Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 124 BSWW


__ADS_3

"Wah Kantinnya bagus ya Ka, gak kayak di kantor aku," ujar Randy saat mereka berdua sudah sampai di Kantin Perusahaan PT. Ibra.Tbk.


"Emangnya di kantor kamu kantinnya kayak gimana?" tanya Eka sembari mencari meja kosong. Di waktu makan siang seperti ini, sangat susah sekali mendapatkan meja karena ratusan karyawan juga sedang menikmati makan siang dan istirahat.


"Ya sama sih, hehehe," jawab Randy tertawa.


"Ih kirain kantinnya beda," jawab Eka dengan pandangan mata berkeliling ke arah seluruh penjuru kantin.


"Di sana tuh yang kosong," tunjuk Randy pada beberapa meja kosong yang berada di sudut kantin. Meja yang biasanya untuk para petinggi perusahaan jika sedang ingin makan di tempat itu.


Deg


Eka merasakan dadanya berdebar karena yang duduk sendiri di sana adalah Jack Andrian, asisten pribadi Erick Bramantyo sang Wapresdir perusahaan ini.


"Gak ah, kita cari tempat duduk yang lain aja, di sana itu tempat VIP, bayar pajaknya mahal," ujar Eka memberi alasan untuk menolak. Randy langsung tersenyum dibuatnya.


"Gak apa-apa Ka, aku warga negara taat pajak kok. Aku akan bayar pajaknya meskipun mahal."


"Ih gak mau, aku mau cari meja lain aja yang masih kosong," ujar Eka lagi memberi alasan dan bertahan tidak mau duduk di tempat itu karena sangat tidak ingin bertemu dengan pria brengsek itu.


"Ka nanti kamu telat masuk kerjanya, di sini gak ada lagi tempat kosong," ujar Randy dengan tangan menarik Eka ke meja VIP itu. Banyak karyawan biasa yang tidak berani kesana karena merasa sungkan pada atasan mereka kecuali dalam keadaan terpaksa.


Akhirnya Eka mengikuti kemauan Randy daripada harus berdiri di pintu masuk dalam keadaan lapar lebih baik ia mengalah. Dan akan berpura-pura tidak kenal dengan Jack Andrian.


"Nah duduk yang manis ya," ujar Randy sembari menarik kursi untuk gadis cantik itu. Sekali lagi Jack Andrian mengetatkan rahangnya marah. Tangannya mengepal sempurna dibawah meja.


"Pesan apa saja Ka, eh kamu masih suka rawon kan?" Eka tersenyum manis, karena Randy ternyata ingat makanan favoritnya padahal hanya sekali ia dan pria ini pernah makan bersama.


"Suka banget Ndy, kamu kok masih ingat aja sih makanan favorit aku?" tanya Eka dengan nada yang dibuat manja pada teman prianya itu.


Eka sengaja memanas-manasi pria yang sedang duduk dengan diam tak beberapa jauh darinya. Jika mengingat perbuatan yang menyakitkan dari Jack, rasanya gadis itu ingin memperlihatkan kalau ia juga bisa move on dari pria itu meskipun ia tidak bisa.


"Ya ampun Ka, apa yang aku tidak ingat dari dirimu, aku pesan yang itu ya," ujar Randy sembari memanggil waiters kantin itu.


"Makasih Ndy, kamu baik banget," ujar Eka lagi dengan mata melirik ke arah Jack yang menikmati makanannya tanpa ekspresi. Datar dan sangat dingin.

__ADS_1


"Ternyata makanannya memang beda Ka, di sini itu enak banget," ujar Randy setelah menyelesaikan makan siangnya.


"Trus kamu akan bilang makanan di kantin kamu enaknya sama, begitu? ah candanya basi hahaha,"


"Eh kali ini aku tidak bercanda, makanan di sini lebih enak kok. Suer!" Randy mengangkat dua jarinya untuk menunjukkan kalau ia benar-benar serius.


"Iya percaya, buktinya kamu habiskan sampai piringnya hehehe," Eka kembali tertawa renyah dan semakin membuat dada Jack ingin meledak.


"Kan makannya sama kamu, Ka," ujar Randy lagi yang semakin membuat tawa Eka serasa ingin meledakkan kepala Jack Andrian.


"Gombalmu bagus Ndy, aku suka, hehehe, udah kenyang nih dan sekarang kamu harus pulang sebab tempatmu bukan di sini," Eka tersenyum kemudian berdiri dari duduknya, bersiap untuk pergi dari kantin itu.


