Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 112 BSWW


__ADS_3

Erick Bramantyo memandang berkas-berkas pekerjaan yang begitu menumpuk di mejanya dengan pandangan horor. Karena sibuk memanjakan istrinya yang sedang ngidam dan tak mau berpisah dengannya ia jadi kehilangan banyak waktu untuk bekerja.


"Ya ampun, ini karena tubuh Beby selalu jadi candu yang tak bisa aku lewatkan akhirnya kebablasan seperti ini." gumamnya pelan dengan ekspresi aneh.


Pria itu kesal dengan keteledorannya yang bukan merupakan sifatnya tetapi ia tersenyum sendiri mengingat bagaimana ia dibuat mabuk kepayang oleh istrinya itu.


Pria tampan itu tersenyum sendiri dengan perasaannya yang selalu berdebar ketika ingat istrinya. Ia seperti sedang jatuh cinta lagi pada orang yang sama setiap kali ia bangun di pagi hari.


Apalagi saat melihat wajah cantik istrinya yang selalu minta ini dan itu dan sangat manja, hilang sudah sifat wonder womannya selama ini.


Dan itulah yang disukai oleh Erick karena ia merasa dibutuhkan oleh istrinya yang selama ini selalu mandiri dan bisa melakukan apa saja.


"Ya ampun Beb," ujar Erick sembari memandang wajah istrinya yang sudah tertidur setelah kegiatan jepit menjepit yang sudah mereka lakukan di malam yang panjang itu.


Erick mengingat kembali tingkah Beby Alesha yang seperti kucing yang sangat manis saat istrinya itu menginginkan sesuatu tetapi ketika ia sedang bergumul di ranjang maka perempuan cantik itu berubah jadi kucing liar yang sangat menantang.


"Ah sayang, mana bisa aku bekerja lagi dengan normal seperti dulu," gerutu Erick dengan wajah frustasi. Dengan cepat ia meraih handphonenya dan menghubungi nomor asistennya yang selama beberapa hari ini tidak muncul di rumah maupun di perusahaan.


Tut


Tut


"Kemana kamu Jack?" tanyanya pada layar handphonenya dengan wajah kesal.


"Tidak biasanya anak itu menghilang seperti ini padahal pekerjaan sedang banyak-banyaknya," gerutunya lagi sembari melangkah ke tempat tidur. Ia sepertinya ingin melanjutkan kegiatan semalam yang bikin nagih lagi dan lagi.


"Beb," bisik Erick dikuping Istrinya yang melanjutkan tidurnya setelah sholat subuh tadi.


"Hmmmm, ngantuk mas,"


"Bangun sayang, aku pengen bertamu nih, boleh ya?"


"Kan udah semalam, nanti lagi ya, capek nih,"


"Tapi aku masih mau," Beby Alesha langsung membuka matanya kemudian tersenyum.

__ADS_1


"Kalau mau bertamu harus bawa buah tangan dong," ujar Beby Alesha sembari mengecup bibir suaminya yang begitu dekat dengan wajahnya.


"Buah tangan apa? bentar aku bikin kamu menjerit, mau?"


"Gak mau ah, semalam kan sudah, sampai suaraku serak hihihi," jawab Beby sembari tertawa kegelian karena suaminya terus menerus menyerang titik-titik sensitifnya.


"Serak apaan," ujar Erick dengan tangan bergerak dengan ritme yang sangat menggoda iman sang istri yang memang sedang sangat senang diperlakukan manja seperti itu.


Kruukk


Kruukk


"Mas, bisa ditunda dulu gak, lapar nih," ujar Beby Alesha diantara belaian lembut tangan besar suaminya.


"Gak bisa sayang, tanggung nih, boleh ya?"


"Gak boleh, nanti dedek bayinya ngamuk. Udah lapar banget mas," jawab perempuan cantik itu dengan senyum diwajahnya. Ia suka sekali kalau suaminya tampak frustasi.


"Beb, gak lama kok cuma mau bilang good morning sama dedek, boleh ya?" pinta Erick dengan pandangan memohon.


