Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 54 BSWW


__ADS_3

Acara resepsi yang berlangsung selama 4 jam itu selesai sudah. Para tamu dan juga keluarga kedua mempelai kembali ke rumah masing-masing.


Beby Alesha Ibrahim dijemput oleh empat sahabatnya di Pelaminan untuk dibawa ke kamar di Hotel itu.


Mereka ingin membantu pengantin wanita itu untuk berganti pakaian tetapi kemudian dihalangi oleh tim wardrobe.


"Maaf ya para gadis manis, kalian gak perlu membantu pengantin yang cantik ini karena itu adalah tugas kami." Keempat anggota Rangers itu lantas menarik nafas panjang.


"Kami kan senang kalau membantu kakak, boleh ya?" bujuk Anny dengan melipat tangannya di depan dada.


"Tidak ya tidak!" jawab gadis itu sembari membanting pintu di depan hidung Anny.


"Aku berjanji kalau aku menikah aku tidak akan memakai jasa kalian, camkan itu!" teriak Anny dengan mengepalkan tangannya di udara.


"Udah mau nikah ya Ann?" tanya Eka dengan menahan senyumnya.


"Kalau ada yang lamar, siapa takut, toh idolaku sudah expired jadi boleh dong aku membuka hati," jawab Anny dengan senyum diwajahnya.


Ketiga sahabatnya itu saling berpandangan kemudian tersenyum.


"Permisi ya, kami mau lewat." ujar Erick Bramantyo yang kebetulan sedang melangkah di depan mereka berempat.


Jack Andrian berada dibelakangnya sedang menarik koper kecil yang mungkin berisikan pakaian ganti untuk pengantin baru itu.


Keempat gadis itu langsung mundur merapat ke dinding memberi jalan seolah-olah yang mau lewat itu adalah truk gandeng yang cukup besar. Bagaimanapun juga suami sahabatnya itu adalah Bos besar di tempat mereka bekerja.


"Silahkan Pak," ujar keempat gadis itu sembari tersenyum manis kemudian memperhatikan pria itu mengetuk pintu kamar yang ditempati oleh Beby Alesha tadi berganti pakaian.


Tak lama kemudian pintu itu terbuka dan menampilkan wajah gadis penata rias atau tim wardrobe yang mengurus kedua mempelai.


"Mas Erick? masuk gih, istri anda sedang berganti pakaian," Erick Bramantyo tidak menjawab ia hanya melangkahkan kakinya untuk masuk dan mengambil kopernya yang masih dipegang oleh Jack Andrian.


"Kamu tunggu aku di luar," titah Erick pada pria kepercayaannya itu.


"Baik Bos." Jack mundur dari depan pintu kamar itu dan memandang keempat gadis yang juga sedang menatapnya.


"Ada Apa?" tanya Jack pada.semua gadis itu sembari mengangkat alisnya sebelah.

__ADS_1


"Kamu kan?"


"Iya kenapa?"


"Ih galak amat sih?" Jack Andrian berlalu dari hadapan mereka semua dengan ekor mata masih melirik Eka yang berubah jadi gadis pendiam.


"Hei menurut kalian siapa yang berniat memisahkan Beby dan Pak Erick?" tanya Ratna setelah lorong kamar itu sudah sepi, tinggal mereka berempat.


"Gak tahu juga ya, yang pastinya orang itu jahat bangets." jawab Hany dengan perasaan was-was.


"Masak sih orang baru nikah langsung pengen dipisahkan sih dimana hatinya, coba?" mereka saling bertukar pikiran sembari terus mencari tahu siapa gerangan tamu yang mencurigakan itu.


Sementara itu di dalam kamar pengantin.


Erick Bramantyo tanpa sadar memerhatikan istrinya sedang dibuka pakaiannya oleh tim wardrobe dan merasakan gelombang elektromagnetik yang cukup kuat mengalir di seluruh tubuhnya.


Ia hanya berdiri mematung di tempatnya dengan mata tetap setia memandang keindahan ciptaan Tuhan yang tersaji sangat sempurna di depannya.


Nampak tubuh Beby Alesha Ibrahim hanya berbalutkan underwear yang cukup membangkitkan kelelakiannya saat itu juga.


Kulit putih mulus dan juga dua benda tergantung sangat ranum itu rasanya memanggilnya ingin dikecup dan diremasss dengan tangan besarnya.


