
Randy melangkah mendekati Jack Andrian yang sedang duduk di atas ranjang rumah sakit. Pria itu kemudian meraih tangannya.
"Aku minta maaf padamu karena telah membuat kamu berpisah dengan Eka," ujar Randy sembari memandang wajah gadis yang pernah ia inginkan menjadi istrinya itu.
Eka hanya menunduk untuk menantikan apa yang akan dikatakan oleh pria itu selanjutnya.
"Apa maksudmu sebenarnya? jangan membuat aku semakin bingung." ujar Jack Andrian sembari menatap Randy dan Eka bergantian.
"Akulah ayah dari bayi yang dilahirkan Jihan. Dan aku minta padamu talak Jihan sekarang juga agar aku bisa segara menikahinya." mata Jack Andrian melotot tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Kamu serius dengan yang kamu katakan?" tanya pria itu sembari menegakkan punggungnya.
"Iya Jack, akulah yang..." belum selesai Randy menjelaskan semuanya ia sudah mendapat hadiah dari tangan suami Jihan yang sah.
Bugh
Bugh
"Hentikan Jack!" teriak Kartika dan juga Santi. Kedua perempuan paruh baya itu segera berlari ke arah mereka berdua dan segera menolong Randy.
"Itu untuk laki-laki pecundang sepertimu! harusnya kamu mencari Jihan saat itu brengsek dan bertanggung jawab!" teriak Jack dengan sangat marah.
Tangannya mengepal kuat masih ingin memberikan satu pelajaran yang sangat berharga pada pria pecundang itu.
"Kak, kita harusnya bersyukur karena Randy mau bertanggungjawab," ujar Eka sembari mengelus lembut lengan pria itu agar bisa mengontrol emosinya.
"Tapi bagaimana dengan nama baik keluarga yang sudah rusak. Aku dikatakan menghamili sepupu sendiri," ujar Jack Andrian masih dengan emosi diwajahnya.
"Maafkan aku. Waktu itu aku pikir itu hanya one night stand saja dan tidak mungkin berakibat fatal seperti ini."
"Brengsek kamu!" Jack kembali ingin melayangkan pukulan pada pria itu tetapi segera ditahan oleh Eka.
"Kak hentikan! jangan sampai kamu semakin membuka aib keluargamu sendiri. Sudah cukup!" teriak Eka dengan lantang. Gadis itu memandang Jack dengan tajam.
"Aku kesal sama kamu kak. Kamu semakin egois," ujar Eka dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Astaga Eka, kamu kok marah sama aku? Randy yang berbuat salah kenapa kamu malah seolah-olah aku yang salah?" Jack melepaskan pegangan Eka pada tangannya kemudian berdiri dari duduknya.
"Itu karena kakak tidak bisa menerima penjelasan orang dengan kepala dingin. Kakak pakai kekerasan," jawab Eka dengan suara bergetar menahan kekesalannya. Jack Andrian hanya menatap gadis itu sekilas kemudian melepaskan jarum infusnya.
Pria itu melangkah keluar meninggalkan kamarnya tanpa menoleh lagi.
"Kak, mau kemana?" teriak Eka sembari memburu pria itu. Semua orang yang ada di dalam ruangan mengikuti langkah pria itu yang ternyata menuju kamar Jihan dirawat.
"Jihan binti Abdul Aziz, aku menceraikanmu!" ujar Jack Andrian saat ia baru masuk ke ruang perawatan istri sekaligus sepupunya itu.
Jihan tersentak kaget dengan satu kalimat yang diucapkan oleh Jack Andrian suaminya. Meskipun ia tahu kalau ini harus terjadi tetapi entah kenapa hatinya tetaplah sangat sakit.
Perempuan itu tanpa sadar menitikkan air matanya kemudian tersenyum tipis pada pria yang sangat ia cintai itu.
"Terimakasih banyak kak Jack atas kebaikanmu selama ini. Dan maafkan aku yang sudah menjadi bebanmu dan ikut menanggung aibku," ujarnya sembari menyusut airmatanya. Sinta dan Kartika yang ikut menyaksikan hal itu menghambur ke arah anak dan keponakan mereka berdua itu.
Eka dan Randy hanya bisa saling bertatapan dengan ekspresi yang tidak terbaca.
"Terimakasih banyak Jack atas semuanya," ujar Randy kemudian melangkah kearah Jihan yang menangis sesenggukan. Eka yang juga ingin menghampiri keempat orang itu langsung ditarik tangannya oleh Jack Andrian.
"Kamu mau kemana Hem?" tanya Jack dengan tatapan tajam.
