Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 110 BSWW


__ADS_3

Linda melangkahkan kakinya dengan terburu-buru ke dalam rumah kediaman Ibrahim. Sesampainya ia di dalam rumah itu, ia langsung berniat ke arah tangga untuk menemui Beby Alesha sang ponakan.


"Lin, mau kemana?" tanya Ibrahim pada adik perempuannya itu.


"Kak Ibra, bagaimana kabarnya Beby?" tanyanya dengan wajah penuh kekhawatiran. Ibrahim dan Hana saling bertatapan.


"Memangnya ada apa dengan Beby, Lin?" tanya Ibrahim lagi sembari mendekati perempuan yang pernah berniat menggoda menantunya itu.


"Aku baru saja lihat postingan teman-teman, katanya Beby Alesha mengalami kecelakaan di sebuah pesta nikahan sampai harus dibawa ke Rumah Sakit," jelas Linda sembari memperlihatkan sebuah video dimana Erick Bramantyo sedang menggendong tubuh Beby Alesha karena mengalami kecelakaan dan tidak sadarkan diri.


"Oh yang itu, Beby cuma dapat kecelakaan yang bagus kok, kamu tidak perlu khawatir." jawab Hana tersenyum lebar.


"Kecelakaan yang bagus? memangnya ada kecelakaan yang seperti itu kak?"


"Iya, Beby lagi hamil jadi lagi kurang sehat dan akhirnya pingsan," jawab Hana masih dengan senyum gembira diwajahnya.


"Oooh gitu ya, tapi aku tetap mau lihat Beby kak," ujar Linda dan memaksa ingin ke atas di lantai dimana kamar Beby Alesha dan suaminya berada tetapi tangannya ditarik oleh Ibrahim.


"Kamu duduk disana dulu, minum atau makan-makan dengan santai. Jangan ganggu mereka. Beby harus banyak istirahat." Ibrahim mengajak dengan paksa adiknya itu ke meja makan dimana sudah banyak menu tersedia di sana.


"Tapi kak, aku kan hanya ingin bertemu dengan ponakan kesayanganku itu," ujar Linda dengan masih mengarahkan matanya pada tangga itu.


Mulutnya mengatakan ingin bertemu dengan Beby Alesha sang ponakan padahal sebenarnya ia sangat ingin melihat wajah Erick Bramantyo yang tampan.


Syukur-syukur kalau ia bisa melihat keadaan suami Beby itu jika sedang berada di dalam kamar pasti akan ada pemandangan yang bisa membuat hatinya akan sangat bahagia.


"Sudah Lin dengarkan aku. Tunggu mereka turun dari kamar, baru kemudian kamu bisa menemuinya." titah Ibrahim yang tidak ingin dibantah. Meskipun ia sendiri tidak tahu kapan pasangan itu keluar dari kamarnya.


"Hem, baiklah," Linda akhirnya mengalah meskipun ia sangat kecewa.


Sementara itu di dalam kamar, Beby Alesha masih saja mengusel-usel kepalanya kedada bidang suaminya. Setiap saat hanya itu yang ia lakukan saat rasa mual dan pusing datang melanda.

__ADS_1


"Mas, kamu gak bosan kan, kalau aku gak biarkan kamu keluar kamar?" tanya Beby Alesha dengan manja. Sejak beberapa hari ini ia benar-benar tak membiarkan suaminya keluar kamar kecuali ada hal yang sangat mendesak yang harus di kerjakan oleh Erick.


Sekali-kali ia mencium dada bidang itu dengan kecupan-kecupan lembut hingga suaminya ingin menerkamnya saat itu juga.


Tetapi sayangnya perempuan hamil itu tidak pernah mau dikunjungi. Ia hanya mau seperti itu sepanjang waktu hingga suaminya kadang kesal dan frustasi setengah mati.


"Mas kamu belum jawab pertanyaan aku. Kamu gak bosan kan sama aku?" Ia mengulangi pertanyaannya sembari menggambar lukisan abstrak di dada dan perut kotak-kotak suaminya hingga Erick merasa geli. Jari-jarinya yang lentik begitu bebas menari diatas daging yang cukup alot itu.


"Bosan sih sebenarnya," jawab Erick santai yang langsung membuat tangan istrinya itu berhenti bergerak.


"Kalau gitu sana keluar saja dan gak usah tinggal di sini," ujar Beby kemudian berusaha untuk bangun dari posisinya. Ia tiba-tiba merasa kesal dengan jawaban suaminya itu. Karena bukan jawaban itu yang ia inginkan.


