
Anny Ahnisar dan juga Eka Setiawati sudah menunggu di depan kost-an mereka dengan pakaian kasual di pagi yang masih gelap itu.
Mereka berdua menunggu Beby Alesha Ibrahim yang akan datang menjemput dan bersama berangkat ke kantor baru mereka sebagai Office Boy dan Office Girl.
"Ayo berangkat!" teriak seorang pengendara motor merk belalang tempur itu dengan senyum manis diwajahnya dari balik helm bungkusnya.
"Beby ya?" tanya Eka memastikan. Dari suaranya ia bisa menebak kalau pengendara motor itu adalah Beby sahabatnya.
Cuma yang ia heran, penampilan Beby saat ini yang membuatnya pangling dan tidak percaya.
Gadis itu mengendarai motor butut Mang Jujun, tukang kebun di rumahnya dengan memakai pakaian santai seperti dirinya.
Pakaian seragam OB dan OG mereka simpan di dalam lokernya di Kantor itu.
"Ayo gak usah melongo begitu, mumpung masih subuh dan belum ada polisi lalu lintas, kita bisa boncengan bertiga."
Eka dan Anny pun naik kebelakang Beby sembari melingkarkan tangannya rapat ketubuh sang driver agar lebih aman dan tidak jatuh.
"Niat banget kamu Beb ngikutin kemauan aku!" teriak Eka di tengah perjalanan mereka ke Perusahaan besar milik Ibrahim, orangtuanya Beby itu.
Laju motor yang kencang disertai angin yang menerbangkan suara mereka, membuatnya harus saling berteriak agar bisa berkomunikasi dengan baik.
"Gak ah, aku memang suka yang menantang kayak gini seru abis, dan juga kita jadi lebih bebas." jawab Beby dengan senyum bahagia di wajahnya.
Semalam gadis itu sudah memikirkan banyak hal. Tidak mungkin ia membawa kemewahan ke Perusahaan papanya padahal ia hanya seorang Office Boy. Itu pasti akan sangat kontras dengan kenyataan.
Makanya saat Mang Jujun tiba di rumahnya pagi itu. Ia langsung meminta izin untuk memakai motor itu untuk berangkat kerja agar lebih sah dan afdal. Belum lagi ia harus mengubah penampilannya menjadi seorang laki-laki.
"Kita sudah sampai Beb?," tanya Anny ketika merasakan motor yang mereka tumpangi sudah berhenti. Rupanya ia sudah terkantuk-kantuk didalam boncengan motor itu. Gadis itu masih ingin tidur dijam seperti itu.
"Iya Anny sayang, kita sudah sampai." ujar Eka sembari turun dari motor itu dan mulai merapikan pakaiannya.
"Ayok kita ganti pakaian kita menjadi seragam kebesaran OB dan OG!" ajak Eka dengan semangat didadanya.
"Ayok! dan semoga hari ini menyenangkan." jawab Anny tak kalah semangat. Beby Alesha hanya tersenyum melihat kedua sahabatnya itu yang sungguh sangat ceria di pagi yang masih sepi itu.
__ADS_1
Mereka pun melangkah ke lantai 1 perusahaan itu untuk berganti kostum sesuai dengan peraturan Perusahaan itu.
"Wahhh kamu ganteng juga Beb," ujar Anny saat melihat Beby mulai melukis kumis dan juga cambang diwajahnya yang cantik. Rambutnya yang panjang juga sudah ia bungkus dengan rapih kemudian memasang Wig atau rambut palsu khas potongan rambut laki-laki.
"Kamu total banget Beby sayang," ujar Eka sembari menatap penampilan Beby dari atas sampai ke bawah.
Gadis itu membungkus rapih buah dadanya yang cukup proporsional dengan lapisan kain yang cukup tebal hingga rapih dan tidak membentuk sedangkan untuk tangannya yang putih ia menggunakan kaos tangan dari silikon.
Beby bersyukur karena seragam Office Boy dan Office Girlnya memakai lengah panjang jadi lengannya yang putih, halus, dan lembut itu tidak akan terlalu kentara.
"Bismillahirrahmanirrahim, semoga kita bisa melalui hari ini dengan sangat baik," ujar Beby dengan tangan mengepal ke udara yang diikuti oleh Eka dah Anny.
"Aamiin," jawab mereka bertiga kompak.
"Eh, ada yang datang, cepat bereskan pakaian kita ke loker!" ujar Eka saat mendengar ada suara berisi dari luar ruangan itu.
"Permisi, saya OB yang baru, perkenalkan nama saya Roma," ujar pria yang cukup tampan itu kepada 3 orang dihadapannya.
