Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 118 BSWW


__ADS_3

"Aku pamit duluan ya Beb, kepalaku lagi pusing nih," pamit Eka pada Beby Alesha yang kebetulan duduknya berdekatan dengannya. Gadis itu risih dan kesal karena pandangan mata Jack Andrian selalu tertuju padanya.


"Lho, kalau pusing aku kasih obat ya, sejak hamil gini mas Erick bikin aku kayak apotek berjalan. Tas aku sampai penuh dengan obat-obatan hehehe," jawab Beby sembari membuka tas tangannya. Ia mengeluarkan freshcare dan memberikannya pada Eka.


"Tapi aku juga pengen tiduran, plis aku pulang ya," pinta Eka lagi dengan alasan lain supaya tidak begitu kentara kalau ia sedang ingin meninggalkan acara itu karena keberadaan Jack Andrian.


"Bentar lagi, kita foto-foto dulu sama Hany ya, entar kita pulang bareng. Aku juga gak bisa lama-lama soalnya," jawab Beby Alesha yang membuat Eka semakin tak nyaman dan berpikir untuk pulang sendiri.


"Ek, mau kemana? memangnya apa yang akan kamu lakukan di tempat kost kamu sendirian?"


Deg


Eka merasakan hatinya tiba-tiba sedih kembali. Ya betul, ia akan sendiri dan merasa sendiri. Kalau ia berada di tempat ini setidaknya ia tidak sendiri, tetapi Jack Andrian dan perempuan hamil itu?


"Aku pulang Beb, maaf," ujar Eka tanpa mau lagi mendengar perkataan sahabatnya. Hatinya tidak kuat berlama-lama di sana. Ia ingin menangisi nasibnya di dalam kamarnya yang sempit.


"Eka, plis..." Beby Alesha terus memohon karena merasa tidak enak juga meninggalkan Hany sang pengantin.


"Maaf," ujar Eka dan benar-benar pergi dari sana. Jack Andrian yang melihat Eka Setiawati sudah berpisah dari para sahabatnya segera melangkah dengan cepat keluar dari ball room hotel itu.


"Hey Eka, lama ya kita tidak ketemu," sapa seorang tamu pria yang cukup rapih dan tampan di depan hotel tempat resepsi itu diadakan.


"Randy? iya lama betul, terakhir waktu kita wisudah ya, sekarang pasti udah kerja ya Ran?" balas Eka berbasa-basi sambil menunggu grabcar yang sudah ia hubungi.


"Alhamdulillah, kamu ini mau pulang atau baru datang nih?" tanya Randy sembari menatap gadis itu dari atas sampai ke bawah. Pria yang dulu menjadi pengagum rahasia Eka yang sampai detik ini masih memilik perasaan yang sama dan tidak pernah berani mengatakannya.


"Aku udah dari dalam, dan sekarang mau pulang, lagi gak enak badan Ndy," jawab Eka yang langsung membuat pria itu tampak khawatir.


"Wah sayang sekali padahal aku masih mau ngobrol sama kamu, boleh gak aku ambil nomor handphone atau alamatmu?" Randy menatap dalam mata Eka yang nampak diam saja.


"Untuk apa Ndy?"

__ADS_1


"Ya Allah kok nanya untuk apa? untuk menjalin hubungan pertemanan lagi, sekalian aku masukin ke grup alumni, boleh dong ya?" lama Eka berpikir. Ia selama ini jarang berkomunikasi dengan teman-temannya di kelas atau sejurusannya. Karena ia lebih dekat dengan para Rangers.


"Hum baiklah," akhirnya ia setuju dan mulai menyebutkan nomor handphonenya.


"Okey, Eka aku masuk dulu ya, bentar aku hubungi," ujar Randy dan meminta diri untuk segera masuk ke pesta sahabatnya, yaitu Yudhistira.


"Naik!" titah seorang pria yang menghentikan mobilnya pas didepan Eka. Jack Andrian telah membuka pintu kendaraan beroda empat itu dan memaksa Eka untuk naik."


