
Setelah membuat sebuah perjanjian pernikahan yang super aneh dan konyol, Beby Alesha dan juga Erick Bramantyo menuju ke Hotel Bintang 5 untuk melanjutkan acara selanjutnya.
"Pak Erick, kamu tega banget sih," ujar Fanta Ricola saat gadis itu menyalami pasangan pengantin itu diatas pelaminan.
Fanta Ricola bahkan ingin memeluk dan ingin memberikan ciuman pipi kiri dan kanan pada pengantin pria idolanya itu.
Beby Alesha langsung memutar bola matanya malas melihat adegan tersebut. Hal seperti inilah yang ingin ia hindari dalam hidupnya. Drama pertemuan dengan mantan di sebuah Pelaminan.
"Fanta, jaga sikapmu!" geram Erick kesal. Gadis itu langsung tersenyum kecut karena cukup dipermalukan di depan semua keluarga Beby Alesha Ibrahim yang pernah magang di kantornya sendiri.
"Selamat ya Beby Alesha Ibrahim. Semoga kalian bahagia selamanya." Do'anya dengan wajah yang sangat tak iklhas.
"Aamiin," jawab Ibu Ratih yang sedang berdiri disamping putranya.
"Terimakasih nak, semoga doamu diijabah oleh Allah SWT."
"Silahkan nikmati suguhan dari keluarga kami." lanjut ibu Ratih dengan senyum diwajahnya.
"Dan jangan lupa, nikmati pestanya."
"Iya tante," jawab Fanta Ricola dengan wajah malu, kemudian berlalu dari hadapan pasangan pengantin itu dan juga keluarganya.
"Itu salah satu semut merah yang akan dengan senang hati menggigitmu kalau kamu belum menikah." bisik Ratih dengan pandangan mata ke arah Erick sang putra.
"Sekarang aku sudah menikah Bu, ia tak akan berani lagi mendekat," jawab Erick tanpa mengalihkan pandangannya dari depan.
"Ibu harap pernikahanmu ini langgeng dan bahagia nak, ingat pesan ibu ini."
"Iya Ibu."
Sementara itu Beby Alesha sedang memasang wajah cemberut hingga Hanna merasa tak enak hati dengan penampilan putrinya itu.
"Beb, pasang senyum yang manis sayang, gak enak tuh dilihat para tamu." bisik Hanna pada putrinya yang sejak duduk di pelaminan tak pernah memperlihatkan wajah senang. Beby hanya diam.
"Senyum dong, jangan sampai para tamu mengira ini adalah pernikahan terpaksa sayang," lanjut Hanna masih dengan suara pelan.
"Ini kan memang pernikahan terpaksa Ma, dan Mama sama Papa harus kasih aku penjelasan!" ujar Beby dengan emosi diwajahnya.
"Ya ampun Beb, ini bukan rencana mama sayang,"
__ADS_1
"Lalu rencana siapa Ma?"
"Rencana Tuhan sayang," jawab Hanna singkat sembari membalas salam dari tamu yang baru saja tiba di pelaminan itu.
Grrrrrr
"Mama?!" Beby semakin gregetan dibuatnya dan Hanna pura-pura tidak merasa bersalah dengan semua ini.
Sementara itu di bawah sana, anggota Rangers Dewaani benar-benar menikmati pesta itu.
Mereka berusaha menghindari tatapan mata dari pengantin wanita diatas pelaminan yang merasa jadi tahanan tak bisa berbuat banyak.
"Usahakan jangan lihat Beby," ujar Eka berbisik pada anggota Rangers yang lainnya.
"Iya, kita cari kesibukan aja supaya ia tidak merasa dikasihani." jawab Hany dengan menarik tangan teman-temannya ke spot yang tidak nampak dari atas pelaminan.
Mereka semua tahu bagaimana bencinya Beby pada pria yang sekarang menjadi suaminya itu. Tapi apa boleh buat takdir sudah tidak bisa diubah. Ijab kabul sudah terjadi dan mereka berdua sudah sah menjadi suami istri.
