
Beby Alesha Ibrahim mengerang kesal. Ia langsung berbalik dan siap menyemprot pengacara tak tahu sopan santun itu.
"Aku ingin pulang, dimana mobilku?!" seru Beby yang tiba-tiba merubah kekesalannya pada Erick saat ia merasakan sesuatu yang berbeda dengan pandangan mata elang sang mantan bos itu padanya.
"Mobilmu masih ada di Club, aku akan suruh seseorang untuk mengambilnya untukmu." jawab Erick Bramantyo datar, ia lantas meninggalkan Beby kemudian melangkah ke dalam kamarnya yang tadi ditempati oleh gadis itu.
"Hey tunggu, aku akan ikut dengan orang itu, agar aku bisa langsung pulang saja," seru Beby dari belakang punggung Erick Bramantyo.
"Terserah," jawab Erick sembari mengangkat tangannya ke udara.
Gadis itu hanya bisa menarik nafas panjang dan mengalihkan pandangannya ke arah seorang laki-laki asing yang juga berada di ruangan itu.
"Apa anda orangnya?" tanya Beby dengan senyum diwajahnya.
"Ah, iya eh bukan, aku juga meninggalkan mobilku di sana karena insiden yang terjadi pada kalian berdua tadi," jawab Royco dengan balas tersenyum.
"Apa anda punya hubungan khusus dengan Pak Erick Bramantyo?" tanya Beby lagi mengingat kejadian di Club dimana dua pria dewasa itu saling berpelukan dan nampak saling menghibur.
"Iya, Erick adalah orang yang sangat spesial dalam hidupku, ia pria baik hati yang sangat mengerti diriku. Dan aku rasa aku sangat bahagia dengan hubungan kami." jelas Royco dengan penuh semangat dan juga penuh perasaan. Beby Alesha jadi semakin menyimpulkan kalau pria ini dan Erick benar-benar memiliki hubungan yang bertanda kutip.
"Maaf, aku akan melihat temanku dulu, dan tolong ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi hingga aku dan Ratna sampai berada di sini," Royco pun menceritakan kronologis kejadian insiden tadi yang membuat dua gadis ini malah berada di sini.
"Benar-benar bajingan itu Pak Bintang," ujar Beby Alesha kesal dan marah.
"Dimana tas dan handphone aku tadi, disana ada rekaman percakapan kami dengan pria tua kurang ajar itu, aku akan menuntutnya nanti."
"Aku rasa Erick lah yang membawa semua barang-barangmu tadi." jawab Royco dan memandang ke arah kamar Erick.
"Maukah anda mengambilkannya untukku Pak? eh, nama anda siapa ya?"
"Aku Royco, ya panggil saja aku Roy,"
"Ah iya pak Roy, aku sungguh ingin pulang sekarang, jangan sampai mama dan papa khawatir begitupun sahabatku yang dikamar itu." ujar Beby kemudian segera melangkah cepat ke arah kamar tamu yang dimaksud.
__ADS_1
"Ratna, kamu sudah bangun?"
"Iya, sedari tadi tapi aku bingung ini dimana jadi aku lanjutkan saja berbaring. Kita ini dimana Beb?" tanya Ratna masih dengan wajah bingungnya.
"Kita diselamatkan oleh mantan bos aku waktu magang itu, untunglah jadi kita tidak jadi korban pria tua bangka itu," jawab Beby dengan wajah gembira.
"Ayok, kita akan pulang tetapi sebelumnya kita kembali ke Club itu untuk mengambil mobilku."
"Ayok, Beb aku ingin berterima kasih pada mantan bosmu itu, ia pasti orang yang sangat baik."
Baik? Hem, dia pasti punya niat yang tersembunyi dibalik kebaikannya ini, ujar Beby membatin.
Beby Alesha akhirnya mengikuti keinginan Ratna untuk mengucapkan terimakasih pada Erick Bramantyo yang kadang sangat menyebalkan dimatanya.
