
Dunia Fantasi (Dufan) menerapkan jam buka khusus bagi wisatawan pada 24-25 Juni 2022.
Jam buka khusus ini berlaku lantaran adanya gelaran Dufan at Night selama periode tersebut.
Sehubungan dengan perubahan jam buka Dufan, para wisatawan diharapkan untuk menyesuikan kunjungannya.
Sebab, loket dan pintu gerbang Dufan ditutup 1 jam lebih awal dari jam buka yang berlaku.
Dufan At Night kembali hadir pada tanggal 24-25 Juni 2022.
Kali ini, Dufan at Night mengangkat tema 'Sirkuit Balafun' yang dipilih dalam rangka turut memeriahkan euphoria Jakarta e-Prix 2022.
"Gak enak ya kalau Anny tidak ikut sama kita," ujar Ratna saat mereka sudah akan berangkat ke Dufan Ancol sore itu.
"Iya, gimana kabarnya ya ayahnya? Terakhir kali kita jenguk ke kampungnya kan katanya mau dirujuk ke kesini," timpal Hany yang sedang mengatur beberapa bekal buatan Ratih, ibu mertua Beby Alesha.
"Apa jangan-jangan anak itu sudah berada di Rumah Sakit di kota ini tapi tidak bilang-bilang sama kita ya?" ujar Eka ikut curiga. Apalagi ia jadi teringat manager Fadil Akifah yang menanyakan kabar ayahnya Anny.
"Ah gak mungkinlah. Anny kan tidak pernah mau menyembunyikan apapun dari kita." ujar Beby Alesha tidak setuju dengan persangkaan Eka.
"Coba deh kita hubungi dia, sekalian cari tahu perkembangan kesehatan ayahnya." lanjutnya sembari mencari handphone yang ada di dalam tas kecilnya tetapi tak ia temukan.
"Biar aku saja," timpal Ratna cepat. Ia langsung membuka layar handphonenya dan bersiap menghubungi salah satu anggota rangers itu. gadis manis yang punya hobi pipis saat tegang.
🌟
Beberapa jam yang lalu di sebuah ruangan Rumah Sakit di ibukota.
"Jadi bagaimana perkembangan kondisi ayah saya dokter?" tanya Anny saat seorang dokter sedang melakukan visitasi pada Ayahnya siang itu.
"Alhamdulillah udah semakin mengalami kemajuan." jawab dokter spesialis penyakit dalam itu pada beberapa orang yang sedang menunggu hasil pemeriksaan hari ini.
"Alhamdulillah ya Allah," jawab Indah dengan penuh syukur.
"Jadi, kapan ayah bisa keluar Dokter?" tanya Anny lagi sembari memperbaiki posisi selimut sang ayah.
"Insyaallah besok siang sudah bisa keluar. Dan ingat untuk selalu menjaga pola makan dan juga banyak istrirahat ya pak."
"Iya Dokter. Terimakasih banyak." jawab Wahyu dengan senyum tipis dibibirnya. Wajahnya sudah mulai nampak cerah dan juga berisi setelah hampir seminggu dirawat di Rumah Sakit terbaik di kota itu.
"Sama-sama Pak," jawab sang dokter dengan senyum diwajahnya.
__ADS_1
Dokter dan beberapa perawat itu pun keluar dari ruangan itu setelah memberikan resep obat baru yang harus dikonsumsi pada sore sampai besok pagi.
"Bagaimana keadaan ayah, Ann?" tanya Fadhil Akifah yang baru muncul di ruang perawatan itu sembari meletakkan parcel berisi buah-buahan di atas meja.
"Alhamdulillah sudah semakin baik mas, kata dokter ayah sudah bisa keluar besok."
"Alhamdulillah, sebentar lagi ayah kembali menghirup udara segar di luar sana."
"Iya nak, terimakasih banyak. Kamu telah banyak membantu kami." ujar Wahyu dan berusaha untuk bangun dari tidurnya.
"Ayah istrirahat saja, tidak usah bangun." Fadhil melangkah mendekati ayah mertuanya dan melarangnya untuk bangun.