"Besok aku bisa datang lagi kan?" tanya Randy dengan pandangan tak biasa pada gadis cantik itu.


"Oh tentu saja, aku kan jadi bisa makan gratis, hehehe," jawab Eka dengan tawanya yang renyah.


"Alhamdulillah, artinya kita bisa makan bersama lagi dong ya," ujar Randy sembari berjalan ke arah kasir.


"Makasih ya Ndy, kamu mau menghibur aku," ujar Eka saat mereka sudah berpisah di depan Loby Perusahaan.


"Eh emangnya kamu tampak sedang sedih? perasaan kamu baik-baik saja," Randy menatap gadis itu dengan tatapan intens.


"Sana kamu pulang! mau kena semprit dari Security ya kalau terlalu lama bertamu?" ujar Eka dengan wajah berpura-pura tegas.


"Iya buk, aku Pergi, tapi besok aku datang lagi ya?"


"Iya iya sana cepat pergi! aku ada banyak kerjaan ini," ujar Eka kemudian meninggalkan Randy yang sepertinya tidak ingin meninggalkan tempat itu.


"Awww!" teriak gadis itu keras karena tiba-tiba tubuhnya ditarik ke dalam sebuah Toilet perempuan yang sedang ia lewati sebelum ke ruangan divisinya.


Pintu Toilet itu langsung dikunci dari dalam oleh Jack Andrian sang asisten Wapresdir.


Eka tersentak kaget ketika tubuhnya tiba-tiba didorong ke dinding dingin di dalam toilet itu.


Ia berusaha memberontak ketika tangan kiri Jack menahan kedua tangannya diatas kepalanya sedangkan tangan kanan pria itu merengkuh kuat pinggang gadis itu hingga tubuh mereka begitu tak berjarak.

__ADS_1


"Aku sudah pernah bilang padamu kalau aku tidak suka ada pria lain yang dekat denganmu, Ek," bisik Jack Andrian dengan mata berkilat. Deru nafasnya bisa Eka rasakan di permukaan wajahnya.


"Apa pedulimu hah?" teriak Eka emosi. Ia tak suka diperlakukan kasar seperti itu. Kakinya berusaha bergerak untuk menendang alat vital pria yang sangat dibencinya itu tapi sepertinya Jack sudah bisa menebak semua gerakan gadis yang jago bela diri itu.


"Kamu menyakitiku Jack, lepaskan aku," ujar Eka pelan dengan mata berkaca-kaca. Gadis itu sudah merasa di sakiti secara fisik dan juga psikis.


"Maafkan aku Eka, maafkan aku sayang, aku sangat mencintaimu tolong jaga jarak dengan pria manapun, karena aku tak sanggup, aku tak sanggup Eka, aku bisa mati kalau kamu melakukannya," bisik Jack Andrian dengan suara bergetar menahan emosi di dalam hatinya.


Eka terdiam. Untuk pertama kalinya pria ini mengucapakan kalimat yang panjang padanya dengan nada yang sangat menyedihkan seperti itu.


Cup


Jack meraih bibir gadis itu dengan lembut, kemudian melepaskannya dengan cepat.


"Maafkan aku Eka, tapi kamu milikku, bibir ini milikku," bisik Jack lagi saat Eka tak mampu berkata-kata. Gadis itu tak percaya pria dingin itu begitu nampak sangat frustasi.


Tok


Tok


"Buka pintunya dong! Toilet ini milik umum!" teriak seseorang dari arah luar. Eka menatap tajam mata Jack Andrian yang juga sedang menatapnya.


"Kamu masuk ke toilet aku yang akan buka pintunya," ujar Jack kemudian menyentuh lagi bibir gadis yang sangat dicintainya itu. Eka mengangguk dengan debaran keras di dadanya.


"Pak Jack? Kok ada di toilet perempuan?" Tanya karyawan perempuan yang sedang berdiri di depan pintu Toilet itu.


"Aku tadi memeriksa keadaan tempat ini, apakah semua kran air lancar dan tidak tersumbat." Jawab Jack dengan wajah datar dan meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi.


Sementara itu Eka masih berusaha menahan debaran jantungnya yang menggila. Ia menyentuh bibirnya yang baru saja diperlakukan sangat manis oleh pria dingin dan datar itu.


"Brengsek kamu Jack!" teriaknya keras sembari menangisi nasibnya.


"Mbak Eka? kamu kah itu?" tanya gadis yang baru masuk ke Toilet itu. Eka menggigit bibirnya menahan untuk tidak menangis.


* Tobe continued

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2