
Beby Alesha atau Boy memasuki sebuah ruangan khusus tes ketahanan fisik itu dengan sikap waspada.
Namanya yang dipanggil sebagai peserta terakhir membuatnya banyak tahu apa yang harus dipersiapkan saat berada di ruangan khusus ini.
Ruangan yang baru disulap disebuah gudang di basemen Perusahaan besar itu.
Dari beberapa OG dan OB yang sudah masuk tes ini terlebih dahulu bercerita kalau di dalam sana ada banyak kejutan dan juga hal yang tak terduga.
Ruangan itu sepi dan nampak horor. Dalam hati Beby Alesha tersenyum, ia sangat suka tantangan seperti ini dan ia bersyukur tidak lolos dalam tes tulis tadi hingga ia bisa menguji fisik dan nyalinya di tempat ini.
Pandangannya begitu awas dan waspada. Hingga tiba-tiba ia mendapatkan serangan dari arah depannya. Ia begitu kaget dan langsung mundur beberapa langkah ke belakang.
Sebuah tendangan dari seorang pria tinggi dan tegap sedang memakai penutup wajah berhasil ia hindari.
Dash
Kembali pria itu menyerang dengan tangan kanannya yang berhasil ditangkis oleh Beby Alesha.
Bugh
Beby Alesha berhasil memberi satu tendangan pada kaki sebelah kanan penyerang misterius itu dengan gerakan memutar andalannya. Dalam hati ia tersenyum senang.
"Aaaaakh," pria itu mengerang tertahan. Sekali lagi ia menyerang bagian dada tetapi berhasil ditangkis dengan baik oleh lawannya.
Rupanya dengan ikut tes ini ia bisa melampiaskan kekesalannya pada Erick Bramantyo dengan cara seperti ini.
Dash
Kyaaat
Ia kembali menangkis serangan demi serangan pria itu pada tubuhnya hingga ia terdesak dan membuat tubuhnya hilang keseimbangan.
Untuk sepersekian detik ia merasa akan jatuh terjengkang ke lantai ubin di ruangan itu tetapi dengan cepat pria penyerang itu menggapainya dan meraih pinggangnya hingga ia berpegangan di bahu lebar pria asing itu dengan sangat erat.
Dadanya berdebar tak karuan karena kaget dan juga nervous. Ia tak pernah sedekat ini dengan pria manapun sampai ia bisa menghirup aroma parfum dari pria asing itu.
Tanpa sadar posisi mereka begitu sangat tak berjarak.
Dalam periode waktu yang begitu singkat dan cepat deru nafas mereka terasa begitu dekat dan bisa mereka rasakan bersama.
Bahkan bibir mereka berdua hampir saja bersentuhan.
Beby Alesha tersadar dengan posisi yang begitu intim tersebut. Dengan cepat ia melepaskan diri dan mengatur kuda-kuda untuk kembali menyerang pria itu.
__ADS_1
Bugh
Dash
Tangannya menyerang dan berhasil ditangkap dengan baik oleh sipria asing dan justru berhasil memutar lengannya ke belakang.
Dengan posisi Beby Alesha yang sangat lemah itu tubuhnya dipeluk oleh tangan kekar itu dengan gerakan tangan memutar.
"Awwww," teriak Beby Alesha kesakitan, lawannya menekan sekali lagi dengan niat melumpuhkannya. "Awww aaaakh," Beby Alesha merasakan tangan akan patah.
"Give up," ujarnya dengan nafas tersengal-sengal. Sipenyerang hanya tersenyum samar kemudian meninggalkan Perempuan Office Boy itu dengan dada berdebar tak karuan.
Ya pria asing itu adalah Erick Bramantyo. Pria itu sudah lama sekali ingin menguji kehebatan wonder womannya yang sangat spesial dihatinya itu.
Dan ternyata istrinya benar-benar bisa diandalkan tetapi sayangnya ia tak berniat meloloskan ratu yang ada di dalam hatinya itu menjadi security. Itu terlalu riskan untuk seorang perempuan.
Ia tak rela itu terjadi, hanya dia saja yang bisa bergulat dengannya meskipun ia harus babak belur untuk itu semua.
🍁
"Gimana Boy?" tanya Eka saat sahabatnya keluar dari ruangan khusus itu.
