
Setelah berbasa-basi sekedarnya. Para Rangers dan suaminya pun keluar dari area Rumah Sakit. Mereka berencana ke sebuah restoran untuk makan siang bersama.
"Mohon maaf ya, aku gak ikut kalian. Aku perlu pulang dulu karena kondisi aku sangat tidak memungkinkan," ujar Eka dengan hati tak nyaman. Semua orang paham akan keadaan gadis itu yang pastinya butuh istirahat yang cukup karena semalaman ia menunggui Jack Andrian.
"Iya Ek, kami ngerti kok. Kamu istirahat ya," ujar Beby Alesha sembari memberikan kunci mobilnya pada sahabatnya itu karena ia akan ikut dimobil Erick suaminya.
"Makasih banyak Beb, dan kalian semua."
"Sahabat selamanya yes, gak ada kata sungkan, okey?" ujar Hany kemudian memeluk tubuh yang agak kurusan itu. Begitu banyak masalah yang dialami oleh salah satu anggota Rangers Dewaani itu.
"Aku bersyukur punya sahabat seperti kalian. Terimakasih." ujar Eka lagi sembari menyusut airmatanya.
"Ya ampun kok nangis lagi sih? apa kita harus bertarung dulu Ek supaya kamu tersenyum, hah?" tanya Ratna sembari memukul pelan bahu Eka. Ia tidak suka melihat air mata yang selalu menemani hari-hari sahabatnya itu.
"Maaf-maaf. Aku tidak tahu apa stok airmataku emang terlalu banyak ya?"
"Udah cepat kamu pulang, baumu asem sekali. Mandi dan tidur terus ngemil sambil nonton film action pasti mood kamu kembali baik." ujar Beby kemudian mendorong tubuh Eka untuk memasuki mobilnya.
"Daaah Eka, hati-hati nyetirnya soalnya mobilku itu mobil baru lho," ujar Beby Alesha sembari melambaikan tangannya.
"Iya bawel. But thanks Beb," balas gadis itu tersenyum sembari menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan sahabat-sahabatnya di depan parkiran Rumah Sakit.
"Ya Allah, semoga Eka dan Jack cepat menikah. Aku greget sama mereka berdua," ujar Anny kemudian menuju mobil suaminya dimana Fadhil Akifah sudah lama menunggunya di sana.
"Kita berangkat sekarang?" tanya sang suami saat Anny sudah duduk manis di sampingnya.
"Iya mas, aku udah lapar banget nih," jawab Anny sembari mengelus perutnya yang sudah berisi itu.
"Sabar ya dedek, kita baru mau cari makan nih," ujar Fadhil Akifah dengan tangan meraba lembut perut istrinya.
"Ayo mas, kita jalan. Tuh mereka sudah pada berangkat." Anny memandang ke depan sembari menunjuk dengan dagunya.
__ADS_1
"Siap sayangku!" Fadhil Akifah pun melajukan mobilnya mengikuti mobil Erick Bramantyo yang memimpin acara jalan-jalan itu
🍁
"Mas Roy," panggil Ratna saat mereka sedang dalam perjalanan menuju ke Restoran tempat mereka akan makan siang bersama.
"Kenapa Na?" tanya Royco tanpa mengalihkan pandangannya ke arah jalanan yang cukup macet di hadapannya.
"Kalau aku tidak bisa memberikan mas anak, apa mas akan mencari perempuan lain?" tanya Ratna yang langsung membuat suaminya menghentikan mobilnya mendadak. Dan alhasil langsung mendapatkan teriakan dari pengguna jalan di belakangnya.
"Kok kamu mikir kesana sih Na, aku gak suka lho kalau kamu berkata seperti itu." jawab Royco kemudian melajukan kembali kendaraannya.
"Siapa tahu kan mas pengen banget punya anak dan aku tidak bisa memberikannya," timpal Ratna sembari membuang pandangannya ke luar jendela.
"Astagfirullah, kamu kenapa sih. Kamu meragukan perasaan aku padamu ya? kamu belum percaya juga kalau aku mencintaimu Na?" Ratna hanya bisa diam. Entah kenapa perasaannya jadi terganggu mendengar kabar kalau Anny sudah hamil dan ia belum juga diberikan kesempatan untuk merasakannya.