Matanya baru memperhatikan keadaan rumah yang sangat mewah itu. Dalam hati ia memuji kesuksesan pria ini yang tahu masih lajang diumurnya yang sudah terbilang dewasa.
Erick Bramantyo yang merasa tidak nyaman di ruangan manapun di rumahnya sendiri hanya karena seorang Beby ada di sana tampak mondar-mandir sendiri di dalam ruang keluarga yang sangat luas itu.
"Permisi Pak, kami ingin mengucapkan terimakasih karena bapak sudah menolong kami keluar dari masalah," ujar Ratna setelah mendekat ke arah Erick Bramantyo. Sedangkan Beby Alesha berada disampingnya dengan memandang ke segala arah tak mau memandang wajah sang tuan rumah.
"Kami mau pamit pak,"
"Ini sudah sangat larut, menginaplah di sini," jawab Erick sembari melihat penanda waktu di pergelangan tangannya.
"Sekarang pukul 12 malam, akan sangat berbahaya jika kalian pulang selarut ini," lanjut Erick dengan wajah tak terbaca.
"Tidak, terimakasih. Kami berdua akan tetap pulang, papa dan mama pasti sangat khawatir, dan ya dimana tas saya pak?!" tolak Beby sembari memandang wajah Erick yang berubah keras kembali.
"Aku sudah menghubungi Papamu, kamu akan tetap tidak boleh kemana-mana, mengerti kamu?!" Beby melotot tak percaya dengan pendengarannya.
"Anda? Bagaimana mungkin? Papa pasti tidak setuju kalau aku menginap di rumah orang seperti anda, player!"
"Terserah, tapi Papamu sudah menugaskan aku untuk menjagamu di sini," ujar Erick dan kembali meninggalkan kedua gadis itu.
__ADS_1
Erick sungguh tak ingin berdebat sekarang. Ia sudah cukup kacau dengan perasaannya sendiri gadis wonder woman ini.
Beby Alesha tidak percaya semua yang ia dengar, mana mungkin papanya menugaskan orang seperti Erick Bramantyo yang terkenal seorang Cassanova itu untuk menjaganya. Bisa-bisa ia malah dimakan habis oleh sang penjaga ini.
Ia langsung menghalangi langkah Erick dan berdiri dihadapan pria itu.
"Aku tidak percaya papa mengatakan itu, sekarang berikan handphoneku dan aku akan menghubungi papa sendiri." ujar Beby Alesha sembari menengadahkan tangannya di depan wajah Erick.
"Memangnya kamu mengenal papaku pak Erick Bramantyo?" cibir Beby dengan pandangan mata curiga.
"Kamu terlalu cerewet, minggir dan cepat tidur sana!"
"Eits, handphoneku mana? aku ingin dengar langsung dari Papa apa katanya."
"Kamu ya, udah berani pergi ke Club dan bertemu dengan sugar Daddymu itu sekarang malah mau mengganggu papamu yang sudah istirahat di jam seperti ini, ckckck hebat!" Beby Alesha terdiam membenarkan kata-kata pria itu.
Tetapi seketika ia langsung kembali bertanduk kalau Erick Bramantyo menyinggung kata Sugar Daddy, ia merasa dilecehkan.
"Kamu itu yang pria hombreng, multifungsi bisa main sama siapa saja!" tunjuk Beby pada dada bidang pria yang ada didepannya.
Ia sangat sakit hati pada setiap kata-kata pria itu yang selalu menuduhnya dengan sesuatu yang tidak pernah ia lakukan.
Erick Bramantyo mencibir lalu berucap,
"Jaga mulutmu atau aku akan membuktikan apa yang kamu katakan itu!" geram Erick Bramantyo sembari mengambil tangan Beby Alesha dan meremasnya.
"Lepaskan!" seru Beby melotot. Erick melepaskan tangan gadis itu kemudian tersenyum samar.
"Pintu rumah ini sudah terkunci, jadi tidurlah. Cari kamar yang nyaman untukmu dan temanmu itu." ujar Erick lalu meninggalkan Beby yang tampak semakin kesal.
* Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey???
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