"Akulah yang seharusnya kamu hibur. Kamu sungguh tidak punya perasaan samasekali." ujar Jack kemudian menarik tangannya untuk keluar dari kamar perawatan itu.
"Insyaallah, aku akan nikahi Jihan secepatnya ibu." ujar Randy sembari menatap Sinta dan Kartika bergantian.
"Itulah yang kami harapkan nak, gantilah kesedihan dan penderitaan putriku dengan kebahagiaan,"
"Iya ibu, besok saat Jihan sudah keluar dari Rumah Sakit, aku akan melamar putrimu dengan layak. Sesuatu yang seharusnya aku lakukan sejak dulu ibu," jawab Randy kemudian mengelus lembut pipi merah baby boynya. Ia berjanji akan mencintai perempuan cantik itu dan melupakan Eka Setiawati.
Sementara itu di dalam kamar perawatan Jack Andrian. Pria itu menatap wajah Eka sang gadis pujaan dengan tatapan intens.
"Maukah kamu menikah denganku Eka?" tanya Jack sembari meraih tangan gadis itu dan mengecupnya lembut.
"Tidak." jawab Eka singkat dan langsung membuat wajah pria itu mengeras sempurna. Ia lantas melepaskan tangan gadis itu dan kembali ke ranjangnya.
__ADS_1
"Ih ngambek kayak anak kecil," goda Eka dengan tangan menyentuh wajah yang berubah datar sedatar tembok itu. Jack tidak menjawab.
"Hey, lihat aku kak. Aku kan belum lengkap jawabannya." jelas Eka tersenyum tetapi pria itu sudah terlanjur kesal. Perasaannya selalu dipermainkan oleh Eka dan ia sangat tidak suka.
Jack Andrian bertahan untuk tidak bergerak dan hanya menatap dinding putih dihadapannya. Eka akhirnya duduk menjauh dari pria itu dan ikut menatap dinding yang sama.
"Tahukah kamu kak Jack? Aku tidak tahu kenapa aku bisa suka sama kamu, padahal bukan cuma kamu laki-laki tampan yang ada di dunia ini." bibir Jack berkedut ingin tersenyum tetapi ia berusaha tetap cool dan jaga image.
"Dan juga bukan cuma kamu yang bersikap menjengkelkan dan mengesalkan seperti ini."
"Tahu gak? kalau readers saja ingin aku move on dan menerima cinta yang lain. Tetapi sayangnya aku belum kuat untuk melakukan itu."
"Dan jika seandainya kamu masih bertahan menjengkelkan seperti ini, maka mulai saat ini aku akan membujuk othor agar menghadirkan sosok cowok yang lebih baik darimu."
"Karena kenapa? karena aku juga sudah bosan denganmu Jack Andrian," jelas Eka dengan mengalihkan pandangan ke arah pria dingin yang juga sedang menatapnya itu.
Jack Andrian mulai tersenyum mendengar kata-kata Eka yang cukup mengganggu pendengarannya. Dengan cepat ia melompat ke arah Eka dan meraihnya kedalam pelukannya.
"Jadi kamu bosan padaku Hem? kamu ingin mencari pria lain? kalau begitu pergilah tinggalkan aku," ujar pria itu bagaikan gumaman. Ia semakin mengeratkan pelukannya pada Eka dan mulai mengendus leher gadis itu.
"Hey lepaskan aku kakJack, aku akan benar-benar pergi darimu kalau kamu berani melepaskan aku," ujar Eka pelan sembari menutup matanya merasakan sensasi lain dari sentuhan lembut pria itu padanya.
"Pergilah tetapi kamu tidak akan aku lepaskan sayang," geram pria itu kemudian mengigit leher jenjang gadis itu dengan lembut dan menghisapnya bagai seorang vampir yang sedang haus darah.
Kaki Eka meluber. Ia tak sanggup menopang tubuhnya lagi yang seakan berubah menjadi jelly.
Jack Andrian merasa kalau ia sudah bertindak diluar batas. Pria itu lalu melepaskan cengkeramannya pada tubuh sang kekasih dan segera membawanya ke ranjangnya.
"Tidurlah, aku akan mencari udara dingin diluar." ujar Jack dengan tatapan tak biasa.
"Kak," Eka menarik tangan pria itu untuk tetap tinggal bersamanya.
"Maafkan aku sayang, aku takut merusakmu.Tidurlah." ujar Jack dengan dada berdebar keras. Ia segera melepaskan tangan gadis itu dan keluar dari sana. Dan berjanji, besok ia akan menikahi gadis itu.
*Tobe continued
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