"Oh kaukah itu Roma? aku Anny," ujar Anny sembari tertawa dengan ucapannya yang tiba-tiba itu, akhirnya mereka berempat tertawa dan bercanda bersama pagi itu.
"Eh, jadwal kerja kita sudah mulai ya, aku bersama Anny dan Eka bersama dengan Boy, bagaimana?"
"Boleh, ayuk segera kita bersihkan ruangan-ruangan itu sebelum para karyawan datang." Eka menyambut antusias pengaturan tersebut.
Mereka berempat segera mengambil alat kebersihan dan segera menuju ke ruangan-ruangan yang sudah ditunjuk untuk mereka bersihkan.
"Enak sih kerja ginian, kantornya gak kotor-kotor amat, pasti karyawan di sini suka kebersihan." ujar Eka sembari terus menyapu dan juga menata barang yang mungkin tidak sesuai pada tempatnya itu.
"Iya, Ek. Mereka pasti bisa membersihkan sendiri ruangan mereka."
"Setelah hampir satu jam mereka membersihkan semua ruangan. Mereka pun kembali ke Pantry untuk mencuci gelas-gelas minuman karyawan sisa kemarin yang masih belum dicuci dan juga kembali ke tempatnya semula.
"Aaaaa capek juga ya?" ujar Beby kemudian duduk dilantai Pantry dengan menselonjorkan kakinya di lantai agar ia lebih nyaman.
Di luar sana sudah mulai terdengar suara-suara orang bercakap-cakap dan saling bercanda.
__ADS_1
"Semua karyawan sepertinya sudah pada datang deg Ek,?"
"Iya, Beb sepertinya sih begitu." jawab Eka sembari membuka pintu Pantry dan mengintip para karyawan di luar sana.
"Karena semua pekerjaan kita sudah selesai, boleh istirahat gak ya?" tanya Eka pada Beby seolah-olah sahabatnya itu tahu apa yang akan mereka lakukan setelah ini.
"Ya, mungkin juga sih, kalau gitu aku tidur dulu ya, semalam aku kurang tidur karena mikirin pekerjaan ini. Dan sekarang aku ingin tidur sebentar saja." ujar Beby dengan mata sudah nampak seperti lampu neon 5 Watt.
"Okey kamu tidur aja dulu di kursi itu, kalau ada kerjaan nanti aku bangunin." ujar Eka tersenyum. Ia maklum pada sahabatnya yang satu itu. Beby pasti kelelahan.
Gadis itu yakin kalau di rumahnya yang luas dan mewah itu pasti banyak pelayan yang selalu siap sedia membersihkan dan merawat rumahnya dengan sangat baik.
Jadi sudah pasti kalau Beby atau Boy kecapekan karena membersihkan ruangan-ruangan yang cukup banyak itu.
"Untungnya kamu tahu sapu itu seperti apa Beb, secara kan kamu sultan, hihihi," ujar Eka saat melihat gadis cantik bertampang cowok itu mendengkur halus.
"Aku mendengarmu Ek," ujar Beby Alesha pelan sambil mengulum senyumnya.
"Boy kamu tidak tidur hah?!"
"Ya enggaklah, mana bisa aku tidur di kursi ini, aku maunya tidur di ranjang." jawab Beby yang langsung membuat Eka terpingkal-pingkal.
"Noh, di ruangan Presiden direktur dan juga di ruangan baru di sampingnya. Aku lihat tadi ada ranjang di sana " ujar Eka dengan sisa tawa di wajahnya itu.
"Eh, BTW. Di ruang papamu kok ada ranjangnya sih Beb, Memangnya beliau mau menginap di sini?" tanya Eka dengan wajah penasaran.
"Ah itu paling untuk tempat istirahat kalau lagi lembur." jawab Beby tersenyum. Ia tahu mamanya kadang juga sering berkunjung ke sini jadi kemungkinan mereka bisa menghabiskan waktu di ranjang itu.
Ish! otakku mikir apa sih?
"Eh, maaf ya Boy dan juga Eka, hari ini kan akan datang wakil direktur yang baru, jadi kami harap kalian menyiapkan minuman ya, dan antar ke ruangan pak Presiden Direktur." ujar seorang karyawan perempuan yang tiba-tiba muncul di ruangan Pantry itu.
"Siap Mbak," jawab Eka dan Beby bersamaan. Karyawan itu langsung tertegun karena suara dua orang yang berbeda jenis kelamin itu bisa sama-sama merdu khas perempuan.
*Tobe continued
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