Yang ia pedulikan sekarang adalah ia harus menyapa dedek bayinya di dalam sana agar ia bisa kembali semangat bekerja lagi ini.


"Masssss aaaaakh,"


Erick Bramantyo mengecup lembut kening sang istri setelah ritual good morningnya sudah selesai.


"Mandi bareng yuk trus aku minta Jack untuk carikan kamu bibir ayam kampung yang kamu mau,"


"Beneran cuma mandi ya, gak ada bonus seperti biasa,"


"Beneran cuma mandi sayang, lagian ini juga sudah siang. Aku mau ketemu klien," ujar Erick sembari membawa tubuh istrinya ke dalam kamar mandi.


"Eh iya mas, aku juga mau ke Perusahaan hari ini. Capek tinggal di kamar kerjaannya cuma mandi dan mandi terus hahaha,"


"Ih bilangnya capek tapi minta lagi dan lagi,"

__ADS_1


"Hihihi habisnya enak sih," jawab Beby Alesha cekikikan karena sekali lagi suaminya memanjakannya di dalam bathtub.


Setelah mandi bersama mereka pun turun ke bawah untuk sarapan pagi bersama. Karena Jack Andrian belum juga mengangkat sambungan teleponnya akhirnya sarapan pagi itu tidak pakai bubur tapi nasi putih dan telur ceplok aja yang diminta oleh Beby sama pelayan di rumahnya.


"Mulai sekarang kamu sudah harus sering makan sayur sayang, bisa menambah kalsium pada bayimu nantinya." ujar Hana pada putrinya yang tidak pernah suka makan sayur.


"Gak suka Ma," jawab Beby Alesha sembari mengunyah telur ceplok dengan kecap manis sebagai topingnya.


"Erick, paksa istrimu demi kesehatan dan pertumbuhan bayi kalian juga," Hana memandang tajam pada menantunya itu yang juga sedang mengunyah menu sarapan yang sama dengan istrinya.


"Iya Ma, mungkin hari ini aku akan bawa Beby ke rumah Ibu, anak-anak disana suka bikin makanan dari berbagi jenis sayuran siapa tahu Beby berminat."


"Oh iya bagus itu, pokoknya kamu harus pantau terus makanan istrimu sehat tidak untuk bayinya?"


"Iya Ma,"


Mereka pun sarapan dengan tenang setelah itu Erick mengantar Beby Alesha ke perusahaan sedangkan dirinya berangkat ke kantor EB & Partners. Ada banyak kasus yang masuk ke Kantornya dan hampir semuanya di handle sendiri olehnya. Para customer atau pengguna jasa itu rela membayar mahal asalkan Erick Bramantyo sendiri yang menangani kasusnya dibanding pengacara lain di kantor itu.


"Kamu jangan banyak beraktivitas sayang, minta Eka untuk membantumu okey?"


"Iya mas, lagian apa sih yang akan dikerjakan oleh pimpinan kecuali tanda tangan aja hehehe," jawab Beby Alesha dengan senyum diwajahnya.


"Aku pergi ya, kita makan siang nanti di rumah Ibu, Assalamualaikum," ujar Erick kemudian mengecupnya lembut bibir Istrinya baru ia meninggalkan ruang kerja istrinya itu.


"Waalaikumussalam mas, hati-hati." ujar Beby Alesha kemudian menutup pintu ruangan kerjanya itu. Tetapi wajahnya berubah kaget karena melihat Tante Linda sedang duduk di sebuah sofa single di dalam ruangan itu.


"Tante Linda? sepagi ini udah ada di sini?" tanya Beby Alesha tak percaya dengan penglihatannya.


"Iya sayang, tadinya aku berharap kamu tidak datang dan hanya suamimu saja yang ada di ruangan ini tapi ternyata prediksiku salah." jawab Linda dengan senyum menyeringai.


Beby Alesha merasakan kejanggalan dengan senyum tantenya itu. Dengan cepat ia menghubungi Eka agar segera ke ruangannya sekarang. Ia mencurigai ada hal buruk yang ingin dilakukan oleh tantenya itu padanya.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2