Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 132 BSWW


__ADS_3

Pagi pun datang menyapa makhluk bumi dengan segala keindahannya. Beby Alesha menggeliat pelan dibawah pelukan sang suami tercinta.


"Assalamualaikum sayang," sapa Erick kemudian mencium pipi perempuan cantik itu.


"Waalaikumussalam mas," jawab Beby tanpa membuka matanya. Ia masih ingin berlama-lama tidur dibawah cuaca yang masih sangat dingin itu.


"Sholat dulu yuk baru aku kasih terapi memperlancar dan memudahkan melahirkan," ajak Erick dengan tangan membantu istrinya itu bangun. Maklumlah diusia kandungan yang sudah tua begitu akan sangat susah untuk bangun sendiri.


"Hum, iya mas," jawab Beby Alesha sembari mencepol rambutnya ke atas dan berjalan ke kamar mandi.


Setelah mereka melaksanakan sholat subuh, Erick mulai memberikan terapi-terapi seperti pada senam yoga ibu hamil pada istrinya.


"Mas, gimana kabar Jack?" tanya Beby Alesha saat tangan suaminya mulai memberikan pijatan lembut pada bagian-bagian tertentu di tubuhnya.


"Oh iya, aku belum tahu kabarnya. Semalam kita pulang kan anak itu belum sadar juga," jawab Erick kemudian meletakkan kaki istrinya pelan di atas bantal. Pria itu meraih handphonenya yang sejak semalam ia nonaktifkan.


"Kira-kira Eka masih disana gak ya?" tanya Erick pada istrinya.


"Coba telpon aja mas, siapa tahu Eka masih nungguin disana."


Lama Erick menunggu tetapi panggilannya belum juga terjawab dengan nada Tut Tut Tut saja.


"Handphonenya tidak aktif, mungkin masih tidur," ujar Erick sembari menyimpan kembali handphonenya.


"Beb, kamu ingat laki-laki yang bersama dengan Eka semalam di Rumah Sakit?" tanya Erick pada istrinya sembari tangannya meraih kembali kaki Istrinya untuk ia pijit.


"Ingat mas, emangnya kenapa?"


"Aku curiga saja, kayaknya dia suka sama Eka."


"Ya, kamu bener mas. Aku juga kira seperti itu. Tapi bagaimana dengan Jack, apa benar ia akan menceraikan Jihan setelah bayi itu lahir? duh kasihan banget sama bayinya pasti akan terasa seperti anak yatim yang tidak memiliki ayah," suara Beby Alesha tiba-tiba berubah sendu. Tangannya mulai meraba perutnya yang sudah semakin besar diusia kehamilannya yang sudah tua.


"Sayang, jangan berpikir macam-macam. Ibu hamil harus selalu bahagia. Dan banyak berdoa," ujar Erick dengan tangan ikut menyingkap pakaian longgar sang istri. Ia ingin ikut meraba dan mengelus perut buncit yang berisi buah cintanya dengan istrinya itu.


"Halo sayang, jangan repotkan mama ya, anak baik." bisik Erick di kulit perut Beby Alesha kemudian memberikan kecupan-kecupan lembut yang membuat istrinya menggelinjang geli.


"Mas geli ih," ujar Beby Alesha sembari meremas rambut suaminya. Erick tidak berhenti meskipun istrinya sudah bergerak-gerak dengan nikmat dan geli secara bersamaan.


"Audzu billahi minassyaitonirojiim," Erick Bramantyo mulai membacakan Surat Maryam di atas permukaan kulit perut istrinya.


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


كۤهٰيٰعۤصۤ ۚ


Kāf hā yā ‘aīn ṣād.


Kāf Hā Yā ‘Ain Ṣād.


ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهٗ زَكَرِيَّا ۚ

__ADS_1


Żikru raḥmati rabbika ‘abdahū zakariyyā.


(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,


اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَاۤءً خَفِيًّا


Iż nādā rabbahū nidā'an khafiyyā(n).


(yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lirih.


قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا


Qāla rabbi innī wahanal-‘aẓmu minnī wasyta‘alar-ra'su syaibaw wa lam akum bidu‘ā'ika rabbi syaqiyyā(n).


Dia (Zakaria) berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, wahai Tuhanku.


وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ


Wa innī khiftul-mawāliya miw warā'ī wa kānatimra'atī ‘āqiran fahab lī mil ladunka waliyyā(n).


Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluargaku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu.


يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا


Yariṡunī wa yariṡu min āli ya‘qūba waj‘alhu rabbi raḍiyyā(n).