"Beb sayangku, aku belum selesai ngomongnya," ujar Erick sembari menarik kembali tubuh istrinya yang hanya memakai underwear yang cukup menggoda imannya itu.


"Gak mau, kalau mas gak mau keluar aku saja yang nginap di rumah ibu biar kita gak ketemu," rajuk Beby yang merasakan perasaannya tiba-tiba jadi sangat buruk.


"Sayang, bukan begitu maksud aku. Sini deh peluk aku lagi." bujuk Erick dengan sabar. Mana tahan ia kalau harus merasakan berjauhan dengan istrinya lagi. Hubungan yang baru mesra sekitar 2 bulan ini.


"Beb sayangku, maksud aku tidak seperti itu." bujuk Erick lagi sembari memeluk tubuh istrinya yang sangat menggoda itu.


"Keluar aja mas, kan katanya bosan, hiks." Erick semakin bingung dengan keadaan istrinya yang justru menangis hanya karena ia mengatakan hal itu.


"Beb, plis sayang. Aku tadi itu salah ngomong, ayolah jangan nangis ya," bujuk Erick sembari menciumi tengkuk istrinya.


"Udah lepaskan," sentak Beby berusaha memberontak dari pelukan suaminya. Perempuan cantik itu tidak tahu, kenapa ia jadi merasa sangat lebay dan manja.


Ia gampang sekali tersinggung jika suaminya mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya.


Erick akhirnya mengalah. Ia melepaskan pelukannya dan membiarkan istrinya itu turun dari ranjang.


"Mau kemana sayang?" tanya Erick saat melihat istrinya mengambil pakaiannya dan bersiap untuk keluar kamar.

__ADS_1


"Katanya bosan, jadi aku juga bosan sama mas," jawab Beby Alesha kemudian meninggalkan suaminya yang nampak kebingungan. Pria itu tidak tahu harus berbuat apa. Mood istrinya terlalu cepat berubah, sebentar sangat manis dan manja detik berikutnya berubah jadi macan yang siap menerkam.


Erick segera mengambil juga pakaiannya dan dengan cepat menyusul istrinya ke bawah.


"Nah itu Beby, kamu udah sehat sayang?" tanya Linda dengan wajah dibuat seceria mungkin dengan mata mencari sosok suami keponakannya itu.


"Tante Lin, udah lama datangnya?" tanya Beby balik tanya tanpa menjawab pertanyaan tantenya itu.


"Udah lama juga sih, habisnya Papamu tidak izinkan tante menemuimu di kamar. Padahal kan Tante khawatir sekali sama kamu sayang," Linda berdiri dari duduknya dan mendekati Beby yang sudah menarik kursi di meja makan itu. Perempuan ganjen itu memeluk Beby berusaha mencari aroma suami keponakannya itu.


"Tante, ngapain sih peluk-peluk begini, lebay banget," gerutu Beby yang merasa sangat tidak nyaman dengan tingkah Tantenya. Ia sebenarnya tahu betul kalau Tantenya ini ada rasa sama suaminya cuma ia berusaha untuk tidak peduli.


"Tante kan rindu sama kamu sayang," jawab Linda dengan senyum termanisnya. Apalagi ia sudah melihat kalau Erick sudah mulai bergabung di meja makan itu.


"Halo Erick, apa kabar?" tanya Linda berbasa-basi.


"Baik Tante," jawab Erick singkat kemudian disamping istrinya yang masih nampak kesal padanya.


"Ih calon Mama sama Papa kok pada jutek begitu sih, kurang anu ya?" tanyanya dengan wajah yang semakin menyebalkan bagi keduanya.


"Linda! jangan gangguin calon ibu yang lagi ngidam ya, nanti kamu kena terkam hehehehe," ujar Hana yang tahu betul kondisi psikologis putrinya yang kadang berubah akibat hormon kehamilan.. Perempuan paruh baya itu tertawa cekikikan karena Beby Alesha langsung memberi tatapan membunuh pada Tantenya.


"Ih kok serem banget sih, mau dong diterkam tapi sama calon papanya aja," ujarnya dengan senyum menggoda pada Erick.


"Tante Lin, kalau masih mau hidup silahkan keluar dari rumah ini!" geram Beby Alesha sembari mengangkat dua buah garpu ditangannya.


*Tobe continued


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2