Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 101 BSWW


__ADS_3

Royco tersenyum lega karena Ratna yang sebentar lagi menjadi istrinya itu sudah membalas pesannya. Dan sekarang ia sedang menuju ke lokasi yang sudah di share oleh gadis itu untuk bertemu.


Tetapi di tengah perjalanan ia harus memutar arah karena Sasa mantan istrinya tiba-tiba menghubunginya dan meminta tolong kalau ia sekarang sedang sakit.


"Mas Roy, tolong bawa aku ke Rumah sakit. Perut aku sakit banget," ujar mantan istrinya itu dengan wajah meringis. Kedua tangannya terus meremas perutnya yang katanya sedang sakit itu.


"Lho Sa, kok bisa sih? kamu memangnya tidak sarapan atau belum makan sampai sekarang?" tanya Royco khawatir. Pria itu tahu betul kalau mantan istrinya itu sering mengeluh sakit perut karena mempunyai riwayat sakit mag.


"Iya mas, aku belum makan nih. Dan sekarang aku lemes banget."


"Kalau gitu kamu makan dulu baru aku belikan obat." jawab Royco sembari membawa kembali mantan istrinya ke dalam restoran. Ia menyuruh Sasa untuk duduk dan memesankan bubur ayam, makanan yang sangat cocok untuk lambung yang sedang sakit.


"Kamu masih ingat obatku kan?" tanya Sasa pada pria yang nampak khawatir itu.


"Tentu saja Sa, aku ingat kan selama ini aku yang selalu merawatmu ketika sakit." jawab Royco dengan senyum diwajahnya.


"Nah jangan kemana-mana, kamu tunggu makanannya dan aku akan ke apotek membelikan obat untukmu." Sasa tersenyum sembari mengangguk. Perempuan cantik itu menatap kepergian mantan suaminya dengan rasa yang tak bisa ia lukiskan dengan kata-kata.


Hatinya menghangat akan perhatian pria itu padanya. Pria yang selama ini ia abaikan yang ternyata sangat mencintainya. Dan sekarang ia telah menyesal. Ia ingin kembali dan membangun kembali mahligai rumah tangga bersama dengan Royco.


"Sudah makan?" tanya Royco sembari duduk di depan Sasa yang sudah menghabiskan semangkuk bubur ayam spesial kesukaannya.


"Sudah mas, kamu kok tahu sih kalau aku bubur di Restoran ini?" tanya Sasa sembari menatap mata pria yang juga sedang menatapnya.


"Kita pernah hidup bersama Sa, aku ingat apa yang kamu suka dan tidak kamu suka. Mungkin kamu saja yang tidak tahu apa yang aku suka." jawab Royco dengan senyum diwajahnya.


Deg


Sasa merasa dirinya tertohok dengan kata-kata mantan suaminya itu. Ia menyadari kalau ia sungguh tak ingat apapun kesukaan suaminya. Bahkan hari lahir pria itu pun ia tak tahu.

__ADS_1


"Eh iya mas, tapi bolehkan kita mengulang kembali yang telah kita jalin dahulu? aku menyesal dan berjanji akan membalas kebaikanmu selama ini." ujar perempuan itu dan dengan berani meraih tangan mantan suaminya.


Royco melepaskan tangannya dan meraih satu botol obat mag yang sudah ia beli tadi.


"Minum dulu obatmu." ujar Royco dengan berusaha mengalihkan pandangannya dari perempuan yang pernah sangat dicintainya itu. Perempuan yang sekaligus juga menyakiti perasaannya.


"Terimakasih banyak mas," ujar Sasa setelah meminum obat mag itu dan merasakan lambungnya kembali baik.


"Aku tahu kamu masih sangat mencintaiku mas, dan aku mau kira kembali seperti dulu, mau ya?" mohon Sasa tanpa malu.


"Maafkan aku Sa, andaikan permohonan ini kamu sampaikan saat aku juga mengharapkan hal yang sama, mungkin saja kita bisa bersatu kembali tetapi sekarang hatiku sudah terisi oleh orang lain. Dan ya aku tak akan menyakiti hatinya yang telah mau menerimaku," jelas Royco kemudian berdiri dari tempat itu.


