Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 43 BSWW


__ADS_3

"Ssst!, ayo cepat sembunyi," Anny mendorong tubuh Eka dan juga Beby ke sisi dinding dengan cepat.


"Ada apa sih?" tanya Eka bingung. Ia berusaha menahan tubuhnya agar tidak jatuh ke lantai karena dorongan Anny yang tiba-tiba.


"Ada Pak Erick idola aku, jangan sampai dia lihat kita disini mendaftar jadi OG, ayo cepat berlindung di sana." bisik Anny dengan suara pelan sembari matanya memandang ke arah pria tampan dengan setelan jas lengkap sedang melangkah dengan sangat elegan ke arah lift.


"Ih gak apa-apa kali, lagian apa pedulinya bosnya Ratna itu sama kita," jawab Eka sambil berusaha keluar dari persembunyian mereka.


Tetapi Beby menarik kemeja yang sedang dipakai oleh gadis itu agar tidak bergerak sama sekali.


"Anny betul, kita sembunyi aja dulu, jangan sampai orang itu melihat kita." lanjut Beby setuju. Eka menatap 2 sahabatnya itu bergantian.


Ada apa sih dengan kalian? ujarnya membatin. Tapi akhirnya ia pun mengalah.


Mereka bertiga pun mengintip dari balik tembok sampai seseorang langsung menepuk punggung Anny dan membuatnya menjerit kaget.


"Aaaaew."


"Anny!" Beby dan Eka bersamaan menjerit agar gadis itu tidak berisik dan menimbulkan keributan.


"Apa yang kalian lakukan di sini?!" tanya seorang pria setengah baya berwajah garang yang ternyata adalah seorang security di Perusahaan itu.


Sedari tadi ia mencurigai ketiga gadis cantik yang berpenampilan kasual itu berada di ruangan itu.


"Eh maaf maaf, Ssst, kami sedang bersembunyi." jawab Anny dengan pelan.


"Kamu pikir Perusahaan ini tempat untuk main petak umpet?"


"Eh iya eh bukan pak." jawab Anny lagi tersenyum cengengesan.


"Kalau tidak ada urusan di sini, ayo kalian keluar!"


"Maaf Pak, kami sebenarnya mau mendaftar jadi OG, tuh ada lowongan kerja di sana." ujar Beby sembari memperbaiki letak topi yang sedang dipakainya.


Tangannya menunjuk papan pengumuman yang berada di dekat resepsionis.


"Oh mau mendaftar? kalau begitu cepat ke ruangan ujung bagian sana, disana tempat pendaftarannya. Dan jangan berkeliaran di tempat ini kalau tidak ada keperluan."


"Terimakasih Pak, permisi." ujar Beby Alesha tersenyum sembari mendorong dua orang temannya itu kearah yang dimaksud.


"Permisi mba, kami mau mendaftar jadi Office Girl di Perusahaan ini." ujar Eka setelah mereka sampai ke sebuah ruangan yang bertuliskan Tempat Pendaftaran.


"Bawa kartu identitas?"


"Bawa mba." jawab Eka cepat. Dan segera mengeluarkan kartu indentitas dari tas selempang kecil yang ia bawa. Diikuti oleh Anny dan juga Beby Alesha.

__ADS_1


Perempuan itu mendongak dan menatap dengan intens 3 gadis yang sedang berdiri di hadapannya ini.


"Kalian beneran mau jadi OG?" tanyanya dengan wajah tak percaya. Pasalnya 3 gadis ini semuanya mempunyai penampilan dan wajah yang sangat cantik meskipun sedang ditutupi oleh sebuah topi di kepala mereka semua.


"Eh iya mbak, emangnya kenapa? tidak boleh ya?" tanya Beby sembari menatap balik perempuan panitia pendaftaran itu.


"Ya enggak sih, tapi kok mau jadi OG sih?"


"Cari pengalaman Mba, daripada nganggur di rumah."


"Oh iya, kamu benar juga, lagipula menjadi Office Girl kan tidak harus mempunyai keahlian khusus dan yang penting kalian rajin dan juga disiplin aja."


"Iya Mba, insyaallah kami siap." jawab Eka cepat. Gadis itu begitu bersemangat dengan lowongan kerja ini. Ia juga ingin mendapatkan penghasilan setelah lulus sarjana dan menganggur saja.


