Beby Si Wonder Woman

Beby Si Wonder Woman
Bab 136 BSWW


__ADS_3

Setelah mereka semua bercanda menghibur Jack Andrian, mereka pun berniat untuk pulang. Mereka berencana akan hanging out bersama di akhir pekan ini sebelum masuk kerja lagi esok harinya.


"Kamu jangan pulang dulu Ek, siapa yang akan jagain pasien kita ini?" ujar Hany sembari melirik ke arah Jack yang berpura-pura sibuk dengan handphonenya.


"Aku belum ganti pakaian dari kemarin malam dan sekarang aku gerah banget," jawab Eka dengan alasan yang masuk akal.


"Eh, aku ada pakaian di mobil. Bentar aku ambilkan. Perlengkapan mandi juga ada." ujar Ratna yang memang sering membawa perlengkapan seperti itu sejak ia menikah dengan Royco.


Mereka berdua sering menginap di hotel kalau Royco sedang ada pekerjaan di luar kota dan juga selalu ingin istrinya itu ikut.


"Aduh gimana ya, tapi aku ingin ikut kalian. Bermalam disini udah bikin aku stress," ujar Eka meringis. Jack Andrian semakin tidak enak hati dengan jawaban gadis itu.


Eka sendiri tidak tahu kenapa ia masih sedikit tidak nyaman bersama dengan suami perempuan lain itu. Ia merasa dirinya seperti seorang pelakor. Apalagi Jihan baru saja melahirkan bayi dengan susah payah. Ia jadi berubah pikiran dan ingin melepaskan Jack pada perempuan itu.


"Tapi kan pasien kita sendiri Ek, kamu tega?" ujar Beby Alesha mendukung kata-kata sahabatnya. Para Rangers ingin dua orang itu membicarakan masalah mereka berdua dengan tenang. Tentang Jihan dan bayinya. Tetapi sepertinya Eka sedang tidak ingin mendengarkan kata-kata sahabatnya itu. Ia ingin kembali ke kamar kostnya untuk tidur dan menenangkan diri.


"Kita jenguk Jihan dulu yuk sekalian pamit sama ibu Kartika," ujar Eka mengalihkan pembicaraan saat mereka semua memutuskan untuk pulang.


"Boleh juga, mumpung kita semua ada di sini." jawab Ratna yang sedari tadi sangat penasaran dengan istri dari Jack Andrian itu.


"Tapi kita gak bawa buah tangan nih. Masak sih nengok bayi gak bawa apa-apa," timpal Hany sembari menatap suaminya. Yudhistira sangat paham akan maksud dari tatapan istrinya.


"Kalian tunggu di sini. Aku akan keluar untuk beli hadiahnya," ujar Yudhistira dan mengajak Fadhil agar ikut bersamanya. Pria itu berharap istrinya juga bisa hamil dalam waktu dekat.


Mereka semua pun pergi dan meninggalkan Jack Andrian bersama dengan Erick Bramantyo yang masih ingin berdua dengan asistennya itu.


"Gimana Jack apa kata dokter?" tanya Erick sembari mendekati ranjang pasien yang berusaha untuk duduk. Sepertinya ia juga sudah bosan berada di kamar itu.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik. Aku sudah sehat dan ingin pulang." jawab Jack yang membuat Erick langsung tersenyum.


"Aku tahu kamu masih belum berhasil mendapatkan hati Eka untuk kembali, tetapi berusahalah terus. Perempuan memang seperti itu. Susah ditebak apa maunya." ujar Erick berusaha menghibur asistennya itu.


"Aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Sekarang Eka malah kasihan sama bayi Jihan. Ia merasa sangat bersalah kalau aku menceraikan ibunya." Pria itu meraup wajahnya kasar.


"Padahal semalam ia berjanji akan selalu menemaniku, sekarang ia berubah pikiran. Aaargh!" Jack meremas tengkuknya kesal. Erick Bramantyo tidak bisa menahan tawanya.


"Sabar, aku saja harus menahan sampai berbulan-bulan untuk mendapatkan hati istriku," ujar Erick sembari menepuk bahu asistennya itu.