"Tidak apa, ayah sudah sehat kok," jawab Wahyu tak enak hati. Menantunya ini sudah terlalu banyak membantunya.
Sedangkan putrinya sendiri belum pernah memberikan waktu khusus pada suaminya itu dengan alasan harus menjaganya.
"Anny, kamu bisa pulang nak, suamimu kan baru pulang kerja dan malah langsung kemari."
"Ah tidak ayah, biar kita pulang sama-sama besok." jawab Anny tanpa mau melihat wajah suaminya yang sedang menatapnya.
"Anny dengarkan ibu nak," Indah menghampiri putrinya itu yang sedang mengupas buah untuk sang ayah.
"Ada apa ibu?" tanya Anny dengan wajah penasaran.
"Memangnya kenapa dengan mas Fadhil?" tanyanya lagi sembari memandang pria tampan yang juga sedang memandangnya.
"Suamimu juga perlu perhatian dari kamu. Sejak kita berada di Rumah Sakit ini. Kamu belum pernah pulang dan tidur di rumah kalian.
"Ya kan ayah sakit, masak iyya aku bisa tidur nyenyak di rumah sedangkan ibu sendirian menjaga Ayah."
"Tapi sekarang ayah sudah sembuh sayang, kamu sudah bisa pulang dan temani suamimu." Indah terus memberikan alasan yang super halus agar putrinya itu bisa mengerti apa maksud pandangan mata suaminya.
Anny hanya diam. Terus terang ia sedikit kecewa dengan pria yang sudah menikahinya itu. Fadhil Akifah baru kali ini muncul di Rumah Sakit sejak ia pergi saat itu.
Pria itu meninggalkannya dengan alasan ada hal penting yang harus ia bicarakan dengan papa dan mamanya.
"Ann, kita makan diluar ya?" pinta Fadhil Akifah saat melihat istrinya itu tampak tak terpengaruh dengan kata-kata orangtuanya.
"Gak ah, di sini aja," jawabnya lagi dengan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Anny, kok gitu sih." tegur Indah pada putrinya itu.
__ADS_1
"Lagi malas makan di luar Buk, maunya makan di sini aja." jawab Anny memberi alasan. Fadhil Akifah hanya bisa menarik nafas panjang. Ia tahu kalau istrinya itu sedang tidak baik-baik saja. Dan ia juga sadar kalau ia telah melakukan kesalahan fatal.
Drrrt
Drrrt
Handphone Anny di atas meja nampak bergetar. Perempuan cantik itu langsung meraihnya kemudahan menjawab telepon dari Ratna sahabatnya.
"Halo Rat, ada apa?"
"Oh ya? Dufan? oh iya aku ikut, tunggu aku ya, aku segera kesana." Anny menutup panggilan telepon itu kemudian berpamitan.
"Mas Fadhil, ayah, ibu, aku izin ke Dufan ya sama teman-teman," ujar Anny sembari mengambil tasnya dan bersiap keluar dari ruangan perawatan ayahnya.
Ketiga orang yang ada di dalam ruangan itu saling menatap bingung dengan perubahan pada tingkah Anny.
"Aku ikut," ujar Fadhil Akifah kemudian mengikuti langkah istrinya dari belakang.
"Ann," panggil pria itu sembari menarik tangan istrinya ke dalam sebuah ruangan kosong di samping ruang perawatan Wahyu sang ayah mertua.
"Aku mau pergi sama teman-teman mas," Anny berusaha melepaskan tangannya dari genggaman suaminya.
"Aku minta maaf karena baru datang kemari, ada sedikit masalah di Rumah."
"Terserah, mau kesini mau tidak juga tidak apa-apa."
"Ann, jangan ngomong seperti itu dong."
"Lalu aku harus ngomong apa? oke baiklah aku akan berterimakasih karena mas Fadhil sudah banyak membantu kami."
"Ann?"
"Antar aku saja mas Ke Dufan, aku lagi ingin refreshing." ujar Anny sembari membuang pandangannya ke arah lain.
Entah kenapa ia ingin sekali marah pada pria dihadapannya ini tetapi ia merasa tak punya hak untuk marah.
"Hem, baiklah."
"Tobe continued
.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