"Aku kalah, dan kayaknya gak bakalan lulus deh, lihat tanganku diplintir begini, sakit." jawab Beby Alesha mengernyit.
"Memangnya kamu ngapain aja di dalam?" tanya Anny ikut khawatir. Ia segera memeriksa tangan sahabatnya itu dengan wajah panik.
"Iya sih, udah lama gak turun gunung, Hahaha," Eka tertawa sendiri dengan ucapannya.
"Aku kasih minyak ya, supaya gak bengkak." tawar Eka sembari menuju ke lemari P3K yang ada di ruangan istrirahat para OB dan OG.
Saat Office Girl itu sudah akan membuka lengan baju yang dipakai oleh Beby Alesha, tiba-tiba saja seorang karyawan meminta agar Boy atau Beby menghadap wakil Presiden Direktur saat itu juga.
"Nanti kita obati ya, aku menghadap dulu mungkin udah ada pengumumannya." ujar Beby sembari berdiri.
"Eh, lenganmu itu akan membiru lho kalau lama gak dikasih minyak,"
"Gak apa-apa cuma sebentar kok, tunggu ya, aku segera kembali." Eka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya bingung.
"Beby itu aneh ya, kenapa pula coba dia ikut-ikutan jadi OB kayak kita, secara kan dia yang punya perusahaan ini, ia bisa saja memilih mau dapat posisi apa di tempat ini tanpa harus bersusah-susah seperti sekarang ini."
"Iya juga sih, tapi kan sebenarnya ia cuma mau nemenin kita aja atau mungkin ia punya niat tersembunyi ya?"
"Ah sudahlah, yang penting kita sudah lulus dan besok udah gak perlu lagi jadi Office Girl. Alhamdulillah, ini berkat pak Erick deh, pengen berterima kasih pada beliau." ujar Eka dengan senyum diwajahnya.
__ADS_1
Sementara itu Beby Alesha atau Boy yang hampir saja masuk ke Ruangan Erick Bramantyo sang suami langsung dicegat oleh Gendhis.
"Mau kemana Boy?"
"Ke dalam mbak,"
"Untuk apa?" Beby Alesha hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu.
"Aku tunggu kamu di sini, Aku mau dengar penjelasanmu kenapa kamu samasekali tidak menjawab soal-soal itu, padahal aku sudah susah payah mendapatkan kunci jawaban itu." ujar Gendhis dengan raut wajah kesal.
Padahal ia sudah menghayalkan kalau status Boy bukan lagi OB, maka ia akan memperkenalkan pria itu pada orangtuanya sebagai calon suaminya.
"Saya kedalam ya mbak," ujar Beby Alesha dan langsung meninggalkan sekretaris itu yang masih memasang wajah kesal.
"Duduk Boy," ujar Erick Bramantyo saat Office Boy itu sudah berada dihadapannya.
"Iya Pak,"
"Aku heran kenapa kamu samasekali tidak menjawab soal-soal itu, apa kamu tidak tahu membaca atau ada niat lain?"
Beby Alesha tidak menjawab. Ia hanya menunduk. Ia malas merubah suaranya menjadi pria.
"Apa ada yang luka saat tes ketahanan fisik tadi?" tanya Erick Bramantyo dengan penuh perhatian. Ia bahkan duduk disamping Office Boy itu dengan jarak yang cukup dekat.
"Eh?" Beby Alesha melongo tak percaya. Kesimpulannya benar-benar sudah pasti bahwa pria ini menyukainya sebagai pria.
"Tidak Pak, aku baik-baik saja," jawabnya sembari menggeser duduknya semakin ke pinggir.
"Olesi minyak ini ditanganmu agar tidak membengkak," Erick menyodorkan sebuah minyak tawon asli kepada Office Boy itu. Sekali lagi Beby Alesha melongo.
Eh kok dia tahu kalau tanganku terluka? jangan-jangan dia?
Dengan cepat Boy melompat ke arah Erick Bramantyo dan meletakkan wajahnya di dada bidang pria itu dan menghirup wanginya.
Deg
Kedua orang itu merasakan dada mereka berdua berdebar hebat.
Parfum ini sama dengan yang tadi dipakai oleh pria asing ini.
Jangan-jangan???
*Tobe continued
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