"Tapi sayangnya Perusahaan ini cuma butuh 2 Office Girl dan 2 Office Boy, gimana dong, pasti akan ada yang gugur dong diantara kalian."'


Ketiga gadis itu saling berpandangan kemudian tersenyum.


"Sudah ada pendaftar untuk OBnya ya Mba?" tanya Beby dengan sebuah ide dikepalanya.


"Baru satu orang, kenapa? punya teman cowok?"


"Tidak mba, tapi kami boleh minta tolong gak?"


"Boleh," jawab perempuan itu ramah. Beby mengedarkan pandangannya kesegala arah kemudian berbisik.


"Aku butuh sekali pekerjaan ini."


"Hah? yang benar saja," dengan mata melotot tak percaya perempuan itu menatap Beby dengan mulut terbuka.


"Iya mba, plis ya."


Satu detik dua detik sampai 15 menit perempuan itu diam sedangkan Beby terus memohon padanya sembari mengedip-ngedipkan matanya lucu.


"Hem, baiklah tapi ini rahasia kita ya, dan kamu harus merubah penampilan kamu itu, kamu terlalu menarik untuk seorang OB," ujar Perempuan itu akhirnya setelah lama berpikir.


"Siap!"


"Okey kalian diterima dan mulai besok kalian sudah bisa bekerja. Dan ya ini adalah daftar pekerjaan kalian," sebuah kertas panjang diberikan kepada mereka bertiga.


"Masa kerja 3 bulan sebagai percobaan dan setelah itu kalau kalian menunjukkan kerja yang bagus baru diangkat sebagai OB dan OG resmi."


"Siap Mbak!" jawab mereka bertiga kompak.


"Wah cuma ini kerjaan kita mba?" tanya Anny dengan mata masih memandang selembar kertas panjang yang ada di tangannya.

__ADS_1


"Kenapa? kurang ya?"


"Gak mba, ini terlalu banyak." jawab Anny dengan senyum cengengesan.


"Huh, kirain apa, Pekerjaan Office Girl ya memang itu, memangnya mau apalagi."


"Iya mba, makasih infonya." jawab Anny kemudian melanjutkan,


"Eh mba disini ada pembagian ruangan yang harus kami urus dan layani ya?"


"Oh iya, sekarang langsung saya bagi ya, untuk Eka dan Anny kerjanya di lantai 1 sampai 5 dan Untuk Beby di lantai 6 sampai 8." jelas perempuan itu tersenyum.


"Dan untuk Beby, karena kamu adalah Office Boy, kamu harus menganti namamu supaya kamu tidak ketahuan sebagai gadis, mengerti? jangan sampai karena kemauan kalian saya yang dapat getahnya."


"Baik Mba siap, panggil saja saya Boy,"


"Baiklah, jadi papan nama kalian adalah Eka, Anny, dan Boy. begitu ya?" jelas perempuan itu sembari mengetik nama-nama itu di keyboard laptopnya kemudian memprint outnya dan menjadikannya sebagai papan nama agar karyawan bisa cepat mengenali mereka bertiga sebagai Office Boy dan Office Girl yang baru.


"'Ini seragam kalian, dan tempat untuk kalian beristirahat dan juga mengganti pakaian ada di lantai 1."


"Terimakasih banyak mba, kami permisi dulu."


"Ya, sama-sama. Saya juga berterima kasih karena kalian telah membantu pekerjaan saya cepat beres." ujar Perempuan itu kemudian menutup loket pendaftaran karena semua lowongan sudah terisi.


Tok


Tok


Tok


Eka kembali mengetuk pintu loket pendaftaran itu dengan wajah tak terbaca.


Perempuan yang ada di dalam membuka lagi loketnya dan menatap Eka.


"Ada apa? apa masih ada yang kurang jelas?" tanya perempuan itu penasaran.


"Iya mba, ngomong-ngomong di kertas ini belum ada daftar gaji yang akan kami terima kalau kami bekerja."


"Ah iya maaf, ini daftarnya ya, bagi yang masih dalam tahap percobaan."


Eka mengambil kertas itu dengan mata berbinar senang. Ia tak menyangka hanya dengan menjadi OB bisa membayar DP motor.


"Terimakasih mba, kami beneran permisi." ujarnya kemudian segera mengikuti langkah Beby dan juga Anny yang sudah melangkah terlebih dahulu.


*Tobe continued

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey?


__ADS_2