(Seorang anak) yang akan mewarisi aku dan keluarga Ya‘qub serta jadikanlah dia, wahai Tuhanku, seorang yang diridai.”


Yā zakariyyā innā nubasysyiruka bigulāminismuhū yaḥyā, lam naj‘al lahū min qablu samiyyā(n).


(Allah berfirman,) “Wahai Zakaria, Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki yang bernama Yahya yang nama itu tidak pernah Kami berikan sebelumnya.”


قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا وَّقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا


Qāla rabbi annā yakūnu lī gulāmuw wa kānatimra'atī ‘āqiraw wa qad balagtu minal-kibari ‘itiyyā(n).


Dia (Zakaria) berkata, “Wahai Tuhanku, bagaimana (mungkin) aku akan mempunyai anak, sedangkan istriku seorang yang mandul dan sungguh aku sudah mencapai usia yang sangat tua?”


قَالَ كَذٰلِكَۗ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا


Qāla każālik(a), qāla rabbuka huwa ‘alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka min qablu wa lam taku syai'ā(n).


Dia (Allah) berfirman, ”Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, ”Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali.”


قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةً ۗقَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَ لَيَالٍ


"Sodakollahul adziim," Erick menutup bacaannya kemudian mencium lagi perut istrinya.


"Semoga kamu melahirkan dengan mudah seperti Maryam sayang," lanjutnya kemudian meraih bibir Beby Alesha dengan lembut.

__ADS_1


"Aku tadi sudah memperdengarkan surah Maryam pada putra kita Beb, sekarang aku ingin mengunjunginya bolehkan?" bisik Erick dengan tangan bergerak indah di atas bukit kembar istrinya.


Beby Alesha tidak menjawab. Ia tahu suaminya pasti sangat mengerti kalau ia juga ingin pria dominan itu mendatanginya dengan sangat indah.


🍁


Sementara itu di Rumah kediaman keluarga Fadhil Akifah. Kebahagiaan belum juga luntur dari wajah dua orang yang baru saja memadu kasih itu. Sisa-sisa peluh masih sangat tampak diwajah dua orang dipagi yang masih sangat dingin dan gelap itu.


"Ann, rasa kamu berbeda sayang," bisik Fadhil pada istrinya yang masih betah berada di bawah pelukannya."


"Berbeda gimana maksudnya mas?"


"Ih kamu tidak merasakannya ya?"


"Enak iya mas, trus berbedanya di mana?" tanya Anny penasaran dengan kata-kata suaminya. Ia sampai bangun dari posisinya tadi dan menatap wajah Fadhil Akifah yang baru saja mengunjunginya.


"Kamu gak mau pipis lagi kan sejak aku..." Anny tersenyum kemudian mengangguk.


"Iya mas, aku lupa kalau ingin pipis. Itu kenapa ya?" Anny mengerutkan keningnya berpikir.


"Apa jangan-jangan karena kamu sedang mengandung Ann, jadi keadaan kandunganmu itu ikut mempengaruhinya," jawab Fadhil Akifah dengan wajah serius.


"Mungkin saja ya mas, nanti kita konsultasikan sama dokter kandungan ya, kali aja itu betul," jawab Anny manggut-manggut.


"Dan adalagi yang berbeda sayang,"


"Apa itu mas?" tanya Anny penasaran.


"Rasamu lebih lezat setelah hamil Ann, dan aku suka sekali." jawab Fadhil dan membuat wajah Anny langsung bersemu merah dengan pujian dari suaminya.


"Eh beneran lho, kalau gak percaya kita buat eksperimen lagi," usul Fadhil Akifah dengan senyum diwajahnya.


"Eksperimen apa mas?" tanya Anny tambah bingung. Pagi ini suaminya banyak bertingkah aneh.


"Kita lakukan lagi yang menyenangkan tadi itu, soalnya aku mau membuktikan sayang apa teori pipis itu benar-benar berhasil atau tidak."


"Maksud kamu mas?" tanya Anny bingung tetapi kemudian ia berubah jadi lemas karena suaminya mulai ingin mengunjunginya lagi.


"Aaaaakh masss," teriak Anny tertahan saat milik suaminya kembali datang menyapa dengan agak kasar.


"Kenapa Ann, mau pipis lagi?" tanya Fadhil Akifah sembari mengehentikan gerakannya.


"Gak mas, enak hihihi."


*Tobe continued


Duh Anny, ada-ada saja kamu ckckck. Ayok babang Fadhil lanjutkan!!!


Mana nih dukungannya untuk karya receh ini. Like dan Komentarnya dong agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2