"Tujuan orang menikah salah satunya adalah untuk mendapatkan keturunan Na, tapi bukan berarti itulah satu-satunya." Royco menelan ludahnya yang tiba-tiba terasa pahit. Ia pernah menikah dengan Sasa cukup lama dan juga belum diberikan keturunan dan akhirnya berpisah.
Bohong kalau ia tidak menginginkan keturunan tetapi kalau ia belum juga diberikan kesempatan, maka ia bisa apa.
"Tapi mas, mamamu yang selalu menanyakan itu padaku," ujar Ratna dengan suara tercekat. Ia tidak tahu kenapa jadi sangat sensitif seperti ini padahal ia selalu ingin mengabaikan pertanyaan ibu mertuanya.
"Jangan dipikirkan Na, itu cuma basa-basi Mama saja."
"Bagaimana mungkin aku tidak pikirkan mas, kita sudah berapa bulan menikah dan aku belum juga ada tanda-tanda hamil," Ratna merasakan suaranya bergetar menahan rasa sedih yang merambat dalam hatinya.
"Ya Allah Na, kita belum cukup satu tahun menikah sayang, perjalanan kita masih panjang. Yang penting kita sudah berusaha."
"Tapi mas, mama kamu pengen cucu hiks," Ratna tidak bisa lagi menahan airmata yang sudah memaksa untuk keluar dari pelupuk matanya.
"Carilah perempuan lain mas,"
__ADS_1
"Ratna!" sekali lagi Royco menghentikan mobilnya mendadak. Dan untungnya jalanan sedang sepi sehingga tidak ada di belakang sana yang keberatan dengan caranya mengemudi.
"Apa yang kamu pikirkan hah! kalau aku yang tidak bisa memberikan kamu anak, apa kamu yang mau menikah lagi dan meninggalkan aku Na?" tanya Royco sembari menggenggam setirnya dengan keras. Nampak sekali kalau ia sangat emosi saat ini.
"Mas, Lihat Jalanan. Restorannya hampir lewat," tegur Ratna pada suaminya untuk mengingatkan.
"Aku jadi malas ikut makan bersama kalau kamu seperti ini," ujar Royco menggerutu karena kesal dengan istrinya. Ratna hanya diam saja. Ia tahu kalau ia salah. Tetapi hati kecilnya juga merasa kalau apa yang ditakutkannya mungkin saja terjadi.
Mereka berdua pun sampai di Restoran yang dimaksud oleh Erick Bramantyo. Sebuah restoran baru yang merupakan milik dari klien baru sang pengacara.
Royco turun dari mobil dan membukakan pintu untuk istrinya. Meskipun ia masih sangat kesal tetapi ia berusaha untuk diam saja. Ia berharap perempuan yang sangat dicintainya itu tidak lagi membahas tentang anak.
"Hey kalian kok lama sekali sih sampainya, pacaran dulu ya?" tanya Hany saat melihat Ratna dan Royco baru bergabung di meja mereka. Royco hanya tersenyum tipis kemudian menarik kursi untuk istrinya. Dan ia juga duduk dengan tenang.
"Tumben nih pada diam-diam, kena tilang polisi ya dijalan?" tanya Yudhistira berbasa-basi. Royco kembali tersenyum tipis.
"Udah pada pesan belum?" tanya Royco berusaha mencari topik pembicaraan lain. Ia tak mau teman-temannya mengetahui permasalahannya dengan Ratna.
"Udah dong, tinggal kalian. Mau pesan apa?" jawab Fadhil Akifah sembari menggenggam tangan istrinya.
"Na, kamu mau makan apa?" tanya Royco pada istrinya.
"Ada rujak buah gak mas?" Ratna balik bertanya pada suaminya.
"Lho sejak kapan kamu makan siang dengan rujak buah?" tanya Royco lagi.
"Eh gak ada ya? padahal aku mau banget," jawab Ratna dan membuat semua orang menatapnya dengan pandangan tanya.
"Kamu ngidam kali Rat?" timpal Anny tiba-tiba. Karena ia juga sangat menginginkan rujak buah saat ini.
*Tobe continued
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