"Kita harus buat pengantin baru itu tidak bahagia Ma," ujar seorang pria dari balik dinding di dalam ball room hotel itu.
Hany langsung merinding dengan apa yang ia dengar.
"Iya sayang, kamu yang sabar ya, Beby pasti akan menjadi istrimu sebelum anak yatim itu menyentuhnya." hibur seorang perempuan cantik yang ternyata ibu dari pria itu.
Para Rangers terus menguping dengan hati-hati sampai Anny tiba-tiba berteriak karena matanya sedang tertuju pada pelaminan dan melihat sebuah insiden yang sangat menarik perhatiannya
"Astagfirullah!" teriak Anny dengan suara yang cempreng.
"Sssst!"
"Ya Allah!" lanjutnya lagi dengan mata melotot tak percaya.
"Kamu kenapa sih Ann?" tanya Hany dengan kesal. Suaranya dibuat sepelan mungkin agar target yang sedang merencanakan hal buruk untuk pengantin baru itu tidak terganggu.
"Aku baru perhatikan ternyata yang jadi pengantin laki-laki adalah idola aku, pak Erick Bramantyo, huaaa Beby mengambilnya dariku." Anny menghentakkan kakinya layaknya anak kecil.
"Ya ampun, kamu dari mana saja Ann?!" tanya Ratna gregetan sendiri dengan kelemotan salah satu sahabatnya ini.
"Aku mau pipis, tolong antar aku ke Toilet." ujar Anny sembari merapatkan pahanya. Setiap ia merasakan emosi yang berlebih ia akan langsung merasakan ingin buang air kecil.
__ADS_1
Ketiga orang itu langsung menepuk jidat mereka masing-masing.
"Ayo cepat!, jangan sampai kamu pipis di tempat ini." seru Eka dan membawa Anny ke toilet terdekat.
Ratna dan Hany tertawa terpingkal-pingkal melihat Anny yang diangkut ala karung goni oleh Eka yang mempunyai kekuatan diatas rata-rata itu.
Gadis itu yakin kalau terlambat sedikit saja, ia yakin Anny akan mempermalukan harkat dan martabat Rangers Dewaani.
"Ma, kayaknya ada yang dengar pembicaraan kita," ujar Taro pada Sisca sang Mama.
"Gak kok sayang, lihat! semua orang pada sibuk kan?" ujar Sisca adik kedua dari Ibrahim itu. Ia mengarahkan pandangannya ke segala arah untuk memeriksa keadaan sekitar.
"Ayok, kita pindah tempat. Kita cari tempat yang cocok untuk membuat rencana," lanjut Sisca sembari menarik tangan putranya agar mencari tempat yang cukup sepi.
Hany dan Ratna kembali ke posisi siaga setelah berhasil meredam tawa mereka.
"Rat, dimana mereka? tadi kan masih ada disini?" tanya Hany dengan suara pelan. Matanya awas mencari keberadaan dua orang yang sedang bercakap dan merancang niat yang buruk untuk pasangan pengantin baru itu.
Ratna mengangkat kedua bahunya tidak tahu.
"Ini gara-gara Anny nih, bikin kita kehilangan jejak."
"Iya, aku semakin heran sama anak itu, apa perlu kita pakaikan popok padanya setiap keluar rumah begini?"
"Hihihihi, Anny kayaknya perlu dibawa ke dokter deh," ujar Hany dengan tangan menutup mulutnya karena lucu.
"Hem, benar juga."
"Hey, gimana yang tadi?" tanya Eka yang baru datang bersama Anny.
"Jejaknya hilang Ek,tapi semoga aja kita bisa mendapatkannya malam ini. Jangan sampai mereka merusak malam pengantin baru sahabat kita, hehehehe."
"Iya, kayaknya kita harus berjaga di depan kamar deh," ujar Eka dengan mata berkedip lucu.
"Boleh juga tuh," Anny mengangkat jempolnya dengan semangat.
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya, okey???
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