah membalas pernyataan cinta pria itu padanya.


"Baiklah Tante, aku akan membujuk Pak Yudhis untuk pulang ke rumah Tante, tetapi mengenai hubungan yang Tante maksud aku tidak menjamin itu."


"Ya ampun, kamu samasekali tidak menyukai putraku ya? oh malangnya nasibmu Yudhis," Firly Ramli malah menangis tersedu-sedu dibuatnya.


"Plis Tante, jangan seperti ini Malu dilihat orang."


"Iya, Tante malu sama kamu yang telah menolak kamu mati-matian padahal kamu bahkan belum menerima Yudhistira, huaaaa, kasihan sekali putraku itu, padahal ini pertama kalinya ia memperkenalkan seorang gadis pada kami."


"Aku berangkat ya tante, doakan saja Pak Yudhis belum pernah melakukan hal-hal yang buruk."


"Iya nak terimakasih banyak." Hany pun berangkat setelah ojol pesanannya tiba.


🍁


Beby Alesha tak langsung pulang ke rumahnya sore itu. Ia hanya memutar-mutar mobilnya keliling kota itu sampai ia lelah sendiri.


Mengunjungi tempat sepi agar ia bisa menyendiri dan merenungi nasib pernikahannya yang selama ini jauh dari yang namanya adem seperti layaknya pengantin pada umumnya.


Pinggir pantai ia datangi dan memandang ombak yang sedang berkejaran di depan sana.

__ADS_1


"Ya Allah, apa yang terjadi padaku?" tanyanya pada dirinya sendiri karena tiba-tiba saja airmata memaksa untuk keluar dari kelopak matanya.


"Kenapa aku malah memikirkannya? kalau ia pergi bukannya itu malah baik? tapi kenapa aku jadi tidak nyaman seperti ini?" air mata terus keluar tanpa bisa ia cegah. Sampai ia menepuk dadanya sendiri untuk mengurangi rasa sesak di dadanya. berkali-kali ia menarik nafas dan mengeluarkannya agar ia bisa lebih tenang.


"Beb? kamu di sini?" tanya seseorang dari arah belakangnya. Dengan cepat ia menghapus airmatanya dengan menggunakan punggung tangannya.


Ia menoleh dan melihat Taro sepupunya ada disana sedang tersenyum padanya.


"Taro? kamu disini juga?" tanyanya balik.


"Iya, lagi ada acara sama teman-teman disini. Kamu kok sendirian?" Beby Alesha hanya tersenyum.


"Lagi suntuk, boleh gabung gak?" dengan cepat pria itu mengangguk dan menarik tangan Beby Alesha untuk berdiri dari duduknya diatas hamparan pasir putih di bibir pantai itu.


"Ayok, kita kesana. Yang ada musiknya itu lho." tunjuk Taro pada satu Resort yang sangat cantik sore itu. Ada banyak spot-spot foto di sana dan juga banyak meja dan kursi seperti sebuah Cafe di pinggir laut.


"Kok kamu lihat aku sih?" tanya Beby Alesha penasaran. Ia mengikut langkah Taro ke tempat yang dimaksud.


"Ya aku curiga aja sih, kayaknya aku kenal sama gadis cantik yang lagi nangis mandangin laut. Emangnya pantai salah apa sama kamu sampai kamu tangisi begitu?"


"Hahaha, mana ada yang seperti itu, aku lagi sedang menghayati peranku sebagai putri duyung yang ditinggal pergi sama si putra duyung," jawab Beby dengan tawa renyahnya. Hatinya jadi mulai terhibur sekarang. Taro memang suka melucu.


"Jangan terlalu mikirin orang yang gak mikirin kamu Beb, hidup dibuat santai aja, okey?" Beby mengangguk dan terus melangkah ke tempat yang semakin terdengar bunyi musik yang menghentak-hentak itu.


"Kita lupakan yang menyusahkan, kita hepy-hepy aja, okey?"


"Assyiap!" teriak Beby Alesha dengan keras karena suara musik itu benar-benar sangat memekakkan telinga dan membuat suaranya tertelan.


Lama mereka berada disana, makan dan minum serta menari. Hingga Beby merasakan tubuhnya sudah seperti tidak menginjak bumi. Ia melayang dan tak sadarkan diri.


*Tobe continued

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2