Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 82 BSWW


__ADS_3

Pagi yang cerah bagi empat gadis cantik yang sudah bangun pagi itu dengan senyum merekah dibibir mereka masing-masing.


Mereka yang sedang menginap dan tidur bersama di Markas Rangers Dewaani setiap weekend itu bangun dengan perasaan yang cukup bahagia.


Ratna merasakan hatinya berbunga-bunga karena sebelum tidur semalam, Royco sempat menelponnya dan memberikan gombalan receh khas orang yang sedang berpacaran.


Hingga ia bangun pagi ini masih membayangkan kata-kata manis dari calon suaminya itu.


"Na, seandainya aku ini gelas, aku pengen deh kamu yang jadi airnya. Soalnya cuma kamu yang bisa mengisi kekosongan hidup aku." gombal Royco dan berhasil membuatnya tak berhenti tersenyum. Gadis itu tahu kalau itu cuma gombalan receh tapi lumayan berhasil membuatnya berdebar-debar juga.


"Na, main ular tangga sekarang sudah nggak zaman. Tahu nggak kenapa bisa gitu?" tanya pria itu lagi karena gadis yang sedang ia temani ngobrol di telepon itu hanya diam.


"Gak tahu mas Roy, soalnya aku emang jarang main ular tangga," jawab Ratna dengan berusaha berpikir.


"Oh tentu saja, karena sekarang zamannya membangun rumah tangga bersamamu, hehehe," Ratna semakin tersipu, untungnya Royco tidak melihat wajahnya sekarang yang sudah memerah bak kepiting rebus.


"Na, kamu kok diam aja sih? gak suka ya ngomong sama aku?" tanya Royco karena sudah kehabisan ide untuk merayu Ratna malam itu.


"Gak Kok mas Roy, aku cuma merasa lucu aja sama gombalanmu, receh banget tahu gak?"


"Hahaha, kamu suka gak Na?" tanya Royco dengan hati berdebar-debar. Sekarang ini ia sedang merasakan jatuh cinta yang kedua kalinya dan rasanya sungguh berbeda.


"Na, kamu jangan dekat-dekat sama tanaman berbunga yah?"


"Ih kenapa mas?"


"Entar bunganya layu Na, Soalnya malu kalah cantik sama kamu."


Jedarr


Ratna akhirnya tertawa terpingkal-pingkal dengan gombalan-gombalan yang diucapkan oleh pria yang tiba-tiba saja datang melamarnya diantar oleh bosnya di kantor.


Dan meskipun ia belum merasakan cinta pada duda keren itu tapi ia yakin perasaan itu pasti akan hadir nantinya.


"Udah ah, gak usah gombal terus mas, nanti aku tidak bisa tidur lagi," ujar Ratna sembari memegang perutnya yang terasa keram karena tertawa.


"Na, Aku boleh minta tolong gak?"


"Minta tolong apa mas?" tanya Ratna dengan wajah kembali serius.

__ADS_1


"Tolong ambilin hati aku Na yang udah jatuh sama kamu,"


"Ih gombal banget, udah ah aku tutup nih," ujar Ratna yang merasakan pipinya menghangat.


"Jangan dong Na, aku belum puas nih ngomong sama kamu," Royco kedengaran tak rela kalau harus menutup panggilan itu.


Pria itu masih ingin mendengar suara gadis manis yang sebentar lagi sah menjadi istrinya itu. Malam minggu mereka jadian sebagai malam kencan lewat telepon karena mereka tidak bisa bertemu.


"Na,"


"Iya Mas,"


"Kalau aku jadi pejabat kayaknya aku bakalan gagal deh." ujar Royco dengan suara pelan.


"Emangnya mas Roy mau jadi pejabat?" tanya Ratna penasaran. Maklum ia belum mengenal baik pria itu. Ia hanya menerima karena bosnya yang baik itu siap jadi jaminan.


"Itukan seandainya Na,"


"Oh kirain,"


"Trus gimana mau mikirin rakyat coba, kalau pikiran aku udah habis buat mikirin kamu." gombal Royco lagi dengan nada serius.


