
Beby Alesha begitu kaget saat Ratna memberi tahunya kalau Erick Bramantyo datang kerumah sahabatnya itu untuk melamarnya.
Entah kenapa hatinya langsung gelisah tak tenang. Pantas saja kemarin pria itu tidak masuk kerja. Beby Alesha pikir Wapresdir itu tidak masuk ke Perusahaan karena sedang ada persidangan atau ada meeting penting di kantornya sendiri.
"Trus kamu terima ya Rat?" tanya Anny dengan wajah penasaran.
"Iya aku terima. Aku melihat pak Bos itu orang yang sangat baik jadi aku tidak mungkin mengecewakannya." Jawab Ratna dengan senyum dibibirnya.
Nampak sekali kalau gadis itu sedang sangat bahagia saat ini. Beda halnya dengan Beby Alesha sang sahabat, perempuan cantik itu nampak bermuka masam.
"Tapi kan kamu sudah tahu kalau ia sudah punya istri Rat?" tanyanya dengan berusaha menahan perasaan sakit yang tiba-tiba menyerang hatinya.
"Iya aku tahu lah, tapi kan istrinya tidak mencintainya jadi untuk apa mempertahankan pernikahan yang tidak bahagia itu,"
"Trus kata Pak Erick lebih baik mencari yang baru yang lebih menjanjikan kebahagiaan daripada mengharapkan sesuatu yang tidak jelas." jelas Ratna dengan mengulang kata-kata Erick Bramantyo itu padanya.
"Memangnya kamu mencintainya Rat?" tanya Beby lagi dengan sorot mata tak terbaca.
"Belum sih, tapi aku akan berusaha mencintainya. Orangnya kan baik banget, dan juga aku kasihan dengan dirinya yang katanya tak pernah bahagia," ujar Ratna dengan pandangan menerawang jauh membayangkan wajah Royco yang datang bersama dengan Erick Bramantyo ke rumah orangtuanya dengan niat yang tulus dan suci.
"Wah selamat ya Rat, kami ikut bahagia lho mendengarnya." ujar Hany sembari meraih tubuh gadis itu dan memeluknya.
"Iya sama-sama, semoga kalian juga nyusul ya, " ujar Ratna dengan penuh harap.
"Aamiin ," jawab yang lain dengan kompak kecuali Beby Alesha. Perempuan itu hanya diam saja dengan rasa yang tidak nyaman di dalam hatinya.
"Beb, kamu baik-baik saja kan?" tanya Eka sembari menyentuh bahu sahabatnya itu dengan pelan. Beby Alesha tersentak.
"Ya tentu saja aku baik-baik saja, selamat ya Ratna," ujar Beby Alesha kemudian memeluk tubuh sahabatnya itu dengan rasa yang tak bisa ia ungkapkan. Ada banyak rasa yang ia rasakan dalam hatinya saat itu tetapi yang paling menumpuk adalah rasa sedih dan juga kesal.
Perkataan Erick Bramantyo padanya beberapa jam yang lalu terngiang didalam pikirannya.
"Hanya aku yang berjuang di sini, hanya aku yang mengharapkanmu, jadi kenapa kita tidak mencari jalan sendiri-sendiri saja. Aku sudah lelah Beb," ujar Erick, suaminya pada saat ia kembali menolak untuk disentuh.
"Kita sudah menikah hampir enam bulan. Dan kamu masih begini-begini saja, kamu masih mengingat kesalahanku padamu, padahal aku sudah meminta maaf. Aku pergi!" Dan pria itu benar-benar pergi begitu saja meninggalkan dirinya yang sedang tersenyum mencibir.
"Pergi saja!" jawab Beby Alesha waktu itu.
"Ayok ah, temani aku cari baju di butik." ajak Ratna yang langsung membuatnya tersadar dari lamunannya.
Ratna mengajak sahabatnya untuk mengunjungi butik karena mereka sudah menyelesaikan makan siangnya di Cafe itu.
Ya, mereka sekarang sedang berada di Mall seperti biasa saat weekend. Mereka menghabiskan waktu untuk bersantai bersama setelah sibuk bekerja selama 5 hari ini.
__ADS_1
"Ayoklah, aku juga mau cari pakaian kerja nih. Udah lama gak ganti-ganti." timpal Anny dengan wajah bersemangat.
"Aku juga," Eka ikut berdiri dan menyisakan Beby Alesha yang masih duduk di kursi itu dengan wajah sedih.
"Beb, ada apa?" tanya Hany sembari duduk kembali disamping Beby. Ia merasa khawatir sahabatnya ini sedang ada masalah.
"Ah, tidak. Aku cuma sedang tidak enak badan. Aku pulang saja ya?"