"Mas Roy, kamu tega, hiks," Sasa mulai menyusut airmatanya. Nampak sekali kalau ia cukup terpukul dengan kata-kata Royco sang mantan.


"Kamu yang tega Sa, kamu ingat berapa lama kita menikah dan menjalani rumah tangga yang seperti neraka? kamu tidak pernah membalas perasaanku. Kamu bagaikan patung hidup!" Royco akhirnya mengeluarkan semua uneg-unegnya selama ini.


"Mas, itu dulu dan sekarang aku berjanji akan berubah. Aku mencintaimu mas Roy." teriak Sasa tak tahu malu. Semua orang yang ada di restoran itu bahkan memperhatikan mereka berdua.


"Mas Roy, aku tahu kamu belum bisa melupakanku. Dan jangan sampai kamu menyakiti hati calon istrimu nanti kalau dihatimu masih ada aku." Sasa semakin percaya diri dan tak tahu malu.


"Aku lebih cantik dan menarik darinya, aku lebih tahu bagaimana memuaskan hasratmu mas, pikirkan itu."


"Kamu sudah selesai Sa?" kuping Royco memanas dengan kata-kata mantan istrinya yang tak tahu malu itu.


"Pernikahan kami tinggal menghitung hari. Jadi apapun yang ingin kamu katakan tak akan merubah hal itu, mengerti?" Royco membanting pintu mobilnya dan segera meninggalkan mantan istrinya yang sedang menangisi nasibnya.


🍁


Ratna kembali merasa kesal karena menunggu terlalu lama. Dua kali ia dibuat keriting seharian ini karena menunggu 2 orang yang saling mempunyai hubungan di masa lalu itu.

__ADS_1


Dengan perasaan marah dan juga jengkel ia meninggalkan tempat itu setelah menerima pesan gambar dari Sasa kalau ia sedang bersama dengan calon suaminya itu.


Jelaslah sudah kalau keputusannya untuk membatalkan pernikahan ini adalah benar. Segera ia keluar dari Cafe itu dengan menyusut airmatanya.


"Na! kamu kok gak nungguin aku?" panggil Royco yang baru saja turun dari mobilnya dan melihat calon istrinya itu akan naik ke sebuah mobil Grab.


"Kirain mas Roy gak datang," jawab Ratna berusaha tenang. Ia berharap kalau airmatanya tidak menghianatinya.


"Mas mohon maaf ya," ujar Royco pada driver Grab itu sembari menyerahkan 2 lembar rupiah bergambar presiden pertama Indonesia itu.


"Kita pulang saja Mas," ujar Ratna saat pria itu ingin mengajaknya kembali masuk ke Cafe tempat mereka janjian.


"Baiklah, sesuai permintaanmu Nyonya," jawab Royco dengan senyum menggoda. Ia membungkuk dan mengarahkan tangannya ke arah pintu mobil yang sudah ia buka.


"Silahkan nyonya Roy, akan aku bawa nyonya kemanapun."


"Ish lebay!" cibir Ratna dengan wajah kesal. Ia masih menyimpan rasa jengkel yang teramat sangat pada pria yang sengaja ingin menarik perhatiannya itu.


Royco hanya tersenyum samar. Ia tahu betul kalau gadis ini sangat kesal padanya karena datang terlambat. Untuk itu ia ingin berbuat apa saja untuk menyenangkan hati calon istrinya itu agar mau memaafkannya yang terlambat gara-gara Sasa.


"Na, kok diam aja sih? marah ya aku datang terlambat." tanya Royco sembari melirik ke arah Ratna yang membuang pandangannya kearah jendela mobil.


"Mas, kita batalkan saja pernikahan ini."


"Apa? kamu bercanda kan?" Royco langsung menghentikan mobilnya ditengah jalan itu secara mendadak yang langsung mendapat teriakan dari para pengguna jalan yang ada dibelakangnya.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2