
Ratna masih saja merasakan sakit pada ulu hatinya padahal ia sudah meminum obat sakit maag seperti yang biasa ia minum kalau sakit itu menyerangnya.
"Ueeeekkk," Perempuan itu berlari ke kamar mandi karena merasa ingin mengeluarkan sesuatu dari dalam perutnya.
"Na, sejak kapan kamu mengidap penyakit maag parah seperti ini?" tanya Royco dengan wajah khawatir. Pria itu hanya bisa mengelus punggung istrinya dengan memberikan minyak kayu putih agar tubuh sang istri jadi nyaman.
"Gak tahu mas, perasaan gak pernah separah ini deh," jawab Ratna dengan keringat dingin mengucur keluar dari pori-pori kulitnya.
"Mas kepalaku pusing banget," lanjut Ratna sembari menutup matanya. Ia seperti sedang berada di atas kendaraan bermotor dan sedang merasakan mabuk perjalanan. Perasaan Mual dan pusing semakin menyiksanya.
"Kamu tadi gak sarapan kan Na, trus siangnya malah makan rujak buah ya pantas sih," ujar Royco tanpa ekspresi. Ia masih sedikit kesal pada istrinya itu karena perdebatan mereka sebelum keadaan sakit ini.
"Mas Roy senang ya kalau aku sakit? udah tinggalin aku aja sendiri ueeeekkk," Ratna bangun dari tidurnya dan berlari lagi ke kamar mandi. Royco mengikuti istrinya ke dalam sana dan memijit tengkuknya agar Perempuan itu merasa lebih nyaman.
"Kamu gak takut dosa sama suami Na?" tanya Royco yang merasa bingung dengan perubahan emosi istrinya yang terasa sangat aneh.
"Ueeeekkk," Ratna kembali mengeluarkan isi perutnya yang hanya berupa cairan kuning karena isinya sudah habis terkuras.
Ratna berjalan keluar dari kamar mandi dengan dipapah oleh suaminya karena tubuhnya sudah gemetar tidak kuat.
Bugh
Perempuan itu jatuh pingsan. Untungnya jatuhnya ke tubuh suaminya sendiri jadi langsung saja ia membawanya ke tempat tidur.
"Na, jangan bercabang dong. Bangun Na!" teriak Royco dengan keras setelah lama ia bangunkan istrinya tetapi tidak ada respon sama sekali. Akhirnya ia keluar dari kamarnya dan mencari asisten rumah tangganya untuk membantunya ke rumah sakit.
Dddrt
Dddrt
Disaat ia sibuk ingin membawa Ratna ke rumah sakit, pria itu juga sedang diberi tahu oleh Fadhil Akifah bahwa Beby Alesha sedang berada di ruang operasi dan harus melahirkan karena terjadi sesuatu yang buruk pada istri dari Erick Bramantyo itu.
"Iya aku akan kesana sekarang juga," jawabnya sembari menatap wajah istrinya yang tampak pucat di sampingnya.
__ADS_1
Ia pun pergi ke rumah sakit dan terus merapalkan do'a semoga Ratna hanya maag biasa. Pasalnya ia tidak pernah melihat ada orang yang nyeri ulu hati sampai segawat ini.
🍁
Erick Bramantyo menunduk dan memandang lantai putih rumah sakit itu dengan perasaan yang sangat sedih. Berkali-kali ia menatap pintu ruang operasi tetapi belum ada seorang pun dokter yang keluar dari sana untuk memberinya satu kabar gembira.
"Erick, bagaimana dengan istrimu nak?" tanya Ratih yang baru saja tiba di Rumah Sakit itu.
"Ibu, doakan Beby Bu," pria itu langsung memeluk ibunya dengan menangis. Ia tidak peduli kalau ada yang menyebutnya cengeng tapi ia betul-betul sangat takut kehilangan istrinya itu.
"Iya nak, semua orang mendoakan istrimu. Kamu bersabar ya, ada anakmu yang sedang menunggumu."
"Tapi Beby Bu,"
"Bertawakal kepada Allah nak. Insyaallah semuanya akan baik-baik saja " Ratih mengelus punggung putranya itu yang berubah menjadi anak kecil yang takut kehilangan seorang ibu baginya.