"Maaf, aku sudah memesan Grabcar, tidak perlu repot-repot Pak," ujar Eka sembari memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Eka, aku bilang naik ya naik," ujar Jack kemudian menarik tangan gadis itu dengan paksa.


"Lepaskan aku! aku tidak kenal denganmu dan kamu tidak berhak untuk memaksaku tuan asing!" teriak Eka dengan wajah sinis. Gadis itu menghentakkan tangannya keras hingga terlepas dari pegangan Jack Andrian.


"Eka, plis aku minta maaf, kita akan bicarakan ini di tempat yang lebih nyaman, okey?" suara Jack merendah dan memohon dengan sangat. Tangannya ia lipat di depan dadanya. Eka hampir saja luluh tetapi bayangan perempuan hamil yang telah mengambil posisinya itu berkelebat di dalam pikirannya membuatnya jijik dan benci pada pria di hadapannya itu.


"Maaf, tidak ada yang perlu dibicarakan, aku jijik padamu sungguh. Dan jangan pernah muncul di hadapan aku, mengerti?!" salak Eka kemudian segera masuk ke dalam grabcar yang baru saja berhenti tak jauh dari hadapannya. Ia meninggalkan pria itu mematung sendirian dengan pintu mobil yang sudah terbuka.


Sementara itu di dalam acara resepsi.


"Mas, Eka minta pulang sendiri," ujar Beby Alesha saat Erick Bramantyo sudah duduk di sampingnya. Seperti biasa pria itu selalu sibuk menyapa tamu-tamu yang datang.


"Lho kok bisa?" tanya Erick sembari menatap wajah istrinya yang semakin cantik karena kehamilanya itu.


"Sepertinya karena laki-laki brengsek itu deh mas,"


"Jack Andrian maksud kamu?"


"Iya, siapa lagi laki-laki di sini yang pengen aku celupin ke air panas mendidih saking jengkelnya," jawab Beby Alesha dengan wajah berubah kesal.


"Iya, aku juga rasanya ingin menonjok wajahnya yang sok dingin itu tetapi ternyata sudah bisa membuat perempuan hamil sebelum menikah," Erick nampak ikut kesal dan marah juga.

__ADS_1


"Kalau gitu kita berdua harus memberi pelajaran padanya mas,"


"Hum, iya sayang, tapi kamu kalau lagi hamil begini jangan sampai marah-marah dan mau membalas dendam, gak baik untuk calon bayi kita,"


"Ah iya mas, kalau begitu biar Eka aja yang membalasnya, kita tinggal kasih dukungan moril aja,"


"Nah gitu dong sayang, aku yakin Eka pasti gadis yang cukup cerdas."


"Iya mas,"


"Ini sudah larut lho, kita pulang yuk, kamu pasti udah lelah," ujar Erick sembari tangannya menyentuh perut istrinya yang sudah mulai nampak membuncit.


"Iya mas, tapi kita pamit dulu ya sama pengantinnya."


"Baiklah, Ayok," Erick meraih tangan istrinya lembut kemudian mengajaknya ke arah pelaminan sederhana namun tampak cantik dan elegan yang berkonsepkan garden party itu.


"Han, maaf kami pamit duluan ya sayang, dan gak menyelesaikan pestanya," ujar Beby Alesha tak enak hati.


"Tapi kenapa? kita kan belum ngumpul-ngumpul gitu ?" Hany nampak sangat kecewa. Pasalnya di pernikahannya ini tidak nampak kehebohan para Ranggers sahabatnya.


"Han, kondisi perut aku gak bisa duduk lama-lama, dan Eka juga kurang sehat jadi minta pamit terlebih dahulu, maaf ya," Hany dengan berat hati mengangguk.


"Jangan sedih dong, kan ada aku disini," timpal Yudhistira sembari meraih pinggang istrinya kedalam pelukannya.


"Nah tuh, udah punya someone nih, jadi kami pamit ya Han, nanti kita atur pertemuan untuk ngumpul-ngumpul lagi," ujar Beby Alesha kemudian ikut memeluk lengan suaminya.


Mereka berdua pun pergi dari tempat itu dan ternyata diikuti oleh pasangan Ratna dan Royco. Anny dan Fadhil Akifah.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2