"Eh, Tio ada di sini bos." ujar Jack Andrian yang tiba-tiba mengingat visitasi atau kunjungan dokter tadi pagi.


"Tio Nugraha?" tanya Erick dengan menaikkan alisnya sebelah. Pengalaman buruknya dengan pria itu kini terbayang kembali. Disaat ia sangat ingin menikahi Dian Pelangi sang kekasih, pria itu datang membawa kabur gadis itu darinya.


"Ada apa dengannya Jack? kurasa aku sudah tidak urusan dengan pria itu. Yang lalu biarlah berlalu," ujar Erick tersenyum.


"Sayangnya kamu harus mulai memikirkannya bos."


"Tio Nugraha adalah dokter di Rumah Sakit ini dan ia yang memeriksa keadaanku tadi pagi. Dan kamu tahu apa yang ia lakukan sewaktu ia bertemu dengan istrimu?" Erick menegakkan punggungnya serius.


"Ia berusaha menarik perhatian istrimu bos. Ia mengajaknya keluar bersama dan aku mencurigai sesuatu."


"Tio Nugraha, aku tidak tahu apa dendamnya padaku. Tetapi kalau ia berniat mengganggu Beby istriku, aku tidak bisa menjamin apa ia masih bisa menghirup udara di kota ini." ujar Erick sembari mengepalkan tangannya marah.


"Cukup ia mengambil Dian yang memang sama sifat dengannya tetapi tidak dengan Beby!" Erick Bramantyo meninggalkan Jack sendirian dan segera mencari istrinya yang sedang berada di kamar khusus untuk ibu yang baru melahirkan.


🍁

__ADS_1


"Astagfirullah, Randy?" Eka menatap pria yang sedang menggendong bayi yang masih merah itu dengan tatapan tak percaya. Begitupun anggota Rangers Dewaani lainnya yang ternyata mengenal Randy karena pernah diperkenalkan oleh Eka sang sahabat.


"Maafkan aku Ka. Aku termasuk memiliki andil dalam penderitaan yang kamu alami bersama dengan Jack Andrian," ujar Randy dengan wajah bersalah dan sangat menyesal.


"Tidak apa Ndy. Aku bersyukur kok karena kamu ternyata adalah ayah bayinya Jihan."


"Baby boynya memang mirip banget sama kamu Ran," timpal Anny yang juga pernah satu fakultas dengan Randy.


"Selamat ya, kamu langsung punya bayi. Tinggal kalian sahkan secepatnya hubungan kalian agar baby boynya bisa cepat manggil papa, hehehe," timpal Ratna dengan tawa renyahnya.


"Dan sahabat aku ini tidak terlalu galau lagi." lanjut Beby Alesha sembari memeluk tubuh Eka yang nampak masih shock dengan apa yang terjadi dalam beberapa hari ini pada dirinya.


"Maafkan aku ya Ka, aku jadi membuat hubungan kamu dan kak Jack jadi putus dan berakhir ia kecelakaan seperti ini," ujar Jihan dan berusaha turun dari ranjangnya. Ia ingin menghampiri Eka dan meminta maaf pada gadis itu.


"Tidak apa Jihan. Aku percaya tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semuanya sudah diatur oleh Tuhan." jawab Eka sembari menyusut air matanya.


"Minta maaflah pada kak Jack. Ia yang paling menderita dalam hal ini." lanjutnya dengan suara tercekat.


Entah kenapa gadis itu sangat merindukan ibunya saat ini. Ia ingin mendapatkan pelukan hangat dari perempuan yang telah melahirkannya itu. Tetapi sayangnya jarak mereka sudah sangat jauh dan tidak akan mungkin bertemu.


"Beb, aku ..." Eka akhirnya memeluk tubuh sahabatnya itu dengan tangisnya yang semakin pecah.


"Menangislah sayang. Karena kebahagiaan akan segera datang padamu," ujar Beby sembari mengelus lembut punggung sahabatnya itu.


Semua anggota Ranggers Dewaani ikut terharu dan memeluk gadis itu. Mereka berlima saling berpelukan dengan rasa haru dan bahagia.


*Tobe continued

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍😍😍😍😍


__ADS_2