Hany sedari tadi juga menangis di dalam pelukan suaminya. Begitupun Anny dan juga Fadhil Akifah, semuanya ikut bersedih dengan apa yang terjadi.
Lama mereka berada dalam kecamuk hari masing-masing sampai pintu ruang operasi terbuka. Erick Bramantyo dan semua orang berhamburan ke tempat itu.
"Alhamdulillah, puji syukur kepada Tuhan. Nyonya Beby Alesha sudah sadarkan diri dan juga sudah melewati masa kritisnya. Kami yakin istri anda adalah orang yang sangat baik dan banyak yang mendoakannya. Jarang sekali ada yang lolos dari maut jika menghirup gas seperti itu."
"Allah Akbar!" teriak Erick Bramantyo kemudian bersujud penuh syukur di depan semua orang. Ia benar-benar sangat gembira mendengar kabar kalau istrinya sudah melewati masa kritisnya.
Semua orang juga mengucapkan syukur atas kesembuhan Beby Alesha sang sahabat yang sangat baik hati itu.
"Boleh kami melihatnya dokter?" tanya Erick sembari menggenggam tangan ibunya. Ia ingin membawa Ratih sang ibu untuk masuk ke dalam.
"Maafkan kami pak Erick, karena anda belum bisa menemuinya sekarang. Sekitar 15 menit lagi nyonya Beby Alesha akan dipindahkan ke kamar perawatan."
"Baiklah dokter, kami akan bersabar dan menunggunya di sana saja " jawab Erick dengan perasaan membuncah bahagia. Tak apa ia menunggu beberapa menit yang penting istrinya kembali sembuh.
Mereka semua pun pergi ke kamar perawatan yang dimaksud oleh dokter dan untuk menunggu Beby Alesha dan bayinya diantar ke sana.
__ADS_1
Sementara itu kebahagiaan juga dirasakan oleh Royco saat istrinya telah sadar dari pingsannya dan dinyatakan positif hamil.
Pria itu tidak berhenti mencium istrinya yang masih sangat pucat itu di depan semua dokter dan perawat.
"Terimakasih ya Allah. Terimakasih banyak Na, kamu memberikan aku hadiah yang sangat besar. Aku mencintaimu Na," ujarnya berulang-ulang tanpa mempedulikan tatapan semua orang.
Pria itu mengeluarkan beberapa lembar uang bergambar Presiden Indonesia pertama itu kepada seorang perawat saking bahagianya.
"Belikan kue dan minuman untuk semua orang yang ada disini. Aku sangat senang hari ini," ujarnya dengan wajah yang sangat cerah bagaikan lampu neon berkapasitas ribuan Watt.
"Iya Pak, dan kami semua mengucapkan selamat ya," ujar perawat itu dengan senyum diwajahnya. Ia pun keluar dari ruangan itu untuk membeli kue dan minuman seperti yang diinginkan oleh suami pasien.
"Na, terima kasih banyak sayangku," bisik Royco disela-sela pelukannya pada sang istri tercinta.
"Mas, aku malu. lihat, semua orang melihat kita," jawab Ratna berusaha mendorong tubuh suaminya yang memeluknya posesif.
"Tidak apa sayang, kamu kan istriku jadi wajar aku perlakukan seperti ini. Lagipula kita sangat bahagia sayangku," jawab Royco tidak memperdulikan protes dari istrinya.
Pria itu ingin melupakan perdebatannya tadi bersama dengan istrinya dan menggantinya dengan perlakuan istimewa.
Karena posisi mereka berdua yang sangat intim itu, akhirnya para dokter dan perawat merasa risih dan meninggalkan ruang pemeriksaan itu.
Mereka memberikan waktu untuk calon ayah dan ibu yang sedang berbahagia itu untuk saling berbagi rasa.
Royco tersenyum saat ia menyadari kalau mereka tinggal berdua di ruangan itu. Ia pun meraih bibir Istrinya dan mengulumnya pelan.
"Jangan pernah berpikir menyuruhku mencari perempuan lain Na, karena aku bisa mati kalau kamu mengatakan itu," bisik Royco dengan nada sangat lembut di telinga sang istri.
Ratna tersenyum dan berjanji tidak akan mengulangi kata-kata seperti itu lagi pada suaminya
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