"Eh jangan dong, kita datang bersama nantinya juga pulang bersama."
"Tapi aku lagi malas nih, maaf ya aku gak bisa ikut kalian."
"Apa jangan-jangan kamu lagi hamil Beb?" tanya Hany dengan pandangan curiga. Karena wajah dan sahabatnya itu sedang sangat loyo tak bersemangat.
"Ih apaan sih kalau ngomong. Gak mungkinlah." jawab Beby Alesha dengan wajah kaget.
"Kalau gitu kita ke butik cari hiburan. Shopping-shopping agar kamu semangat lagi, gimana?"
"Gak deh aku beneran gak ikut, maaf ya semuanya." ujar Beby Alesha mencoba untuk tersenyum.
Hatinya tidak mungkin kuat melihat ada sahabatnya sedang bahagia-bahagianya karena akan menikah dengan suaminya sendiri.
Sedangkan dulu saat ia akan menikah mana sempat untuk mempersiapkan diri seperti ini karena menganggap ini hanya permainan saja.
"Iya, aku kuat, aku kan bawa mobil sendiri Han."
"Tapi aku khawatir lah sama kamu,"
"Gak Han, pergi susul mereka. Aku akan pulang sendiri saja."
"Baiklah tapi aku antar kamu ke Valet ya?" Beby Alesha mengangguk. Tubuhnya kuat tapi hatinya yang sangat tak kuat melihat kebahagiaan di wajah Ratna.
Mereka berdua pun berjalan keluar dari Mall itu dengan saling diam. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Copet!"
"Copet!
"Tolong!"
Radar Hany dan Beby langsung menangkap teriakan seorang perempuan yang sedang berlari dari arah belakang mereka.
Kedua anggota Rangers itu saling menatap dan langsung menyerang pencopet yang kebetulan sedang berlari kearah mereka.
__ADS_1
Bugh
Dash
Hany berhasil menarik jaket pria muda yang ia curigai sebagai pencopet itu. Sedangkan Beby Alesha langsung memberikan satu tendangan di bagian paha belakang pria itu hingga ia langsung jatuh tersungkur ke trotoar di depan Mall itu.
"Ampun!" teriak pria itu karena Hany kembali melayangkan satu tendangan dibagian punggung pencopet itu karena berniat untuk kabur padahal sudah tertangkap tangan.
"Aaargh!" Beby berhasil memutar lengan pria itu ke belakang. Semua orang yang berada disekitar trotoar terpana melihat aksi kedua gadis cantik itu.
"Terimakasih banyak ya dek," ujar seorang perempuan paruh baya dengan nafas tersengal-sengal karena kelelahan memburu pencopet itu.
"Tasnya benar yang ini kan Tante?" tanya Hany sembari menyerahkan sebuah tas branded mewah ke tangan perempuan paruh baya itu.
"Tante?"
"Kamu?"
Bersamaan mereka berdua saling menyapa karena saling mengenal. Rupanya korban pencopetan itu adalah Firly Ramli, mama dari Yudhistira yang pernah menolaknya jadi menantu.
"Terimakasih banyak ya Han," ujar Firly lagi mengulangi ucapan terimakasihnya.
"Iya Tante, sama-sama. Bisa diperiksa dulu isinya. Jangan sampai ada yang kurang, mumpung pelakunya masih ada di sini." ujar Hany dengan sopan. Perempuan cantik itu pun membuka tasnya dan melihat tak ada yang berkurang di dalamnya.
"Oh iya Han, bisa kita bicara di tempat yang nyaman?" tanya Firly Ramli dengan wajah santai.
Hany merasa curiga karena sepanjang ia kenal perempuan ini, ia belum pernah melihatnya tampil gembira dan santai seperti itu. Biasanya adalah ia tampil sangat arogan dan memperlihatkan statusnya yang sangat tinggi.
"Maaf Tante, aku ada teman disini," ujar Hany dan memandang Beby Alesha yang masih menekuk tangan pencopet itu.
"Oh, iya terimakasih ya, siapa namanya?" ujar Firly sembari memandang Beby Alesha dengan senyum diwajahnya.
"Iya Tante sama-sama. Aku Beby Alesha. Gimana kita lepaskan saja pencopet ini ya?"
"Iya deh lepaskan saja, kasihan tidak berhasil dan jadi babak belur seperti itu." tawa Firly Ramli dengan wajah lucu.
Hany dan Beby saling bertatapan. Dan Beby Alesha melepaskan pencopet itu tetapi menendang bokongnya terlebih dahulu.
Hany mengikuti nyonya Firly Ramli ke sebuah Cafe sedangkan Beby Alesha menuju mobilnya untuk pulang.
*Tobe continued
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