Jangan dilanjutkan atau kamu akan tersiksa sendiri Erick !kamu harus bersabar! sampai ia sendiri yang memintamu! teriak batinnya memberi peringatan.


Dengan langkah pelan ia segera menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar itu untuk mengganti pakaiannya.


Ia takut tertangkap tangan oleh Beby dan berakhir dengan perjanjian baru yang harus ia patuhi.


Anggap saja saat ini ia sedang mendapat anugrah terindah dan nikmat.


Dari ekor matanya Beby bisa melihat kalau Erick Bramantyo suaminya sedang berjalan menunduk ke arah kamar mandi.


"Emangnya harus ya pengantin pria mengganti pakaiannya juga disini, mbak?" tanya Beby Alesha dengan maksud menyindir pria yang sedang lewat itu.


"Ya harus dong, ini kan kamar kalian berdua, jadi mas Erick bebas melakukan apa saja di kamar ini bersamamu sayang,"


"Nah, selesai, kamu sisa mandi aja, pasti jadi kelihatan fresh. Pakaiannya aku rapikan dulu ya," lanjut gadis itu dengan senyum diwajahnya.

__ADS_1


Ia dengan cekatan membereskan segala pernak-pernik atau aksesoris yang dipakai oleh Beby Alesha tadi kedalam sebuah tempat khusus.


"Aku masukin semua ini ke dalam satu koper ya, trus nantinya pakaian ini dicuci dulu dan disimpan dengan baik ditempat yang higienis supaya awet dan nanti akan jadi kenangan saat kalian sudah menua nantinya." jelas gadis bernama Jihan itu layaknya orang tua yang sedang memberi wejangan di depan anaknya.


"Dan ini pakaian gantimu sayang, aku keluar dulu. karena sepertinya tugasku sudah selesai. Dan ingat kalau mas Erick udah keluar dari sana, pakaiannya di atur seperti ini ya supaya rapih."


"Iya mbak, tapi eh mbak aja deh yang ngomong sendiri." jawab Beby sembari melihat ke arah pintu Toilet yang sudah terbuka dan menampilkan pria yang sangat tampan di sana sudah nampak segar dengan hanya memakai kaos santai dengan celana bahan berwarna hitam.


"Aku keluar ya sayang, aku takut tergoda sama suamimu itu. Ia terlalu cool untuk dianggurin," ujar Jihan dan langsung keluar dari kamar itu dan meninggalkan dua orang pengantin baru itu.


"Lho mbak Jihan?" suara Beby Alesha serasa tertelan di udara karena tiba-tiba saja Erick sudah berdiri di hadapannya, menatapnya intens masih dengan underwear saja.


"Lihat apa kamu?" tanya Beby Alesha dengan wajah cemberut. Erick Bramantyo hanya tersenyum samar.


"Mandi sana trus kita pulang," jawab pria itu santai.


"Aku mau pulang ke rumah aku sendiri ya, dan kamu gak perlu ikut," jawab Beby kemudian segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Bukan aku yang ikut tapi kamu yang harus mengikuti aku," ujar Erick pelan yang mungkin tidak didengar oleh istrinya itu yang sudah berada di dalam kamar mandi.


Erick Bramantyo duduk di atas ranjang setelah membereskan pakaian pengantin yang ia pakai tadi. Bayangan tubuh istrinya yang sangat menggoda itu membuatnya frustasi sendiri.


"Apa aku bisa kuat bertahan jika selalu disuguhkan yang seperti tadi setiap saat?" ujarnya pelan.


"Oh ya Allah, jangan berikan aku cobaan yang tak bisa aku tanggung sendiri, lembutkan hati istriku, agar ia bisa menerimaku sebagai suaminya," rapalnya berharap Allah mengabulkan permohonannya.


"Aku sudah siap, aku pulang duluan sama teman-teman," ujar Beby Alesha yang baru keluar dari kamar mandi itu dengan tampilan sudah segar dan cantik meskipun tanpa makeup.


"Kita akan pulang bersama. Dan temanmu akan ikut di mobil Jack."


"Ih kok gitu sih,"


"Tak ada debat, apa kata semua orang kalau kita pulang terpisah, ayok." Beby sekali lagi kalah, ia mengikuti langkah suaminya dengan wajah kesal.


Untuk hari ini aku mengikuti semua keinginanmu Erick Bramantyo!!!


*Tobe continued

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2