"Ish, kirain serius, hihihihi," Ratna cekikikan sendiri sampai Eka dan Anny bengong melihat gadis yang sebentar lagi menjadi pengantin itu.


"Udah mas, teman-teman pada lihatin aku nih, dikirain aku ini stress kali ketawa terus."


"Ya gak apa-apa lah, kan kamu stressnya karena mikirin aku," ujar pria itu dengan penuh percaya diri.


"Astaga mas Roy," Ratna menutup mulutnya menahan untuk tidak tertawa lagi. Mulutnya sudah pegal tertawa terus.


"Na, Seandainya kamu jadi upil, aku yang akan jadi kelingkingnya. Aku akan mencari kamu sampai dapat."


"Ih jorok mas," teriak Ratna kencang. Royco pun tertawa terbahak-bahak diujung sana.


Klik


Ratna mematikan sambungan telepon itu karena kupingnya sudah tak sanggup mendengar gombalan receh dari duda keren itu.


"Suit, suit, duh yang lagi jatuh cinta, dunia serasa milik berdua," ujar Eka sembari mengedipkan matanya lucu.

__ADS_1


"Ih apaan sih," ujar Ratna sembari menutup wajahnya yang memerah karena malu.


"Eh, Hany ada kabar baik juga nih kayaknya," ujar Eka yang tiba-tiba muncul di depan Ratna dan membuyarkan lamunannya tentang kejadian semalam.


Tiga gadis yang baru bangun tidur itu memandang sahabatnya yang masih berbaring malas-malasan di tempat tidur. Sepertinya gadis itu juga sedang bahagia dilihat dari senyumnya yang mengembang saat mulai membuka matanya.


Apalagi semalam ia pulang diantar oleh bosnya yang super tampan itu.


Dan ternyata tebakan sahabat-sahabatnya benar adanya. Hany pun merasakan hal yang sama dengan Ratna.


Semalam saat gadis itu berhasil membawa pulang Yudhistira dari Club. Ia malah mendapatkan kejutan istimewa dari keluarga besar Pimpinan PT. Yudhistira itu.


Gadis itu dilamar oleh Papa dan Mama Yudhis disaksikan oleh banyak orang hingga ia tak mampu menolak karena tak mau membuat keluarga itu kecewa.


"Terimakasih Han, aku harap kamu bisa menerima aku sepenuhnya," ujar Yudhis dengan wajah bahagianya.


Pria itu tahu betul kalau Hany belumlah memiliki rasa yang sama dengan yang ia rasakan tetapi ia berharap seiring berjalannya waktu maka ia pastikan gadis itu pasti membalas perasaannya.


Pernikahan memang tidak harus berdasarkan cinta semata, cukup para calon pengantin mau berniat untuk bersama-sama membangun rumah tangga karena ibadah, insyaallah kasih sayang akan tercurah dari sang penguasa hati.


"Beby apa kabar ya?" tanya Anny yang tiba-tiba mengingat ketua dari Genk mereka itu. Mereka kemarin berpisah di Mall saat Ratna mengajak ke sebuah butik.


"Ah iya, sejak kemarin handphonenya tidak aktif. Coba aku hubungi dulu," ujar Eka kemudian mencati handphonenya yang ia taruh di atas meja di dalam kamar itu.


"Kemarin lho, Beby kayaknya cemburu sama kamu Rat," ujar Hany kemudian bangun dari tidurnya. Gadis itu merapikan rambutnya dan mencepolnya asal.


"Eh iya, kayaknya dia salah paham deh sama yang aku bicarakan."


"Iya, padahal kan mana mungkinlah aku mau sama Pak Erick meskipun ia sangat tampan dan cool gitu." jawab Ratna dengan senyum diwajahnya.


"Persahabatan kita lebih penting kali." keempat gadis itu mengangguk setuju.


"Entah apa yang terjadi di rumahnya sekarang ini kalau ia masih salah sangka pada Pak Bos,"


"Atau kita kasih tahu aja ya?" Anny ikut memberi solusi.


"Nomor Beby masih gak aktif nih, semoga saja hubungan mereka baik-baik saja deh," ujar Eka yang tiba-tiba merasa khawatir.


*Tobe continued

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2